Mencoba flash back ke masa-masa SMA. Masa-masa
sekolah yang penuh warna dan makna. Dulu sewaktu SMA saya mempunyai
seorang teman yang cukup rajin sekali. Dia selalu berangkat lebih pagi
dari pada siswa yang lainya. Namun yang membuat saya heran adalah
walaupun dia berangkatnya paling pagi tetapi dia lebih memilih untuk
duduk di bangku paling belakang. Dia sama sekali tidak mau duduk di
bangku paling depan.
Karena merasa heran dan penasaran, sayapun mencoba bertanya kepada teman saya tersebut mengenai alasan dia berangkat sekolah paling pagi dan memilih duduk di bangku paling belakang. Dan ternyata jawaban dia sangat simpel. Dia memilih duduk di bangku paling belakang karena posisi duduk itu menentukan prestasi. Orang kalau mau punya prestasi bagus kata dia harus duduk di bangku paling belakang. Bangku paling belakang adalah bangku paling aman dan strategis. Kalau duduk di bangku paling belakang kata teman saya itu jarang sekali mendapatkan pengawasan dari guru. Sehingga kalau sedang ujian bisa nyontek tanpa harus ketahuan.
Dengan begitu maka nilai ujianpun akan bagus dan prestasipun juga mentereng. Terbukti teman saya yang satu ini jarang sekali remidi dan prestasinya cenderung memuaskan.
Hayo buat para guru harus hati-hati yah dengan strategi negatif yang pernah diperagkan oleh teman saya dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA. Mungkin dari sekian banyak siswa kita ada sebagian yang menganut aliran seperti itu. Sehingga guru harus berfikir cerdas kalau tidak mau dibodohi sama siswa.
Karena merasa heran dan penasaran, sayapun mencoba bertanya kepada teman saya tersebut mengenai alasan dia berangkat sekolah paling pagi dan memilih duduk di bangku paling belakang. Dan ternyata jawaban dia sangat simpel. Dia memilih duduk di bangku paling belakang karena posisi duduk itu menentukan prestasi. Orang kalau mau punya prestasi bagus kata dia harus duduk di bangku paling belakang. Bangku paling belakang adalah bangku paling aman dan strategis. Kalau duduk di bangku paling belakang kata teman saya itu jarang sekali mendapatkan pengawasan dari guru. Sehingga kalau sedang ujian bisa nyontek tanpa harus ketahuan.
Dengan begitu maka nilai ujianpun akan bagus dan prestasipun juga mentereng. Terbukti teman saya yang satu ini jarang sekali remidi dan prestasinya cenderung memuaskan.
Hayo buat para guru harus hati-hati yah dengan strategi negatif yang pernah diperagkan oleh teman saya dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA. Mungkin dari sekian banyak siswa kita ada sebagian yang menganut aliran seperti itu. Sehingga guru harus berfikir cerdas kalau tidak mau dibodohi sama siswa.
