Sabtu, 30 Maret 2013

Guru Cuma Mikir Kalau di Depan Siswa

Bu Guru: Pak bungkusin baksonya dong

Penjual Bakso: Siap Bu Guru. Mau berapa bungkus ini Bu Guru?

Bu Guru: 2 Bungkus saja Pak

Penjual Bakso: Oke Bu Guru. Bu Guru, saya pingin nanya sesuatu sama Ibu boleh tidak?

Bu Guru: Oh pasti bolehlah Pak. Memangnya mau tanya apa pak?

Penjual Bakso: Begini Bu. Saya mau tanya, kenapa sih kalau di rumah Bu Guru seneng banget pakai pakaian yang seksi-seksi? Memangnya tidak malu tuh kalau dilihat sama siswa? Hehehehe maaf ya Bu jika pertanyaan saya kurang sopan. Cuma pingin tanya saja Bu. Tidak ada maksud apa-apa kok.

Bu Guru: Hehehehehe ya tidaklah Pak. Ini kan di rumah. Kalau di di depan siswa, saya bisa mikirlah. Memangnya punya otak untuk apa kalau bukan untuk mikir?

Dari percakapan antara Bu Guru dengan Penjual Bakso di atas, kita bisa menyimpulkan sesuatu. Ternyata guru cuma mikir kalau di depan siswa. Kalau di belakang siswa, guru tidak pernah mikir. Kalau di depan siswa, guru berpakaian rapi, sopan dan berjilbab. Tapi kalau di belakang siswa, guru berpakain seksi, tanpa aturan dan terkesan jor-joran.

Mungkin mereka memakai jilbab hanya karena tuntutan profesi. Memprihatinkan memang. Tapi inilah realita. Di sekitar kita masih banyak guru yang seperti itu. Guru yang seharusnya bisa digugu dan ditiru malah ngajari yang saru-saru. Harusnya kita sebagai guru lebih berhati-hati lagi. Karena kepribadian kita bisa dilihat dari cara kita berpakaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.