Sujiwo Tedjo adalah salah seorang publik figur yang
hobi sekali ngetwitt. Dalang gaul ini setiap hari selalu berkicau di
situs jejaring sosial berlambang burung biru.
Sayapun sebagai salah satu pengguna twiter sangat menyukai twet-twetnya. Twet-twetnya sangat sederhana namun sarat makna dan mencerdaskan. Salah satu tema yang dibahas semalam adalah mengenai kesombongan.
Penulis buku “Ngawur Karena Benar” ini memang terkenal sebagai orang yang sangat sombong namun selalu berkata apa adanya. Dia pernah berkata dalam twettnya “Kalau sombongmu nanggung, jangan berani-berani ketemu sama aku. Karena kalau kamu ketemu aku pasti kamu akan minder.”
Diapun mengamini bahwa dirinya sendiri adalah pribadi yang sombong. Tapi kata beliau lebih baik jadi orang yang sombong terang-terangan dari pada orang yang sombong tapi selalu menutupi. Orang yang sombong tetapi selalu menutupi kesombonganya itu dosanya 2 kali. Yaitu dosa sombong dan dosa munafik.
Di twitternya (@sujiwotedjo) dia juga berkata, bahwa kasihan adalah wujud lain dari kesombongan. Contohnya adalah ketika si kaya membantu si miskin karena kasihan. Berarti si kaya merasa lebih mampu dan beruntung dari si miskin. Ini adalah bentuk kesombongan. Karena kaya dan miskin keduanya itu sama-sama ujian.
Jadi pesan beliau kalau mau membantu orang jangan pakai “kasihan”.
Sayapun sebagai salah satu pengguna twiter sangat menyukai twet-twetnya. Twet-twetnya sangat sederhana namun sarat makna dan mencerdaskan. Salah satu tema yang dibahas semalam adalah mengenai kesombongan.
Penulis buku “Ngawur Karena Benar” ini memang terkenal sebagai orang yang sangat sombong namun selalu berkata apa adanya. Dia pernah berkata dalam twettnya “Kalau sombongmu nanggung, jangan berani-berani ketemu sama aku. Karena kalau kamu ketemu aku pasti kamu akan minder.”
Diapun mengamini bahwa dirinya sendiri adalah pribadi yang sombong. Tapi kata beliau lebih baik jadi orang yang sombong terang-terangan dari pada orang yang sombong tapi selalu menutupi. Orang yang sombong tetapi selalu menutupi kesombonganya itu dosanya 2 kali. Yaitu dosa sombong dan dosa munafik.
Di twitternya (@sujiwotedjo) dia juga berkata, bahwa kasihan adalah wujud lain dari kesombongan. Contohnya adalah ketika si kaya membantu si miskin karena kasihan. Berarti si kaya merasa lebih mampu dan beruntung dari si miskin. Ini adalah bentuk kesombongan. Karena kaya dan miskin keduanya itu sama-sama ujian.
Jadi pesan beliau kalau mau membantu orang jangan pakai “kasihan”.