Kebumen 2009 (Tanggal dan bulanya lupa)
Salah satu mata kuliah yang ada di semester 5 program studi S1 PGSD Transfer FKIP UNS Kampus VI Kebumen adalah Pendidikan Seni Musik. Mata kuliah ini bukan hanya berisi teori saja, tetapi juga praktek. Kalau untuk teori ada ujian tertulisnya. Sedangkan kalau untuk praktek ada ujian prakteknya.
Salah satu ujian praktek yang harus saya lakukan pada waktu itu adalah praktek memainkan 4 lagu daerah + 1 lagu bebas, dengan birama yang berbeda menggunakan alat musik melodis. Semua mahasiswa kalau tidak ingin mendapatkan nilai E untuk mata kuliah Pendidikan Seni Musik ya harus lulus ujian tertulis dan praktek.
Ujian tertulis sudah saya ikuti walaupun hasilnya tidak tahu seperti apa. Tinggal ujian praktek yang belum. Kebetulan waktu itu saya sedang sakit. Sehingga saya tidak bisa ikut ujian praktek dan memutuskan untuk mudik ke kampung halaman. Saya sakit cukup lama. Dan setelah 3 minggu baru saya bisa sembuh. Belum sempat ikut ujian praktek, nilai mata kuliah Pendidikan Seni Musik sudah dipajang di lobi kampus. Nama-nama mahasiswa yang tidak lulus dipajang disitu, kemudian mereka dikumpulkan semua untuk mengikuti remidi. Dan saya yakin sekali, pasti nama saya masuk ke dalam daftar peserta remidi.
Karena sudah sembuh sayapun pergi ke kampus untuk melihat daftar peserta remidi. Tapi sebelum ke kampus, saya sudah ketemu dulu dengan teman satu kelas di asrama mahasiswa. Dia bercerita pada saya, bahwa nama saya tidak masuk dalam peserta remidi. Saya kaget luar biasa pada waktu itu. Bagaimana mungkin saya yang belum ikut ujian praktek seni musik bisa lulus mata kuliah Pendidikan Seni Musik? Ini artinya berarti saya sudah lulus untuk mata kuliah Pendidikan Seni Musik.
Teman sayapun menambahkan "Rahman walaupun kamu belum ikut ujian praktek tapi kamu sudah lulus untuk mata kuliah Pendidikan Seni Musik. Bahkan kamu mendapatkan nilai A. Nilai semuanya sudah disetorkan oleh Pak Dosen ke kampus pusat. Tinggal nunggu pengumumanya beberapa hari lagi di internet. Dan nilai yang sudah disetorkan ke kampus pusat tidak bisa dirubah lagi. Kamu sudah lulus man, tapi kata Pak Dosen kamu disuruh menemuinya. Mungkin kamu akan disuruh ujian praktek sendiri."
Itulah penjelasan dari teman saya. Ternyata saya sudah lulus dan mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Pendidikan Seni musik. Tapi walaupun begitu saya tetap di suruh untuk menemui Pak Dosen. Mungkin akan disuruh ujian praktek sendirian. Saya merasa senang bukan kepalang mendengar jawaban dari teman saya.
Sayapun kembali bertanya-tanya, bagaimana hal itu bisa terjadi? Teman saya kembali menjelaskan
"Iya man. Tadi pas para peserta remidi dikumpulkan, ada salah satu teman kita yang protes sama pak dosen."
"Siapa yang protes?"
Tanyaku
"Si Riska"
Jawab teman saya.
"Riska protes kenapa si Rahman tidak masuk dalam daftar peserta remidi? Padahal dia kan belum ikut ujian praktek?"
Dan pak dosenpun bingung. Pak dosen malah tidak sadar kalau saya ternyata belum ikut ujian praktek. Lalu pak dosenpun memberikan penjelasanya.
"Si Rahman sudah lulus bahkan saya kasih nilai A karena nilai ujian tertulisnya bagus-bagus semua. Nilai ujian tertulis pertama mendapatkan nilai 98, kemudian yang kedua mendapatkan nilai 96, dan yang ketiga mendapatkan nilai 97. Jadi wajar saja kalau dia saya kasih nilai A."
Begitulah penjelasan Pak Dosen.
Tidak puas dengan penjelasan Pak Dosen, si Riska kembali protes.
"Loh tidak bisa begitu dong pak. Si Rahman kan belum ikut ujian praktek. Berarti dia belum menjalankan seluruh kewajibanya. Dia masih punya utang. Harusnya dia jangan diluluskan dulu dong pak."
Protes keras Riska terhadap Pak Dosen.
"Ya sudah. Besok kalau kamu ketemu sama si Rahman, suruh dia menemui saya"
Jawab Pak Dosen.
Saya belum sepenuhnya percaya kalu mendapat nilai A. Kecuali kalau sudah melihat sendiri Kartu Hasil Studinya di internet. Dan saya sangat kecewa sama teman saya yang bernama Riska. Kenapa dia berani melakukan protes seperti itu. Padahal saya tahu, kalau yang tidak ikut ujian praktek musik tetapi dinyatakan lulus itu bukan cuma saya. Yang lain masih banyak lagi. Kenapa yang dia protes cuma saya? Coba kalau dia diam saja. Pasti hal ini tidak akan dipermasalahkan oleh Pak Dosen.
Kembali ngobrol sama teman saya. Dia bertanya, "Kapan kamu mau menemui Pak Dosen?" Saya jawab, "Ya nunggu dulu Kartu Hasil Studinya di internet. Kalau memang saya mendapatkan nilai A. Saya tidak akan menemui Pak Dosen. Ya buat apa? Sudah lulus kok mau disuruh ujian praktek lagi. Nilai yang sudah masuk internet kan juga tidak akan mungkin di rubah lagi. Kalau dapat nilai E baru saya menemui Pak Dosen"
Hehehehehe
"Wah gila kamu man. Awas loh kalau kamu besok dibalas di semester depan. Bisa-bisa nilai kamu dimatikan semua man. Hahahahaha"
"Nah kalau itu baru saya akan protes. Lagiyan yang salah kan Pak Dosen, bukan saya. Sudah tau saya belum ikut ujian praktek. Tapi malah diluluskan & dikasih nilai A."
***
Bersambung
Salah satu mata kuliah yang ada di semester 5 program studi S1 PGSD Transfer FKIP UNS Kampus VI Kebumen adalah Pendidikan Seni Musik. Mata kuliah ini bukan hanya berisi teori saja, tetapi juga praktek. Kalau untuk teori ada ujian tertulisnya. Sedangkan kalau untuk praktek ada ujian prakteknya.
Salah satu ujian praktek yang harus saya lakukan pada waktu itu adalah praktek memainkan 4 lagu daerah + 1 lagu bebas, dengan birama yang berbeda menggunakan alat musik melodis. Semua mahasiswa kalau tidak ingin mendapatkan nilai E untuk mata kuliah Pendidikan Seni Musik ya harus lulus ujian tertulis dan praktek.
Ujian tertulis sudah saya ikuti walaupun hasilnya tidak tahu seperti apa. Tinggal ujian praktek yang belum. Kebetulan waktu itu saya sedang sakit. Sehingga saya tidak bisa ikut ujian praktek dan memutuskan untuk mudik ke kampung halaman. Saya sakit cukup lama. Dan setelah 3 minggu baru saya bisa sembuh. Belum sempat ikut ujian praktek, nilai mata kuliah Pendidikan Seni Musik sudah dipajang di lobi kampus. Nama-nama mahasiswa yang tidak lulus dipajang disitu, kemudian mereka dikumpulkan semua untuk mengikuti remidi. Dan saya yakin sekali, pasti nama saya masuk ke dalam daftar peserta remidi.
Karena sudah sembuh sayapun pergi ke kampus untuk melihat daftar peserta remidi. Tapi sebelum ke kampus, saya sudah ketemu dulu dengan teman satu kelas di asrama mahasiswa. Dia bercerita pada saya, bahwa nama saya tidak masuk dalam peserta remidi. Saya kaget luar biasa pada waktu itu. Bagaimana mungkin saya yang belum ikut ujian praktek seni musik bisa lulus mata kuliah Pendidikan Seni Musik? Ini artinya berarti saya sudah lulus untuk mata kuliah Pendidikan Seni Musik.
Teman sayapun menambahkan "Rahman walaupun kamu belum ikut ujian praktek tapi kamu sudah lulus untuk mata kuliah Pendidikan Seni Musik. Bahkan kamu mendapatkan nilai A. Nilai semuanya sudah disetorkan oleh Pak Dosen ke kampus pusat. Tinggal nunggu pengumumanya beberapa hari lagi di internet. Dan nilai yang sudah disetorkan ke kampus pusat tidak bisa dirubah lagi. Kamu sudah lulus man, tapi kata Pak Dosen kamu disuruh menemuinya. Mungkin kamu akan disuruh ujian praktek sendiri."
Itulah penjelasan dari teman saya. Ternyata saya sudah lulus dan mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Pendidikan Seni musik. Tapi walaupun begitu saya tetap di suruh untuk menemui Pak Dosen. Mungkin akan disuruh ujian praktek sendirian. Saya merasa senang bukan kepalang mendengar jawaban dari teman saya.
Sayapun kembali bertanya-tanya, bagaimana hal itu bisa terjadi? Teman saya kembali menjelaskan
"Iya man. Tadi pas para peserta remidi dikumpulkan, ada salah satu teman kita yang protes sama pak dosen."
"Siapa yang protes?"
Tanyaku
"Si Riska"
Jawab teman saya.
"Riska protes kenapa si Rahman tidak masuk dalam daftar peserta remidi? Padahal dia kan belum ikut ujian praktek?"
Dan pak dosenpun bingung. Pak dosen malah tidak sadar kalau saya ternyata belum ikut ujian praktek. Lalu pak dosenpun memberikan penjelasanya.
"Si Rahman sudah lulus bahkan saya kasih nilai A karena nilai ujian tertulisnya bagus-bagus semua. Nilai ujian tertulis pertama mendapatkan nilai 98, kemudian yang kedua mendapatkan nilai 96, dan yang ketiga mendapatkan nilai 97. Jadi wajar saja kalau dia saya kasih nilai A."
Begitulah penjelasan Pak Dosen.
Tidak puas dengan penjelasan Pak Dosen, si Riska kembali protes.
"Loh tidak bisa begitu dong pak. Si Rahman kan belum ikut ujian praktek. Berarti dia belum menjalankan seluruh kewajibanya. Dia masih punya utang. Harusnya dia jangan diluluskan dulu dong pak."
Protes keras Riska terhadap Pak Dosen.
"Ya sudah. Besok kalau kamu ketemu sama si Rahman, suruh dia menemui saya"
Jawab Pak Dosen.
Saya belum sepenuhnya percaya kalu mendapat nilai A. Kecuali kalau sudah melihat sendiri Kartu Hasil Studinya di internet. Dan saya sangat kecewa sama teman saya yang bernama Riska. Kenapa dia berani melakukan protes seperti itu. Padahal saya tahu, kalau yang tidak ikut ujian praktek musik tetapi dinyatakan lulus itu bukan cuma saya. Yang lain masih banyak lagi. Kenapa yang dia protes cuma saya? Coba kalau dia diam saja. Pasti hal ini tidak akan dipermasalahkan oleh Pak Dosen.
Kembali ngobrol sama teman saya. Dia bertanya, "Kapan kamu mau menemui Pak Dosen?" Saya jawab, "Ya nunggu dulu Kartu Hasil Studinya di internet. Kalau memang saya mendapatkan nilai A. Saya tidak akan menemui Pak Dosen. Ya buat apa? Sudah lulus kok mau disuruh ujian praktek lagi. Nilai yang sudah masuk internet kan juga tidak akan mungkin di rubah lagi. Kalau dapat nilai E baru saya menemui Pak Dosen"
Hehehehehe
"Wah gila kamu man. Awas loh kalau kamu besok dibalas di semester depan. Bisa-bisa nilai kamu dimatikan semua man. Hahahahaha"
"Nah kalau itu baru saya akan protes. Lagiyan yang salah kan Pak Dosen, bukan saya. Sudah tau saya belum ikut ujian praktek. Tapi malah diluluskan & dikasih nilai A."
***
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.