Kami semua harap-harep cemas menunggu pengumuman Kartu Hasil Studi (KHS) di internet.
"Nyante saja man. Nilai Pendidikan Seni Musik kamu sudah pasti mendapatkan nilai A."
"Ya lihat saja nanti. Kalau benar nilai Pendidikan Seni Musik saya mendapatkan nilai A, akan saya cium itu botaknya Pak Dosen. Hahahahahaha"
"Oke. Awas loh kalau kamu bohong. Hahahaha"
Saya pergi ke warnet untuk melihat Kartu Hasil Studi. Dan ternyata benar, mata kuliah Pendidikan Seni Musik saya mendapatkan nilai A. Akhirnya saya balik lagi ke asrama mahasiswa setelah Kartu Hasil Studi saya print. Di dalam asrama ternyata teman-teman saya sudah menanti kedatangan saya.
"Mana ini yang katanya mau mencium botaknya Pak Dosen. Sudah siap saya vidiokan ini. Hahahahaha"
Ucap salah seorang teman saya.
"Waduh bro. Kita batalkan saja perjanjian itu. Diganti makan-makan saja gimana?"
"Oh tidak bisa. Janji harus ditepati. Pokoknya kamu harus nyium botaknya Pak Dosen. Dan saya yang akan menyootingnya. Hahahahahaha"
Perasaan saya pada waktu itu senang sekali. Karena tanpa ikut ujian praktek musik, saya bisa mendapatkan nilai A. Dan sayapun tidak menghiraukan perintah Pak Dosen. Padahal saya disuruh menemuinya. Saya sudah mendapatkan nilai A. Jadi saya rasa tidak perlu menemui Pak Dosen lagi. Saya takut kalau disuruh ujian praktek sendirian. Karena saya kebetulan tidak pernah latian memainkan alas musik dan tidak hafal juga not-not dari 4 lagu daerah dan 1 lagu bebas itu. Dan yang terpenting saya merasa tidak bersalah. Yang salah adalah Pak Dosen. Sudah tahu saya belum ikut ujian praktek tapi malah diluluskan dan dikasih nilai A. Coba kalau dikasih nilai E. Pasti saya akan menemui Pak Dosen dan mengikuti remidi atau ujian praktek sendirian.
Dan setelah melakukan penelusuran ke berbagai sumber. Ternyata benar kesalahan ada di pihak Pak Dosen. Ada seorang mahasiswa senior yang mengatakan pada saya. Laptop Pak Dosen itu sudah terinfeksi virus. Semua data yang ada di laptop hilang semua. Termasuk data nilai ujian praktek seni musik. Sehingga muncul dugaan bahwa selama ini nilai praktek pendidikan seni musik dibuat dengan sistem random atau acak. Ada juga yang mengatakan bahwa nilai-nilai itu adalah hasil rekayasa atau manipulasi. Pak Dosen ternyata mengarang dalam membuat nilai ujian praktek. Pak Dosen tidak objektif dalam membuat nilai.
Memang pada waktu ujian praktek seni musik, kata teman saya Pak Dosen langsung memasukan nilainya ke dalam laptop. Tanpa menuliskanya terlebih dahulu di atas kertas. Sehingga ketika laptopnya terserang virus, data dan nilai-nilai itu hilang semua.
Ini semakin menambah keyakinan saya, bahwa saya tidak sepenuhnya bersalah. Kesalahan terbesar jelas ada di pihak Pak Dosen. Setelah Kartu Hasil Studi diumumkan, teman-teman saya banyak yang menangis. Terutama mereka yang setiap hari latihan musik dan ikut ujian praktek musik tapi nilainya E. Mereka marah sekali sama saya. Tidak ikut ujian praktek musik kok nilainya A.
Semester 5 berakhir dan semester 6 dimulai. Di perkuliahan semester 6 saya bertemu lagi dengan Pak Dosen yang di semester 5 mengajar mata kuliah Pendidikan Seni Musik. Tapi di semester 6 beliau mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif.
Saya masih ingat waktu itu hari senin. Sehabis mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif, beliau mencoba menyindir saya di depan kelas.
"Jadi mahasiswa harus punya hati nurani. Jangan jadi mahasiswa gila. Tidak ikut ujian praktek musik tapi dapat nilai A kok diam saja. Itu kan berarti dia tidak punya hati nurani. Mahasiswa yang tidak punya hati nurani sama saja dengan mahasiswa gila."
Itulah kata-kata Pak Dosen yang ditujukan untuk menyentil saya di dalam kelas. Setelah Pak Dosen keluar dari kelas semua teman-teman saya menertawakan saya. Dia mengejek saya dengan sebutan mahasiswa gila.
Itulah pengalaman saat kuliah yang sampai sekarang tidak bisa saya lupakan. Dan mahasiswa gila itu sekarang sudah menjadi guru.
Rahman Rahman dasar mahasiswa gila kamu. Sekarang kamu sudah jadi guru, gilanya jangan kambuh lagi yah? Sekarang harus bertaubat dan biarkan kegilaanmu yang dulu lenyap dimakan waktu.
"Nyante saja man. Nilai Pendidikan Seni Musik kamu sudah pasti mendapatkan nilai A."
"Ya lihat saja nanti. Kalau benar nilai Pendidikan Seni Musik saya mendapatkan nilai A, akan saya cium itu botaknya Pak Dosen. Hahahahahaha"
"Oke. Awas loh kalau kamu bohong. Hahahaha"
Saya pergi ke warnet untuk melihat Kartu Hasil Studi. Dan ternyata benar, mata kuliah Pendidikan Seni Musik saya mendapatkan nilai A. Akhirnya saya balik lagi ke asrama mahasiswa setelah Kartu Hasil Studi saya print. Di dalam asrama ternyata teman-teman saya sudah menanti kedatangan saya.
"Mana ini yang katanya mau mencium botaknya Pak Dosen. Sudah siap saya vidiokan ini. Hahahahaha"
Ucap salah seorang teman saya.
"Waduh bro. Kita batalkan saja perjanjian itu. Diganti makan-makan saja gimana?"
"Oh tidak bisa. Janji harus ditepati. Pokoknya kamu harus nyium botaknya Pak Dosen. Dan saya yang akan menyootingnya. Hahahahahaha"
Perasaan saya pada waktu itu senang sekali. Karena tanpa ikut ujian praktek musik, saya bisa mendapatkan nilai A. Dan sayapun tidak menghiraukan perintah Pak Dosen. Padahal saya disuruh menemuinya. Saya sudah mendapatkan nilai A. Jadi saya rasa tidak perlu menemui Pak Dosen lagi. Saya takut kalau disuruh ujian praktek sendirian. Karena saya kebetulan tidak pernah latian memainkan alas musik dan tidak hafal juga not-not dari 4 lagu daerah dan 1 lagu bebas itu. Dan yang terpenting saya merasa tidak bersalah. Yang salah adalah Pak Dosen. Sudah tahu saya belum ikut ujian praktek tapi malah diluluskan dan dikasih nilai A. Coba kalau dikasih nilai E. Pasti saya akan menemui Pak Dosen dan mengikuti remidi atau ujian praktek sendirian.
Dan setelah melakukan penelusuran ke berbagai sumber. Ternyata benar kesalahan ada di pihak Pak Dosen. Ada seorang mahasiswa senior yang mengatakan pada saya. Laptop Pak Dosen itu sudah terinfeksi virus. Semua data yang ada di laptop hilang semua. Termasuk data nilai ujian praktek seni musik. Sehingga muncul dugaan bahwa selama ini nilai praktek pendidikan seni musik dibuat dengan sistem random atau acak. Ada juga yang mengatakan bahwa nilai-nilai itu adalah hasil rekayasa atau manipulasi. Pak Dosen ternyata mengarang dalam membuat nilai ujian praktek. Pak Dosen tidak objektif dalam membuat nilai.
Memang pada waktu ujian praktek seni musik, kata teman saya Pak Dosen langsung memasukan nilainya ke dalam laptop. Tanpa menuliskanya terlebih dahulu di atas kertas. Sehingga ketika laptopnya terserang virus, data dan nilai-nilai itu hilang semua.
Ini semakin menambah keyakinan saya, bahwa saya tidak sepenuhnya bersalah. Kesalahan terbesar jelas ada di pihak Pak Dosen. Setelah Kartu Hasil Studi diumumkan, teman-teman saya banyak yang menangis. Terutama mereka yang setiap hari latihan musik dan ikut ujian praktek musik tapi nilainya E. Mereka marah sekali sama saya. Tidak ikut ujian praktek musik kok nilainya A.
Semester 5 berakhir dan semester 6 dimulai. Di perkuliahan semester 6 saya bertemu lagi dengan Pak Dosen yang di semester 5 mengajar mata kuliah Pendidikan Seni Musik. Tapi di semester 6 beliau mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif.
Saya masih ingat waktu itu hari senin. Sehabis mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif, beliau mencoba menyindir saya di depan kelas.
"Jadi mahasiswa harus punya hati nurani. Jangan jadi mahasiswa gila. Tidak ikut ujian praktek musik tapi dapat nilai A kok diam saja. Itu kan berarti dia tidak punya hati nurani. Mahasiswa yang tidak punya hati nurani sama saja dengan mahasiswa gila."
Itulah kata-kata Pak Dosen yang ditujukan untuk menyentil saya di dalam kelas. Setelah Pak Dosen keluar dari kelas semua teman-teman saya menertawakan saya. Dia mengejek saya dengan sebutan mahasiswa gila.
Itulah pengalaman saat kuliah yang sampai sekarang tidak bisa saya lupakan. Dan mahasiswa gila itu sekarang sudah menjadi guru.
Rahman Rahman dasar mahasiswa gila kamu. Sekarang kamu sudah jadi guru, gilanya jangan kambuh lagi yah? Sekarang harus bertaubat dan biarkan kegilaanmu yang dulu lenyap dimakan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.