Saya Berdiri Untuk Kebebasan Berekspresi, Melakukan Apa Yang Saya Yakni dan Pergi Menjemput Mimpi Mimpi
Sabtu, 30 Maret 2013
Mahasiswa Modal Dengkul (PGSD UNDERCOVER 4)
Dunia mahasiswa memang dunia yang mengasyikan. Selama 4tahun menjadi
mahasiswa, sudah banyak sekali suka duka yang saya rasakan. Dari mulai
pusing gara-gara banyak tugas sampai pusing gara-gara krisis financial.
Itu dukanya, kalau sukanya mungkin jadi bisa punya banyak teman.
Sewaktu masih kuliah saya mempunyai banyak sekali teman dengan berbagai karakteristik. Ada yang jenius, ada yang pemalas, ada yang pemalu, ada yang gokil, ada yang dandananya selalu trendi, ada yang nyleneh, dan ada pula loh yang cuma modal dengkul.
Mahasiswa modal dengkul banyak saya jumpai di kampus tempat saya menimba ilmu dulu. Mahasiswa seperti ini sebenernya serba pas-pasaan. Otak pas-pasan, tampang pas-pasan, bahkan dompetpun juga pas-pasan.
Namun anehnya mahasiswa jenis ini prestasi akademiknya tergolong bagus dan memuaskan. Yah kalau untuk IPK tidak kurang dari 2,75. Awalnya saya sempat kaget kenapa bisa seperti itu. Dan ternyata setelah saya amati, semua itu tak lepas dari kehebatan berstrategi.
Mahasiswa modal dengkul punya strategi yang cukup jitu untuk meraih prestasi yang memuaskan. Strateginya sebenernya sangat sederhana, namun terbukti ampuh. Mereka cukup mendekati salah satu cewe rajin yang ada di kampus, terus menjadikan mereka pacar. Setelah itu baru dech mulai cuap-cuap.
Kebanyakan mahasiswa cewe memang rajin-rajin banget. Mereka rajin mengerjakan tugas dari dosen. Inilah yang selalu dimanfaatkan oleh mahasiswa modal dengkul. Mahasiswa modal dengkul tidak pernah mengerjakan tugasnya sendiri. Mereka selalu minta tolong pacarnya untuk mengerjakan. Jadi seberat apapun tugas dari dosen pasti akan selesai tepat waktu.
Dan bukan cuma minta tolong mengerjakan tugas dari dosen. Mahasiswa modal dengkul biasanya juga minta tolong pacarnya untuk mengerjakan soal pas ujian. Yah minim-minimnya pacarnya dijadikan sumber contekanlah.
Jadi setelah mengetahui ini semua saya sudah tidak kaget lagi kenapa prestasi mahasiswa modal dengkul cukup bagus dan memuaskan. Cukup menggelikan memang, tapi itulah mahasiswa. Punya style dan gayanya sendiri-sendiri.
Sewaktu masih kuliah saya mempunyai banyak sekali teman dengan berbagai karakteristik. Ada yang jenius, ada yang pemalas, ada yang pemalu, ada yang gokil, ada yang dandananya selalu trendi, ada yang nyleneh, dan ada pula loh yang cuma modal dengkul.
Mahasiswa modal dengkul banyak saya jumpai di kampus tempat saya menimba ilmu dulu. Mahasiswa seperti ini sebenernya serba pas-pasaan. Otak pas-pasan, tampang pas-pasan, bahkan dompetpun juga pas-pasan.
Namun anehnya mahasiswa jenis ini prestasi akademiknya tergolong bagus dan memuaskan. Yah kalau untuk IPK tidak kurang dari 2,75. Awalnya saya sempat kaget kenapa bisa seperti itu. Dan ternyata setelah saya amati, semua itu tak lepas dari kehebatan berstrategi.
Mahasiswa modal dengkul punya strategi yang cukup jitu untuk meraih prestasi yang memuaskan. Strateginya sebenernya sangat sederhana, namun terbukti ampuh. Mereka cukup mendekati salah satu cewe rajin yang ada di kampus, terus menjadikan mereka pacar. Setelah itu baru dech mulai cuap-cuap.
Kebanyakan mahasiswa cewe memang rajin-rajin banget. Mereka rajin mengerjakan tugas dari dosen. Inilah yang selalu dimanfaatkan oleh mahasiswa modal dengkul. Mahasiswa modal dengkul tidak pernah mengerjakan tugasnya sendiri. Mereka selalu minta tolong pacarnya untuk mengerjakan. Jadi seberat apapun tugas dari dosen pasti akan selesai tepat waktu.
Dan bukan cuma minta tolong mengerjakan tugas dari dosen. Mahasiswa modal dengkul biasanya juga minta tolong pacarnya untuk mengerjakan soal pas ujian. Yah minim-minimnya pacarnya dijadikan sumber contekanlah.
Jadi setelah mengetahui ini semua saya sudah tidak kaget lagi kenapa prestasi mahasiswa modal dengkul cukup bagus dan memuaskan. Cukup menggelikan memang, tapi itulah mahasiswa. Punya style dan gayanya sendiri-sendiri.
Dosen Cabul (PGSD UNDERCOVER 3)
Ini adalah seri ke-3 dari tulisan saya yang berjudul
“PGSD UNDERCOVER”. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah
satu karakter dosen yang ada di PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN.
Ada salah satu karakter dosen yang cukup unik di kampus tempat saya menimba ilmu dulu. Walaupun karakternya cenderung negatif. Karakter yang saya maksud adalah karakter “Dosen Cabul”. Saya tidak akan menyebutkan siapa nama dosen tersebut, karena saya menghormati yang namanya kode etik. Dan saya menulis tulisan ini juga bukan bermaksud untuk membeberkan aib seseorang. Di sini saya cuma pingin menyampaikan fakta seputar PGSD yang mungkin tidak diketahui oleh dunia luar.
PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN yang terkenal sebagai pabrik pencetak calon guru ternyata mempunyai dosen gebleg. Dosen yang mempunyai otak cabul. Dosen tersebut adalah seorang laki-laki yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Tapi aneh, walaupun sudah berkeluarga dan mempunyai anak beliau ini masih saja hobi mendekati mahasiswi-mahasiswi yang cantik-cantik.
Suatu saat saya pernah menjumpai beliau sedang duduk berhimpitan dengan seorang mahasiswi di lobi kampus. Dan pernah juga saya melihat beliau berjalan dengan seorang mahasiswi sambil merangkulnya.
Saya tidak begitu kaget dengan pemandangan tersebut. Karena itu terjadi bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Perlakuan dosen tersebut sangat spesial kepada para mahasiswi, terutama kepada mahasiswi yang cantik-cantik dan berpenampilan menarik.
Dulu waktu saya masih kuliah di situ, saya mempunyai seorang teman mahasiswi yang boleh dibilang cantik dan berpenampilan cukup menarik. Dia mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan sang dosen. Kalau menurut saya sebenernya dia sih tidak begitu pintar. Tapi dia nilainya selalu bagus untuk mata kuliah yang diajarkan oleh sang dosen cabul.
Otaknya yang sangat cabul ternyata membuat pola pikir dosen tersebut tidak objektif. Siapa saja yang cantik-cantik dan dekat dengan dosen tersebut pasti akan mendapatkan nilai yang bagus. Walaupun sebenernya mahasiswa tersebut tidak begitu pintar. Nilai A adalah suatu bayaran bagi mahasiswa cantik dan berpenampilan menarik yang mau dekat dengan sang dosen cabul.
Selain hobi mendekati mahasiswi yang cantik-cantik, ternyata sang dosen juga mempunyai hobi lain yang cukup unik. Beliau hobi sekali mengumpulkan “File Fakir Miskin” dari para mahasiswanya.
“File Fakir Miskin” adalah istilah yang dia ciptakan sendiri. File fakir miskin artinya adalah file yang isinya orang-orang yang sangat miskin atau orang-orang yang tidak mempunyai baju dan busana. Pasti para pembaca sudah tau apa yang saya maksud.
Ada seorang kakak kelas yang pernah bercerita kepada saya. Katanya kalau dia ketemu dengan sang dosen pasti selalu dimintai file fakir miskinnya. Pernah saya melihat dia pulang dari kampus dan saya tanya dia habis ngapain di kampus. Dan dia menjawab “habis setor file fakir miskin kepada pak dosen”. Jadi bisa dipastikan sang dosen cabul menyimpan banyak sekali file fakir miskin di laptopnya.
Ada salah satu karakter dosen yang cukup unik di kampus tempat saya menimba ilmu dulu. Walaupun karakternya cenderung negatif. Karakter yang saya maksud adalah karakter “Dosen Cabul”. Saya tidak akan menyebutkan siapa nama dosen tersebut, karena saya menghormati yang namanya kode etik. Dan saya menulis tulisan ini juga bukan bermaksud untuk membeberkan aib seseorang. Di sini saya cuma pingin menyampaikan fakta seputar PGSD yang mungkin tidak diketahui oleh dunia luar.
PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN yang terkenal sebagai pabrik pencetak calon guru ternyata mempunyai dosen gebleg. Dosen yang mempunyai otak cabul. Dosen tersebut adalah seorang laki-laki yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Tapi aneh, walaupun sudah berkeluarga dan mempunyai anak beliau ini masih saja hobi mendekati mahasiswi-mahasiswi yang cantik-cantik.
Suatu saat saya pernah menjumpai beliau sedang duduk berhimpitan dengan seorang mahasiswi di lobi kampus. Dan pernah juga saya melihat beliau berjalan dengan seorang mahasiswi sambil merangkulnya.
Saya tidak begitu kaget dengan pemandangan tersebut. Karena itu terjadi bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Perlakuan dosen tersebut sangat spesial kepada para mahasiswi, terutama kepada mahasiswi yang cantik-cantik dan berpenampilan menarik.
Dulu waktu saya masih kuliah di situ, saya mempunyai seorang teman mahasiswi yang boleh dibilang cantik dan berpenampilan cukup menarik. Dia mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan sang dosen. Kalau menurut saya sebenernya dia sih tidak begitu pintar. Tapi dia nilainya selalu bagus untuk mata kuliah yang diajarkan oleh sang dosen cabul.
Otaknya yang sangat cabul ternyata membuat pola pikir dosen tersebut tidak objektif. Siapa saja yang cantik-cantik dan dekat dengan dosen tersebut pasti akan mendapatkan nilai yang bagus. Walaupun sebenernya mahasiswa tersebut tidak begitu pintar. Nilai A adalah suatu bayaran bagi mahasiswa cantik dan berpenampilan menarik yang mau dekat dengan sang dosen cabul.
Selain hobi mendekati mahasiswi yang cantik-cantik, ternyata sang dosen juga mempunyai hobi lain yang cukup unik. Beliau hobi sekali mengumpulkan “File Fakir Miskin” dari para mahasiswanya.
“File Fakir Miskin” adalah istilah yang dia ciptakan sendiri. File fakir miskin artinya adalah file yang isinya orang-orang yang sangat miskin atau orang-orang yang tidak mempunyai baju dan busana. Pasti para pembaca sudah tau apa yang saya maksud.
Ada seorang kakak kelas yang pernah bercerita kepada saya. Katanya kalau dia ketemu dengan sang dosen pasti selalu dimintai file fakir miskinnya. Pernah saya melihat dia pulang dari kampus dan saya tanya dia habis ngapain di kampus. Dan dia menjawab “habis setor file fakir miskin kepada pak dosen”. Jadi bisa dipastikan sang dosen cabul menyimpan banyak sekali file fakir miskin di laptopnya.
Tak Tahan Kritik (PGSD UNDERCOVER 2)
Saya adalah alumni D2 dan S1 PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN. Saya
lulus D2 tahun 2009 dan kemudian langsung melanjutkan atau transfer ke
S1 pada tahun itu juga. Dan akhirnya pada bulan Juli tahun 2011 saya
dinyatakan lulus S1. Sebagai seorang alumni saya selalu mengamati
perkembangan kampus dan juga para mahasiswanya.
Saya cukup kaget melihat kualitas adik-adik kelas yang sekarang. Saya sering mendapat masukan dari teman-teman guru yang sekolahnya dijadikan sebagai tempat praktek mahasiswa PGSD. Kata mereka kualitas mengajar mahasiswa S1 PGSD jaman sekarang tidak lebih baik dari mahasiswa D2 jaman dulu. Dengan sistem perkuliahan yang sekarang, membuat mereka selalu dijejali dengan banyak materi dan teori namun kesempatan untuk melakukan praktek sangat minim. Sehingga kalau mereka disuruh praktek di lapangan, akan kelihatan sangat kacau dan amburadul.
Melihat keaadan yang demikian tentu saya sebagai seorang alumni tidak akan diam saja. Saya pingin adik-adik saya yang sekarang bisa menjadi produk lulusan PGSD yang lebih baik dan berkualitas. Saya mencoba memberikan kritik terhadap mereka melalui sebuah grup yang ada di Facebook. Grup tersebut namanya HIMA PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN. Grup tersebut memang awalnya terbuka untuk umum. Siapa saja diberi kesempatan untuk masuk ke grup tersebut.
Dan di grup tersebut semua berhak melakukan apa saja. Termasuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan kegiatan kampus, seperti: promosi jualan pulsa, promosi jualan blangkon, membuat postingan alay, dan sebagainya. Yeach cukup memprihatinkan memang. Tapi yang paling membuat saya bersedih adalah mind set mereka yang tidak open minded terhadap kritik. Terutama mahasiswa-mahasiswa yang punya jabatan di kepengurusan HIMA. Saat saya mencoba memberikan kritikan terbuka dan membangun ternyata mereka menyikapinya dengan serampangan. Mereka malah menganggap saya sedang membuat kekacauan di grup. Dan akhirnya saya pun dikeluarkan dari grup tersebut. Padahal saya memberikan kritikan bukan untuk mengacaukan grup. Tetapi saya pingin memberikan pembelajaran kepada mereka agar mereka bisa merubah sikap dan bisa menjadi lebih baik lagi. Di situ saya bicara fakta dan realita. Orang yang pingin maju dan berkembang harusnya bisa open minded terhadap kritik. Bukanya malah berfikir picik dan serampangan. Apapun kritikan yang diberikan kepada kita, harusnya kita bisa menerimanya dengan hati terbuka. Apa lagi kalau niat dari si pengkritik itu baik dan tulus. Walaupun bentuk kritikanya agak sedikit menusuk hati. Tapi apapun itu bukankah kita tidak boleh menilai segala sesuatu dari artifisialnya saja? Kita harus menilai secara maknawi.
“Guru yang tidak tahan kritik boleh dimasukan ke dalam tong sampah. Tidak ada manusia yang sempurna. Guru bukanlah dewa yang selamanya benar. Dan murid juga bukan kerbau.”
¤Soe Hok Gie¤
Saya cukup kaget melihat kualitas adik-adik kelas yang sekarang. Saya sering mendapat masukan dari teman-teman guru yang sekolahnya dijadikan sebagai tempat praktek mahasiswa PGSD. Kata mereka kualitas mengajar mahasiswa S1 PGSD jaman sekarang tidak lebih baik dari mahasiswa D2 jaman dulu. Dengan sistem perkuliahan yang sekarang, membuat mereka selalu dijejali dengan banyak materi dan teori namun kesempatan untuk melakukan praktek sangat minim. Sehingga kalau mereka disuruh praktek di lapangan, akan kelihatan sangat kacau dan amburadul.
Melihat keaadan yang demikian tentu saya sebagai seorang alumni tidak akan diam saja. Saya pingin adik-adik saya yang sekarang bisa menjadi produk lulusan PGSD yang lebih baik dan berkualitas. Saya mencoba memberikan kritik terhadap mereka melalui sebuah grup yang ada di Facebook. Grup tersebut namanya HIMA PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN. Grup tersebut memang awalnya terbuka untuk umum. Siapa saja diberi kesempatan untuk masuk ke grup tersebut.
Dan di grup tersebut semua berhak melakukan apa saja. Termasuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan kegiatan kampus, seperti: promosi jualan pulsa, promosi jualan blangkon, membuat postingan alay, dan sebagainya. Yeach cukup memprihatinkan memang. Tapi yang paling membuat saya bersedih adalah mind set mereka yang tidak open minded terhadap kritik. Terutama mahasiswa-mahasiswa yang punya jabatan di kepengurusan HIMA. Saat saya mencoba memberikan kritikan terbuka dan membangun ternyata mereka menyikapinya dengan serampangan. Mereka malah menganggap saya sedang membuat kekacauan di grup. Dan akhirnya saya pun dikeluarkan dari grup tersebut. Padahal saya memberikan kritikan bukan untuk mengacaukan grup. Tetapi saya pingin memberikan pembelajaran kepada mereka agar mereka bisa merubah sikap dan bisa menjadi lebih baik lagi. Di situ saya bicara fakta dan realita. Orang yang pingin maju dan berkembang harusnya bisa open minded terhadap kritik. Bukanya malah berfikir picik dan serampangan. Apapun kritikan yang diberikan kepada kita, harusnya kita bisa menerimanya dengan hati terbuka. Apa lagi kalau niat dari si pengkritik itu baik dan tulus. Walaupun bentuk kritikanya agak sedikit menusuk hati. Tapi apapun itu bukankah kita tidak boleh menilai segala sesuatu dari artifisialnya saja? Kita harus menilai secara maknawi.
“Guru yang tidak tahan kritik boleh dimasukan ke dalam tong sampah. Tidak ada manusia yang sempurna. Guru bukanlah dewa yang selamanya benar. Dan murid juga bukan kerbau.”
¤Soe Hok Gie¤
PGSD UNDERCOVER
Nama saya Rahman Mourinho. Saya adalah seorang Playmaker (Baca Guru). Saya adalah Sarjana Pendidikan Jebolan PGSD FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN TAHUN 2011. Saya menimba ilmu di kampus tersebut selama 4 tahun. 4 tahun adalah waktu yang cukup lama. Selama berada di sana sudah banyak sekali kisah dan cerita yang saya ukir.
Ada cerita yang menyenangkan, menyedihkan dan juga cerita yang lucu. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sedikit fakta tentang PGSD yang mungkin jarang diketahui orang. Ada 2 buah fakta yang ingin saya sampaikan di sini. Yaitu fakta tentang mahasiswa dan fakta tentang dosen PGSD.
Ada fakta menarik tentang mahasiswa PGSD. Copy Paste adalah salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh mahasiswa PGSD. Selain kebiasaan tersebut juga ada kebiasaan lain yang cukup nyleneh. Yaitu kebiasaan tidur di kelas saat jam kuliah. Ada lagi fakta yang cukup mencengangkan dari mahasiswa PGSD. Banyak sekali mahasiswa PGSD yang hobi mengibuli orang tua sendiri. Yang mereka kibuli adalah masalah uang registrasi atau SPP kuliah. Biaya sebenarnya cuma 2,4jt tapi mereka melaporkanya ke orang tua biasanya sekitar 4jt’an.
Selain mahasiswanya yang unik, PGSD KEBUMEN juga mempunyai dosen-dosen yang unik. Ada bermacam-macam karakter dosen di PGSD. Ada dosen yang kejam, ada dosen yang pemalas, dan ada juga dosen yang cabul.
#Bersambung
Ekspedisi Berandal Malam (Menentukan Arah)
Saat menjelang akhir masa SMA, saya mulai dipusingkan
oleh sesuatu. Saya selalu sibuk untuk memikirkan mau ke mana setelah
saya lulus SMA? Lalu munculah sebuah jawaban yaitu “Kuliah”. Setelah
satu pertanyaan terjawab, muncul lagi pertanyaan berikutnya. Yaitu mau
kuliah di mana?
Itu pertanyaan yang tidak mudah bagi saya. Dan saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Akhirnya saya mencoba berdiskusi dengan orang tua untuk memutuskan jawabanya.
Sejak kecil cita-cita saya menjadi guru. Saya memang dibesarkan di keluarga guru. Ayah dan kedua kakak perempuan saya adalah seorang guru. Oleh karena itu saya pingin sekali mengikuti jejak ayah dan kakak-kakak saya.
Setelah berdiskusi dengan orang tua, pertanyaan pun terjawab. Kata orang tua saya ada 2 tempat yang bisa saya pilih. Yang pertama adalah UNY Yogyakarta dan yang kedua adalah UNNES Semarang. Dan saya lebih memilih yang kedua yaitu UNNES Semarang.
Kedua kakak saya adalah jebolan UNY Yogyakarta, oleh karena itu saya pingin mencoba sesuatu yang baru. Tempat kuliah sudah diputuskan dan selanjutnya tinggal memutuskan jurusan apa yang akan saya ambil.
Dari awal sebenarnya lebih condong ke guru SMA. Saya sangat berminat sekali menjadi guru sosiologi atau guru sejarah. Kedua pelajaran tersebut adalah pelajaran yang paling saya sukai sewaktu SMA. Tapi ayah saya menyaran untuk menjadi guru SD saja. Kata ayah saya, guru SD peluang diangkat menjadi PNSnya itu lebih besar. Soalnya jumlah sekolahan SD yang ada di kabupaten Banyumas itu lebih banyak dari pada sekolahan SMA. Sehingga bisa disimpulkan bahwa guru SD itu lebih dibutuhkan dari pada guru SMA.
Kemudian saya pun berfikir, ternyata benar juga apa yang dikatakan oleh ayah saya. Jadi saya putuskan untuk kuliah di UNNES mengambil jurusan PGSD.
Dan di pertengahan semester 2 pendaftaran mahasiswa baru di beberapa Universitas mulai dibuka. Mendaftarnya secara kolektif lewat sekolah. Pendaftaranya pun ada 2 jalur, yaitu jalur PMDK dan jalur ujian atau tes. Lalu saya mencoba mendaftar di UNNES. Kalau di UNNES pendaftaran mahasiswa baru dibuka melalui jalur ujian tulis. Dan khusus jurusan PGSD ada 2 buah tesnya. Yaitu tes tertulis dan tes wawancara. Pada saat mendaftar, saya diharuskan memilih 2 jurusan. Lalu saya pun memilih S1 PGSD pilihan pertama dan S1 Pendidikan Sejarah untuk pilihan yang kedua. Setelah proses pendaftaran selesai, beberapa minggu berikutnya saya mengikuti tes di Semarang.
Satu bulan setelah tes, hasilnya pun diumumkan. Dan saya dinyatan diterima. Tapi bukan untuk jurusan S1 PGSD, melainkan jurusan S1 Pendidikan Sejarah. Saya sedikit kecewa karena gagal masuk S1 PGSD. Dan sayapun memutuskan tidak mengambil S1 Pendidikan Sejarah. Saya akan mencoba mendaftar lagi di UNNES pada kesempatan berikutnya melalui jalur SPMB Nasional.
Itu pertanyaan yang tidak mudah bagi saya. Dan saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Akhirnya saya mencoba berdiskusi dengan orang tua untuk memutuskan jawabanya.
Sejak kecil cita-cita saya menjadi guru. Saya memang dibesarkan di keluarga guru. Ayah dan kedua kakak perempuan saya adalah seorang guru. Oleh karena itu saya pingin sekali mengikuti jejak ayah dan kakak-kakak saya.
Setelah berdiskusi dengan orang tua, pertanyaan pun terjawab. Kata orang tua saya ada 2 tempat yang bisa saya pilih. Yang pertama adalah UNY Yogyakarta dan yang kedua adalah UNNES Semarang. Dan saya lebih memilih yang kedua yaitu UNNES Semarang.
Kedua kakak saya adalah jebolan UNY Yogyakarta, oleh karena itu saya pingin mencoba sesuatu yang baru. Tempat kuliah sudah diputuskan dan selanjutnya tinggal memutuskan jurusan apa yang akan saya ambil.
Dari awal sebenarnya lebih condong ke guru SMA. Saya sangat berminat sekali menjadi guru sosiologi atau guru sejarah. Kedua pelajaran tersebut adalah pelajaran yang paling saya sukai sewaktu SMA. Tapi ayah saya menyaran untuk menjadi guru SD saja. Kata ayah saya, guru SD peluang diangkat menjadi PNSnya itu lebih besar. Soalnya jumlah sekolahan SD yang ada di kabupaten Banyumas itu lebih banyak dari pada sekolahan SMA. Sehingga bisa disimpulkan bahwa guru SD itu lebih dibutuhkan dari pada guru SMA.
Kemudian saya pun berfikir, ternyata benar juga apa yang dikatakan oleh ayah saya. Jadi saya putuskan untuk kuliah di UNNES mengambil jurusan PGSD.
Dan di pertengahan semester 2 pendaftaran mahasiswa baru di beberapa Universitas mulai dibuka. Mendaftarnya secara kolektif lewat sekolah. Pendaftaranya pun ada 2 jalur, yaitu jalur PMDK dan jalur ujian atau tes. Lalu saya mencoba mendaftar di UNNES. Kalau di UNNES pendaftaran mahasiswa baru dibuka melalui jalur ujian tulis. Dan khusus jurusan PGSD ada 2 buah tesnya. Yaitu tes tertulis dan tes wawancara. Pada saat mendaftar, saya diharuskan memilih 2 jurusan. Lalu saya pun memilih S1 PGSD pilihan pertama dan S1 Pendidikan Sejarah untuk pilihan yang kedua. Setelah proses pendaftaran selesai, beberapa minggu berikutnya saya mengikuti tes di Semarang.
Satu bulan setelah tes, hasilnya pun diumumkan. Dan saya dinyatan diterima. Tapi bukan untuk jurusan S1 PGSD, melainkan jurusan S1 Pendidikan Sejarah. Saya sedikit kecewa karena gagal masuk S1 PGSD. Dan sayapun memutuskan tidak mengambil S1 Pendidikan Sejarah. Saya akan mencoba mendaftar lagi di UNNES pada kesempatan berikutnya melalui jalur SPMB Nasional.
Ekspedisi Berandal Malam (Falsmania Sejati)
Ini adalah kisah perjalanan hidupku dalam mengejar cita-cita. Dan perjalanan ini dimulai sejak saya duduk di bangku SMA.
Saya adalah alumni SMA Negeri Banyumas tahun 2007. Selama 3 tahun saya menimba ilmu di sekolah tersebut. Salah satu sekolah terbaik yang ada di Kabupaten Banyumas. Masa-masa di SMA adalah masa-masa yang cukup menentukan dalam perjalanan hidup saya.
Sewaktu SMA saya berteman dengan orang-orang hebat. Dan mereka adalah orang-orang yang cukup berpengaruh dalam hidup saya. Sejak SMA saya hobi sekali mendengarkan musik. Hampir setiap hari saya menyetel radio di rumah.
Chanel radio yang dulu sering saya perdengarkan di rumah adalah Yasika FM Purwokerto, Vika FM Purbalingga, SBS FM Purbalingga dan Metro FM Purwokerto. Dan yang paling spesial menurut saya adalah Vika FM Purbalingga.
Setiap hari sabtu malam minggu Vika FM selalu menyiarkan acara yang khusus memutarkan lagu-lagu Iwan Fals. Dan sayapun sering sekali mengirimkan sms untuk request lagu. Iwan Fals adalah musisi favorit saya. Dan lagu milik Iwan Fals yang paling saya sukai adalah “Berandal Malam Di Bangku Terminal”
Lagunya enak didengar, sederhana namun penuh makna.
“Sampai kapan ku akan bertahan, dicaci langit tak sanggup menjerit” itu adalah penggalan lirik yang ada di dalam lagu tersebut. Lagu ini selanjutnya selalu menjadi soundtrack dalam hidup saya.
Saya menyukai Iwan Fals sejak SMA. Kakak laki-laki saya adalah seorang Falsmania Sejati. Di kamarnya banyak sekali poster Iwan Fals. Namun sejak kakak saya memutuskan untuk pergi merantau ke Malaysia, poster-poster yang ada di kamar kakak saya semuanya di bersihkan. Termasuk poster Iwan Fals yang besar-besar.
Pada saat SMA kelas 3 saya masuk ke kamar kakak saya. Lalu saya membuka lemari pakaian milik kakak saya. Dan di sana saya menjumpai sebuah kaset Iwan Fals. Lalu saya ambil kaset tersebut dan saya setel kaset tersebut di tape recorder. Ternyata lagu-lagunya Iwan Fals bagus-bagus. Ada banyak sekali pesan yang disampaikan Iwan Fals melalui lagunya tersebut. Dan tema lagunyapun cukup bervariasi. Dari mulai kritik sosial, pertemanan sampai percintaan.
Sejak saat itulah saya mulai menyukai Iwan Fals. Dan mulai saat itu saya mentasbihkan diri sebagai seorang “Falsmania Sejati”.
Saya adalah alumni SMA Negeri Banyumas tahun 2007. Selama 3 tahun saya menimba ilmu di sekolah tersebut. Salah satu sekolah terbaik yang ada di Kabupaten Banyumas. Masa-masa di SMA adalah masa-masa yang cukup menentukan dalam perjalanan hidup saya.
Sewaktu SMA saya berteman dengan orang-orang hebat. Dan mereka adalah orang-orang yang cukup berpengaruh dalam hidup saya. Sejak SMA saya hobi sekali mendengarkan musik. Hampir setiap hari saya menyetel radio di rumah.
Chanel radio yang dulu sering saya perdengarkan di rumah adalah Yasika FM Purwokerto, Vika FM Purbalingga, SBS FM Purbalingga dan Metro FM Purwokerto. Dan yang paling spesial menurut saya adalah Vika FM Purbalingga.
Setiap hari sabtu malam minggu Vika FM selalu menyiarkan acara yang khusus memutarkan lagu-lagu Iwan Fals. Dan sayapun sering sekali mengirimkan sms untuk request lagu. Iwan Fals adalah musisi favorit saya. Dan lagu milik Iwan Fals yang paling saya sukai adalah “Berandal Malam Di Bangku Terminal”
Lagunya enak didengar, sederhana namun penuh makna.
“Sampai kapan ku akan bertahan, dicaci langit tak sanggup menjerit” itu adalah penggalan lirik yang ada di dalam lagu tersebut. Lagu ini selanjutnya selalu menjadi soundtrack dalam hidup saya.
Saya menyukai Iwan Fals sejak SMA. Kakak laki-laki saya adalah seorang Falsmania Sejati. Di kamarnya banyak sekali poster Iwan Fals. Namun sejak kakak saya memutuskan untuk pergi merantau ke Malaysia, poster-poster yang ada di kamar kakak saya semuanya di bersihkan. Termasuk poster Iwan Fals yang besar-besar.
Pada saat SMA kelas 3 saya masuk ke kamar kakak saya. Lalu saya membuka lemari pakaian milik kakak saya. Dan di sana saya menjumpai sebuah kaset Iwan Fals. Lalu saya ambil kaset tersebut dan saya setel kaset tersebut di tape recorder. Ternyata lagu-lagunya Iwan Fals bagus-bagus. Ada banyak sekali pesan yang disampaikan Iwan Fals melalui lagunya tersebut. Dan tema lagunyapun cukup bervariasi. Dari mulai kritik sosial, pertemanan sampai percintaan.
Sejak saat itulah saya mulai menyukai Iwan Fals. Dan mulai saat itu saya mentasbihkan diri sebagai seorang “Falsmania Sejati”.
Seperti Mimpi
Berjumpa denganmu ketika sore nampak begitu cerah
Kau mengajaku menari di atas taman bunga yang begitu indah
Lalu ketika malam menjelang
Kita sama-sama pulang
Keesokan harinya kita kembali bertemu di tempat yang sama
Senyumu nampak lebih manis dari yang sebelumnya
Dengan lembut kau ucapkan sesuatu
Kau begitu bahagia berada di sampingku
Akupun tertawa bangga mendengar kata-katamu
Aku merasa beruntung menjalani hari-hari indah bersamamu
Ini semua seperti mimpi
Mimpi yang kutulis dalam sebuah puisi
Sosokmu adalah goresan pena hasil imajinasi
Senyumu adalah rangkaian kata isyarat hati
Cerita ini seperti mimpi
Mimpi yang kutulis dalam sebuah puisi
Kau mengajaku menari di atas taman bunga yang begitu indah
Lalu ketika malam menjelang
Kita sama-sama pulang
Keesokan harinya kita kembali bertemu di tempat yang sama
Senyumu nampak lebih manis dari yang sebelumnya
Dengan lembut kau ucapkan sesuatu
Kau begitu bahagia berada di sampingku
Akupun tertawa bangga mendengar kata-katamu
Aku merasa beruntung menjalani hari-hari indah bersamamu
Ini semua seperti mimpi
Mimpi yang kutulis dalam sebuah puisi
Sosokmu adalah goresan pena hasil imajinasi
Senyumu adalah rangkaian kata isyarat hati
Cerita ini seperti mimpi
Mimpi yang kutulis dalam sebuah puisi
Kang Jenggul (Ngaku Islam Aja Mung Nang KTP Tok)
Sore kie hawane mendung temen yah? Kayane anu garep udan loh. Mangkat ngarit apa ora yah jan?
Tok tok tok tok tok Assalamualaikum
Kang Jenggul: Walaikumsalam. Eh koe Man. Ngeneh mlebu man. Ana apa kie? Tumben sore-sore dolan meng umahku.
Rahman: Iya kie kang enyong genah arep nyamper rika kon mangkat ngarit koh. Tapi hawane kayong ora mitayani banget. Kayong garep udan apa yah kang?
Kang Jenggul: Kayane loh man. Mendung banget pancen kiye.
Rahman: Dadi dewek garep mangkat ngarit apa ora kiye kang?
Kang Jenggul: Tetep mangkat baelah. Ngger ora mangkat ngarit mengko wedusku garep mangan apa? Sega apa? Ya ora pada doyan yah
Rahman: Gaxgaxgaxgax ya ayuh nek garep mangkat kang. Gageyan mbok selak udan
Kang Jenggul: Ya aja langsung. Bar ngasar bae mbok? Yuh pada ngasar ndipit nang langgar.
Rahman: Ya nganah rika bae kanglah. Enyong tah ora. Anu lagi males banget sembayang koh.
Kang Jenggul: Seh seh seh seh. Wong wis dadi kewajibane koh males. Kanan-kanane kepriwe koe koh man? Koe wong islam pa udu sih?
Rahman: Ya islam koh kang.
Kang Jenggul: Lah jerene wong islam kon sembayang koh males. Islam kue ora mung nang KTP tok man. Tapi nang perbuatan juga. Ngakune islam tapi ratau sembayang kue jenengane ya wong munafik man. Sembayang kue tiang agama. Ibadah sing pertama ndipit di hisab nang gusti Allah kue sembayang man. Bar kue nembe ibadah liane. Paham ora kue jal ?
Rahman: Iya mandan paham kang.
Kang Jenggul: Dadi percuma bae man misale ana wong kelakuane maen banget, sregep nulungi wong liya tapi deweke ora tau sembayang. Genah ibadah sing pertama ndipit di deleng nang gusti Allah kue sembayang. Dadi eman-eman banget ngger koe wong islam tapi ratau sembayang man.
Rahman: Iyalah kang enyong siki wis temenan paham.
Kang Jenggul: Nah kaya kue. Ayuh pada sembayang bareng nang langgar. Bar kue gari mangkat nggolet suket.
Tok tok tok tok tok Assalamualaikum
Kang Jenggul: Walaikumsalam. Eh koe Man. Ngeneh mlebu man. Ana apa kie? Tumben sore-sore dolan meng umahku.
Rahman: Iya kie kang enyong genah arep nyamper rika kon mangkat ngarit koh. Tapi hawane kayong ora mitayani banget. Kayong garep udan apa yah kang?
Kang Jenggul: Kayane loh man. Mendung banget pancen kiye.
Rahman: Dadi dewek garep mangkat ngarit apa ora kiye kang?
Kang Jenggul: Tetep mangkat baelah. Ngger ora mangkat ngarit mengko wedusku garep mangan apa? Sega apa? Ya ora pada doyan yah
Rahman: Gaxgaxgaxgax ya ayuh nek garep mangkat kang. Gageyan mbok selak udan
Kang Jenggul: Ya aja langsung. Bar ngasar bae mbok? Yuh pada ngasar ndipit nang langgar.
Rahman: Ya nganah rika bae kanglah. Enyong tah ora. Anu lagi males banget sembayang koh.
Kang Jenggul: Seh seh seh seh. Wong wis dadi kewajibane koh males. Kanan-kanane kepriwe koe koh man? Koe wong islam pa udu sih?
Rahman: Ya islam koh kang.
Kang Jenggul: Lah jerene wong islam kon sembayang koh males. Islam kue ora mung nang KTP tok man. Tapi nang perbuatan juga. Ngakune islam tapi ratau sembayang kue jenengane ya wong munafik man. Sembayang kue tiang agama. Ibadah sing pertama ndipit di hisab nang gusti Allah kue sembayang man. Bar kue nembe ibadah liane. Paham ora kue jal ?
Rahman: Iya mandan paham kang.
Kang Jenggul: Dadi percuma bae man misale ana wong kelakuane maen banget, sregep nulungi wong liya tapi deweke ora tau sembayang. Genah ibadah sing pertama ndipit di deleng nang gusti Allah kue sembayang. Dadi eman-eman banget ngger koe wong islam tapi ratau sembayang man.
Rahman: Iyalah kang enyong siki wis temenan paham.
Kang Jenggul: Nah kaya kue. Ayuh pada sembayang bareng nang langgar. Bar kue gari mangkat nggolet suket.
Sajak Cinta Penggila Bola
Kisah cinta kita laksana arena pertandingan sepak bola
Aku dan kau bersatu di atas strategi cinta penuh makna
Formasi bahagia menentang derita
Menyerang bertahan itu hal yang biasa
Menyerang saat kita berdua berusaha untuk selalu bertemu walau terhalang benteng kokoh bernama jarak dan konflik
Kita tidak berusaha untuk saling mengalahkan, melainkan untuk saling menguatkan
Bertahan adalah saat aku dan kau mencoba sekuat tenaga menahan egosentris demi keutuhan cinta kita berdua
Perpaduan keduanya akan menghasilkan keseimbangan
Tekad kuat untuk selalu bersatu
Dan menahan ego kala keretakan semakin menekan
Mengatur irama permainan itu perlu
Sebab harmoni dan keselarasan nada akan semakin mengindahkan hubungan kita
Ada suatu masa dimana kita harus berfikir pragmatis
Mencoba melupakan proses yang begitu menyakitkan
Demi keindahan hasil akhir yang kita impikan
Gool adalah teriakan kemenangan kala tuhan menyatukan kita di atas podium bertitel pernikahan
Aku dan kau bersatu di atas strategi cinta penuh makna
Formasi bahagia menentang derita
Menyerang bertahan itu hal yang biasa
Menyerang saat kita berdua berusaha untuk selalu bertemu walau terhalang benteng kokoh bernama jarak dan konflik
Kita tidak berusaha untuk saling mengalahkan, melainkan untuk saling menguatkan
Bertahan adalah saat aku dan kau mencoba sekuat tenaga menahan egosentris demi keutuhan cinta kita berdua
Perpaduan keduanya akan menghasilkan keseimbangan
Tekad kuat untuk selalu bersatu
Dan menahan ego kala keretakan semakin menekan
Mengatur irama permainan itu perlu
Sebab harmoni dan keselarasan nada akan semakin mengindahkan hubungan kita
Ada suatu masa dimana kita harus berfikir pragmatis
Mencoba melupakan proses yang begitu menyakitkan
Demi keindahan hasil akhir yang kita impikan
Gool adalah teriakan kemenangan kala tuhan menyatukan kita di atas podium bertitel pernikahan
Posisi Duduk Menentukan Prestasi Siswa
Mencoba flash back ke masa-masa SMA. Masa-masa
sekolah yang penuh warna dan makna. Dulu sewaktu SMA saya mempunyai
seorang teman yang cukup rajin sekali. Dia selalu berangkat lebih pagi
dari pada siswa yang lainya. Namun yang membuat saya heran adalah
walaupun dia berangkatnya paling pagi tetapi dia lebih memilih untuk
duduk di bangku paling belakang. Dia sama sekali tidak mau duduk di
bangku paling depan.
Karena merasa heran dan penasaran, sayapun mencoba bertanya kepada teman saya tersebut mengenai alasan dia berangkat sekolah paling pagi dan memilih duduk di bangku paling belakang. Dan ternyata jawaban dia sangat simpel. Dia memilih duduk di bangku paling belakang karena posisi duduk itu menentukan prestasi. Orang kalau mau punya prestasi bagus kata dia harus duduk di bangku paling belakang. Bangku paling belakang adalah bangku paling aman dan strategis. Kalau duduk di bangku paling belakang kata teman saya itu jarang sekali mendapatkan pengawasan dari guru. Sehingga kalau sedang ujian bisa nyontek tanpa harus ketahuan.
Dengan begitu maka nilai ujianpun akan bagus dan prestasipun juga mentereng. Terbukti teman saya yang satu ini jarang sekali remidi dan prestasinya cenderung memuaskan.
Hayo buat para guru harus hati-hati yah dengan strategi negatif yang pernah diperagkan oleh teman saya dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA. Mungkin dari sekian banyak siswa kita ada sebagian yang menganut aliran seperti itu. Sehingga guru harus berfikir cerdas kalau tidak mau dibodohi sama siswa.
Karena merasa heran dan penasaran, sayapun mencoba bertanya kepada teman saya tersebut mengenai alasan dia berangkat sekolah paling pagi dan memilih duduk di bangku paling belakang. Dan ternyata jawaban dia sangat simpel. Dia memilih duduk di bangku paling belakang karena posisi duduk itu menentukan prestasi. Orang kalau mau punya prestasi bagus kata dia harus duduk di bangku paling belakang. Bangku paling belakang adalah bangku paling aman dan strategis. Kalau duduk di bangku paling belakang kata teman saya itu jarang sekali mendapatkan pengawasan dari guru. Sehingga kalau sedang ujian bisa nyontek tanpa harus ketahuan.
Dengan begitu maka nilai ujianpun akan bagus dan prestasipun juga mentereng. Terbukti teman saya yang satu ini jarang sekali remidi dan prestasinya cenderung memuaskan.
Hayo buat para guru harus hati-hati yah dengan strategi negatif yang pernah diperagkan oleh teman saya dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA. Mungkin dari sekian banyak siswa kita ada sebagian yang menganut aliran seperti itu. Sehingga guru harus berfikir cerdas kalau tidak mau dibodohi sama siswa.
Belajar pada Sejarah
Jangan belajar padaku nak. Tapi belajarlah pada
sejarah. Karena sejarah adalah guru kehidupan. Sedangkan gurumu ini
adalah orang yang sudah melupakan sejarah. Gurumu ini lupa, bahwa dulu
juga pernah menjadi seorang murid sama seperti kalian.
Maafkan gurumu ini yah nak? Jika selama ini gurumu sudah sering membuat kalian menderita.
Gurumu ini cuma manusia biasa, bukan malaikat. Kalau mau jadi orang hebat belajarlah pada sejarah, pasti kalian semua akan mendapatkan banyak pelajaran berharga. Sejarah sudah membuktikan, bahwa hidup berasal dari mimpi. Jadi kalian kalau mau tetap hidup , harus punya mimpi nak. Orang hidup yang tidak punya mimpi sebenarnya ia telah mati dalam kehidupanya.
Mimpilah setinggi-setingginya nak. Tidak usah takut. Sebab kalaupun terjatuh, kamu masih tetap duduk diantara bintang-bintang.
Bermimpi itu gratis nak. Maka dari itu, mimpilah yang besar. Orang besar selalu terlahir dari seorang pemimpi.
Belajar pada sejarah. Belajar pada kekuatan mimpi.
Maafkan gurumu ini yah nak? Jika selama ini gurumu sudah sering membuat kalian menderita.
Gurumu ini cuma manusia biasa, bukan malaikat. Kalau mau jadi orang hebat belajarlah pada sejarah, pasti kalian semua akan mendapatkan banyak pelajaran berharga. Sejarah sudah membuktikan, bahwa hidup berasal dari mimpi. Jadi kalian kalau mau tetap hidup , harus punya mimpi nak. Orang hidup yang tidak punya mimpi sebenarnya ia telah mati dalam kehidupanya.
Mimpilah setinggi-setingginya nak. Tidak usah takut. Sebab kalaupun terjatuh, kamu masih tetap duduk diantara bintang-bintang.
Bermimpi itu gratis nak. Maka dari itu, mimpilah yang besar. Orang besar selalu terlahir dari seorang pemimpi.
Belajar pada sejarah. Belajar pada kekuatan mimpi.
Sang Peretak Hati
Aku tahu kau selalu menantikan potongan-potongan puisi yang selalu kutempelkan di dinding hati
Tapi perlu kau ingat, aku tak pernah sedetikpun mencoba mengingatmu
Aku dan kau sudah berakhir dalam perasaan
Waktu terus berputar matahari masih tetap bersinar
Sudah saatnya kau melangkah
Meninggalkanku yang masih terkungkung dalam kepahitan
Aku sudah memaafkan masa lalu
Dan juga rangkaian cerita yang kuukir bersamamu
Cerita kita sudah lama usai
Kutinggalkan bersama retakan hati yang tak mungkin utuh lagi
Kuharap kau mengerti
Saat kau baca puisiku ini
Hapus aku dari ingatanmu
Tinggalkan kisahku yang sudah lama layu
Berlarilah tinggalkan aku di sini
Wahai sang peretak hati
Tapi perlu kau ingat, aku tak pernah sedetikpun mencoba mengingatmu
Aku dan kau sudah berakhir dalam perasaan
Waktu terus berputar matahari masih tetap bersinar
Sudah saatnya kau melangkah
Meninggalkanku yang masih terkungkung dalam kepahitan
Aku sudah memaafkan masa lalu
Dan juga rangkaian cerita yang kuukir bersamamu
Cerita kita sudah lama usai
Kutinggalkan bersama retakan hati yang tak mungkin utuh lagi
Kuharap kau mengerti
Saat kau baca puisiku ini
Hapus aku dari ingatanmu
Tinggalkan kisahku yang sudah lama layu
Berlarilah tinggalkan aku di sini
Wahai sang peretak hati
Mendewakan PTK Sama Saja Mendewakan Kebohongan
Sampai sekarang saya masih heran. Zaman sudah sedemikian majunya tapi
kok masih saja banyak orang dan para guru yang mendewakan PTK atau
Penelitian Tindakan Kelas.
Padahal jenis penelitian ini kan sudah ditemukan sejak puluhan tahun yang lalu. PTK atau yang bahasa Inggrisnya adalah Clasroom Action Research ini memang sekarang sedang digandrungi oleh para guru. Karena PTK menjadi syarat mutlak untuk kenaikan pangkat golongan dari IVA ke IVB.
Membicarakan soal PTK, jadi teringat dosen saya dulu ketika masih kuliah. Namanya adalah Dr.H.Y.Padmono, M.Pd. Beliau adalah seorang doctor spesialis ilmu penelitian. Jadi soal penelitian, beliaulah pakarnya. Dan saya punya catatan menarik tentang beliau. Dulu sewaktu masih kuliah, Pak Pad pernah mengharamkan yang namanya PTK kepada para mahasiswanya. Jadi bagi para mahasiswa yang ingin menjadikan beliau sebagai dosen pembimbing skripsi, jangan berani-berani membuat skripsi bergenre PTK. Karena beliau ini memang sangat anti sekali dengan yang namanya PTK. Dimata beliau PTK tak ubahnya seperti sekumpulan sampah.
Kenapa bisa begitu? Alasanya sangat logis. Karena PTK sudah mendidik mahasiswa untuk berbuat bohong. Dan mahasiswa yang notabenya adalah calon guru sangat tak pantas berlaku bohong seperti itu. Kata beliau, seorang peneliti itu boleh salah asal jangan bohong. Seorang peneliti harus mempunyai sikap ilmiah. Jujur adalah satu contoh sikap ilmiah. Dan beliau juga mengungkapkan bahwa peneliti itu berbeda dengan guru. Kalau peneliti boleh salah asal jangan bohong. Tetapi kalu guru tidak boleh salah dan juga tidak boleh bohong. Guru kalau mengajarkan pada murid 4×4=17 itu fatal sekali akibatnya.
Lalu adakah hubungan antara PTK dengan kebohongan? Jelas ada. Para mahasiswa ataupun guru rata-rata beranggapan bahwa yang namanya PTK itu harus berhasil. Padahal faktanya tidak begitu. PTK boleh saja gagal, tetapi para mahasiswa ataupun guru sering merasa malu kalau PTK yang dia lakukan gagal. Sehingga mereka mau tidak mau harus memanipulasi data hasil penelitian supaya PTKnya bisa disebut berhasil. Contohnya: ada seorang guru yang ingin meningkatkan hasil belajar matematika di kelas 6 SD tentang materi bangun ruang menggunakan metode Quantum Teaching.
Tapi setelah diadakan tindakan kelas, ternyata hasil belajar siswa itu tidak naik. Berarti PTKnya gagal. Untuk menutupi kegagalan tersebut agar terlihat berhasil. Sang guru memanipulasi data. Nilai-nilai siswa dinaikan semua sehingga terlihat ada kenaikan dan PTKnyapun bisa disebut berhasil. Disinilah letak kebohongan yang pertama.
Kemudian selain kebohongan yang pertama ternyata masih ada lagi kebohongan yang kedua. Contohnya adalah jika kasus yang sudah saya jelaskan di atas sebelumnya ternyata berhasil. Hasil belajar matematika di kelas 6 materi bangun ruang ternyata meningkat setelah diadakan tindakan kelas. Dan gurupun mengatakan dalam laporan penelitianya bahwa metode Quantum Teaching bisa meningkatkan hasil belajar matematika. Pertanyaan saya adalah apakah benar hasil belajar matematika di kelas 6 meningkat karena siswa diajar menggunakan metode Quantum Teaching?
Jawabanya adalah belum tentu. Karena masih ada variabel lain yang ikut berpengaruh. Variabel lain itu contohnya adalah guru itu sendiri. Jadi hasil belajar matematika di kelas 6 meningkat itu bisa saja karena gurunya yang mengajar berwajah tampan atau cantik. Siswa kalau diajar sama guru yang tampan atau cantik pasti akan semangat sekali belajarnya. Jika semangat belajarnya tinggi otomatis hasil belajarnyapun akan ikut tinggi atau naik. Dan jika guru masih tetap keras kepala tanpa memperhatikan variabel lain, berarti guru sudah melakukan kehobongan. Guru yang nekat mengatakan hasil belajar matematika siswa kelas 6 naik karena metode Quantum Teaching adalah guru pembohong. Hasil belajar matematika meningkat karena gurunya kok dibilang karena metode Quantum Teaching. Disitulah letak kebohongan yang kedua.
Perlu kita semua renungkan bahwa PTK itu tidak harus berhasil. Karena yang diutamakan dalam PTK bukan cuma hasilnya melainkan prosesnya juga. Dan jenis peneletian juga bukan cuma PTK, tetapi masih banyak jenis penelitian yang lain. Semoga saja pemerintah yang diwakili oleh kemendiknas, LPMP, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten dan instansi-instansi lainya mau segera membuka mata mengenai masalah ini. Jangan membatasi guru hanya untuk belajar PTK. Buatlah aturan baru, misal guru harus membuat penelitian bergenre kuantitatif kalau mau naik pangkat dari IVA ke IVB. Ini semua bertujuan agar para guru tidak lagi mendewakan kebohongan.

Padahal jenis penelitian ini kan sudah ditemukan sejak puluhan tahun yang lalu. PTK atau yang bahasa Inggrisnya adalah Clasroom Action Research ini memang sekarang sedang digandrungi oleh para guru. Karena PTK menjadi syarat mutlak untuk kenaikan pangkat golongan dari IVA ke IVB.
Membicarakan soal PTK, jadi teringat dosen saya dulu ketika masih kuliah. Namanya adalah Dr.H.Y.Padmono, M.Pd. Beliau adalah seorang doctor spesialis ilmu penelitian. Jadi soal penelitian, beliaulah pakarnya. Dan saya punya catatan menarik tentang beliau. Dulu sewaktu masih kuliah, Pak Pad pernah mengharamkan yang namanya PTK kepada para mahasiswanya. Jadi bagi para mahasiswa yang ingin menjadikan beliau sebagai dosen pembimbing skripsi, jangan berani-berani membuat skripsi bergenre PTK. Karena beliau ini memang sangat anti sekali dengan yang namanya PTK. Dimata beliau PTK tak ubahnya seperti sekumpulan sampah.
Kenapa bisa begitu? Alasanya sangat logis. Karena PTK sudah mendidik mahasiswa untuk berbuat bohong. Dan mahasiswa yang notabenya adalah calon guru sangat tak pantas berlaku bohong seperti itu. Kata beliau, seorang peneliti itu boleh salah asal jangan bohong. Seorang peneliti harus mempunyai sikap ilmiah. Jujur adalah satu contoh sikap ilmiah. Dan beliau juga mengungkapkan bahwa peneliti itu berbeda dengan guru. Kalau peneliti boleh salah asal jangan bohong. Tetapi kalu guru tidak boleh salah dan juga tidak boleh bohong. Guru kalau mengajarkan pada murid 4×4=17 itu fatal sekali akibatnya.
Lalu adakah hubungan antara PTK dengan kebohongan? Jelas ada. Para mahasiswa ataupun guru rata-rata beranggapan bahwa yang namanya PTK itu harus berhasil. Padahal faktanya tidak begitu. PTK boleh saja gagal, tetapi para mahasiswa ataupun guru sering merasa malu kalau PTK yang dia lakukan gagal. Sehingga mereka mau tidak mau harus memanipulasi data hasil penelitian supaya PTKnya bisa disebut berhasil. Contohnya: ada seorang guru yang ingin meningkatkan hasil belajar matematika di kelas 6 SD tentang materi bangun ruang menggunakan metode Quantum Teaching.
Tapi setelah diadakan tindakan kelas, ternyata hasil belajar siswa itu tidak naik. Berarti PTKnya gagal. Untuk menutupi kegagalan tersebut agar terlihat berhasil. Sang guru memanipulasi data. Nilai-nilai siswa dinaikan semua sehingga terlihat ada kenaikan dan PTKnyapun bisa disebut berhasil. Disinilah letak kebohongan yang pertama.
Kemudian selain kebohongan yang pertama ternyata masih ada lagi kebohongan yang kedua. Contohnya adalah jika kasus yang sudah saya jelaskan di atas sebelumnya ternyata berhasil. Hasil belajar matematika di kelas 6 materi bangun ruang ternyata meningkat setelah diadakan tindakan kelas. Dan gurupun mengatakan dalam laporan penelitianya bahwa metode Quantum Teaching bisa meningkatkan hasil belajar matematika. Pertanyaan saya adalah apakah benar hasil belajar matematika di kelas 6 meningkat karena siswa diajar menggunakan metode Quantum Teaching?
Jawabanya adalah belum tentu. Karena masih ada variabel lain yang ikut berpengaruh. Variabel lain itu contohnya adalah guru itu sendiri. Jadi hasil belajar matematika di kelas 6 meningkat itu bisa saja karena gurunya yang mengajar berwajah tampan atau cantik. Siswa kalau diajar sama guru yang tampan atau cantik pasti akan semangat sekali belajarnya. Jika semangat belajarnya tinggi otomatis hasil belajarnyapun akan ikut tinggi atau naik. Dan jika guru masih tetap keras kepala tanpa memperhatikan variabel lain, berarti guru sudah melakukan kehobongan. Guru yang nekat mengatakan hasil belajar matematika siswa kelas 6 naik karena metode Quantum Teaching adalah guru pembohong. Hasil belajar matematika meningkat karena gurunya kok dibilang karena metode Quantum Teaching. Disitulah letak kebohongan yang kedua.
Perlu kita semua renungkan bahwa PTK itu tidak harus berhasil. Karena yang diutamakan dalam PTK bukan cuma hasilnya melainkan prosesnya juga. Dan jenis peneletian juga bukan cuma PTK, tetapi masih banyak jenis penelitian yang lain. Semoga saja pemerintah yang diwakili oleh kemendiknas, LPMP, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten dan instansi-instansi lainya mau segera membuka mata mengenai masalah ini. Jangan membatasi guru hanya untuk belajar PTK. Buatlah aturan baru, misal guru harus membuat penelitian bergenre kuantitatif kalau mau naik pangkat dari IVA ke IVB. Ini semua bertujuan agar para guru tidak lagi mendewakan kebohongan.
Ditantang Nikah Sama Asmirandah
Senin malam pukul 19.00, aku diundang oleh
keluarganya Gita untuk makan malam di rumahnya. Hari ini papanya ulang
tahun. Di rumahnya ada acara kecil-kecilan. Aku tentu tak mau
menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini adalah moment yang tepat untuk
melakukan pendekatan dengan Om Erwin papanya Gita.
Mesin mobil aku nyalakan, dan akupun langsung meluncur menuju rumahnya Gita. Gita ini adalah pacar gelapku. Aku jadian sama dia baru 3 bulan yang lalu. Dia ceweku yang kedua. Selain Gita aku masih punya cewe satu lagi. Namanya Asmirandah, pacarku yang pertama. Aku menjalankan hubungan cinta segitiga ini secara rapih. Sehingga tidak ada seorangpun yang tahu kalau aku mempunyai dua cewe. Maklum, sebagai pria aku punya segalanya.
Apapun yang cewe butuhkan aku punya. Wajahku tampan, punya pekerjaan tetap, dan aku termasuk keluarga pejabat. Papaku adalah anggota DPR. Sedangkan mamaku adalah seorang kepala rumah sakit swasta di Jakarta. Dengan bermodalkan semuanya ini aku bisa mendapatkan apa saja yang aku suka. Termasuk cewe-cewe cantik.
15 menit setelah pukul 19.00 aku nyampe di rumahnya Gita. Akupun langsung disapa oleh senyum ramah seluruh penghuni rumah.
“Selamat malam om tante”
aku langsung bersalaman dengan mama dan papanya Gita.
“Om selamat ulang tahun yah?”
Kataku sambil memberikan sebuah kado berisikan jam tangan yang berlapiskan berlian.
Acara makan malampun dimulai. Setelah selesai makan, papa dan mamanya Gita langsung pergi menuju kamar. Sedangkan aku duduk berdua bersama Gita di ruang tamu. Kami ngobrol ke sana ke mari soal hubungun cinta kita. Sampai tak terasa jam ditanganku sudah menunjukan pukul 21.00.
Akupun langsung pamit pulang kepada Gita dan keluarganya. Dengan mengendarai mobil fortuner warna silver aku menuju rumah. Tapi di tengah jalan tiba-tiba handphoneku berbunyi. Sepintas kulihat layar HP, ternyata yang menelponku adalah pacarku yang pertama Asmirandah.
Telpon langsung aku angkat.
“Sayang di mana kamu?”
Tanya Asmirandah
“E aku lagi di jalan sayang”
“Jam segini masih di jalan? Emangnya kamu dari mana?”
“Oh ini sayang. Tadi aku ada acara makan malam bersama rekan bisnis.”
“Kamu gak usah bohong !!! Coba kamu jawab jujur, kamu habis dari mana !!!”
Tanya Asmirandah dengan nada membentak.
“Iya aku gak bohong sayang. Aku memang habis ada acara makan malam sama rekan bisnisku.”
“Aku gak percaya !!! Tega kamu yah sayang? Selama ini kamu sudah membongi aku terus. Ternyata di belakangku kamu punya cewe lain !!!”
Akupun langsung tersentak mendengar jawaban dari Asmirandah. Hatiku langsung bertanya-tanya, bagaimana dia bisa tahu kalau aku punya pacar gelap.
“Maksudnya apa sayang? Aq gak ngerti apa yang kamu maksudkan. Tadi aku memang ada acara malam dengan rekan bisnis”
Jawabku pura-pura tidak tahu. Sambil menutupi apa yang sebenarnya terjadi.
“Bohong !!! Kamu kok tega banget sih ngelakui ini semua ke aku. Padahal aku kan sayang banget sama aku.”
Jawab Asmirandah sambil menangis.
“Sayang dengarkan aku dulu. Akan aku jelaskan semuanya.”
“Gak perlu !!! Aku sudah tahu semuanya !!! Sekarang aku cuma butuh bukti. Kalau kamu memang benar-benar cinta sama aku, aku mau besok kita menikah !!! Buktikan kalau kamu memang cinta !!! Nikahi aku besok. Kalau nggak, mending kita putus sekarang juga !!!”
Mesin mobil aku nyalakan, dan akupun langsung meluncur menuju rumahnya Gita. Gita ini adalah pacar gelapku. Aku jadian sama dia baru 3 bulan yang lalu. Dia ceweku yang kedua. Selain Gita aku masih punya cewe satu lagi. Namanya Asmirandah, pacarku yang pertama. Aku menjalankan hubungan cinta segitiga ini secara rapih. Sehingga tidak ada seorangpun yang tahu kalau aku mempunyai dua cewe. Maklum, sebagai pria aku punya segalanya.
Apapun yang cewe butuhkan aku punya. Wajahku tampan, punya pekerjaan tetap, dan aku termasuk keluarga pejabat. Papaku adalah anggota DPR. Sedangkan mamaku adalah seorang kepala rumah sakit swasta di Jakarta. Dengan bermodalkan semuanya ini aku bisa mendapatkan apa saja yang aku suka. Termasuk cewe-cewe cantik.
15 menit setelah pukul 19.00 aku nyampe di rumahnya Gita. Akupun langsung disapa oleh senyum ramah seluruh penghuni rumah.
“Selamat malam om tante”
aku langsung bersalaman dengan mama dan papanya Gita.
“Om selamat ulang tahun yah?”
Kataku sambil memberikan sebuah kado berisikan jam tangan yang berlapiskan berlian.
Acara makan malampun dimulai. Setelah selesai makan, papa dan mamanya Gita langsung pergi menuju kamar. Sedangkan aku duduk berdua bersama Gita di ruang tamu. Kami ngobrol ke sana ke mari soal hubungun cinta kita. Sampai tak terasa jam ditanganku sudah menunjukan pukul 21.00.
Akupun langsung pamit pulang kepada Gita dan keluarganya. Dengan mengendarai mobil fortuner warna silver aku menuju rumah. Tapi di tengah jalan tiba-tiba handphoneku berbunyi. Sepintas kulihat layar HP, ternyata yang menelponku adalah pacarku yang pertama Asmirandah.
Telpon langsung aku angkat.
“Sayang di mana kamu?”
Tanya Asmirandah
“E aku lagi di jalan sayang”
“Jam segini masih di jalan? Emangnya kamu dari mana?”
“Oh ini sayang. Tadi aku ada acara makan malam bersama rekan bisnis.”
“Kamu gak usah bohong !!! Coba kamu jawab jujur, kamu habis dari mana !!!”
Tanya Asmirandah dengan nada membentak.
“Iya aku gak bohong sayang. Aku memang habis ada acara makan malam sama rekan bisnisku.”
“Aku gak percaya !!! Tega kamu yah sayang? Selama ini kamu sudah membongi aku terus. Ternyata di belakangku kamu punya cewe lain !!!”
Akupun langsung tersentak mendengar jawaban dari Asmirandah. Hatiku langsung bertanya-tanya, bagaimana dia bisa tahu kalau aku punya pacar gelap.
“Maksudnya apa sayang? Aq gak ngerti apa yang kamu maksudkan. Tadi aku memang ada acara malam dengan rekan bisnis”
Jawabku pura-pura tidak tahu. Sambil menutupi apa yang sebenarnya terjadi.
“Bohong !!! Kamu kok tega banget sih ngelakui ini semua ke aku. Padahal aku kan sayang banget sama aku.”
Jawab Asmirandah sambil menangis.
“Sayang dengarkan aku dulu. Akan aku jelaskan semuanya.”
“Gak perlu !!! Aku sudah tahu semuanya !!! Sekarang aku cuma butuh bukti. Kalau kamu memang benar-benar cinta sama aku, aku mau besok kita menikah !!! Buktikan kalau kamu memang cinta !!! Nikahi aku besok. Kalau nggak, mending kita putus sekarang juga !!!”
Pengalamanku Digombali Asmirandah
Pengalaman ini kualami pada tanggal 25 Februari 2013. Waktu itu
adalah hari minggu. Aku sedang jalan-jalan di Palembang Square. Aku
sendirian karena memang pada saat itu statusku sedang jomblo. Dari rumah
aku niatnya sih cuma mau cari buku buat bahan mengajar. Dan buku yang
kucaripun akhirnya kudapat. Aku lihat jam yang melingkar di pergelangan
tangan kiriku. Ternyata waktu menunjukan pukul 10.00. Karena merasa
masih terlalu pagi untuk pulang, akhirnya akupun memutuskan untuk tetap
berada di Palembang Square. Aku naik ke lantai 3. Itung-itung cuci mata.
Siapa tahu ada pemandangan bagus di sana. Dan ternyata sangat luar
biasa. Benar-benar ajaib. Apa yang aku harapkan ternyata menjadi
kenyataan. Di sana ada pemandangan yang sangat bagus sekali. Aku melihat
artis cantik favoritku “Asmirandah” sedang syuting di sana. Mungkin dia
sedang syuting iklan untuk sebuah produk pakaian. Ini adalah
pemandangan langka. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Akupun
mencoba mendekati lokasi syuting Asmirandah. Akhirnya aku bisa juga
melihat pesinetron cantik ini dari dekat.
Dan lagi-lagi hal luar biasa yang tak pernah kuduga terjadi. Selesai syuting Asmirandah mendekatiku yang sedang berdiri di belakang seorang kameramen. Dan diapun menyapaku duluan.
Asmirandah: Kamu Rahman Hidayat kan?
Aku: Iya betul
Asmirandah: Kamu yang suka nulis artikel di kompasiana itu kan?
Aku: Iya betul mba Andah. Mba kok tahu sih?
(Tanyaku sambil tersenyum bangga)
Dan Asmirandah pun menjawab
Asmirandah: Iya lah aku pasti tahu. Soalnya kamu sudah mempostingkan hatiku
JEDEERRR……….
Berasa seperti disambar petir di tengah gurun pasir. Mimpi apa yah aku semalam? Digombali sama artis cantik sekaliber Asmirandah rasanya gimana gitu.
Akupun mencoba menjawab gombalanya Asmirandah dengan sok polos
Aku: Ah mba Asmirandah ini bisa aja
Asmirandah: Eh Rahman kamu mau gak nemenin aku beli HP. Di sini ada kan tempat jual HP?
Aku: Mau banget mba. Emangnya mba Asmirandah gak punya HP apa?
(tanyaku polos)
Asmirandah: Ya punya sih. Tapi HP aku yang sekarang jelek. Aku pingin beli HP baru yang lebih bagus
Aku: Oh gitu. Kalau boleh tau HP yang sekarang jelek apanya sih mba?
Asmirandah: Ini logo emotionnya yang jelek banget
Aku: Logo emotion yang mana mba andah?
Asmirandah: Logo emotion senyum. Logo emotion senyum di HP aku itu gak ada yang semanis senyum kamu
JEDEERRR LAGI…….
Ini untuk yang kedua kalinya aku digombali sama Asmirandah. Rasanya melayang-layang seperti di luar angkasa. Bener-bener gak nyangka. Artis secantik dia pinter nggombal juga ternyata.
Aku terdiam tersipu malu. Bingung mau jawab apa. Dari tadi digombali terus sama artis cantik.
Asmirandah: Eh Rahman jangan bengong aja dong. Diajak ngobrol kok malah bengong sendiri
Aku: Hehehe maaf mba Andah. Dari tadi mba nggombal terus sih. Aku nya jadi gak bisa ngomong ini
Asmirandah: Ih siapa yang nggombal? Aku serius kali, gak lagi nggombal. Eh Rahman
Aku: Iya mba
Asmirandah: Kalau aku amati penampilan kamu, kayaknya kamu termasuk tipe cowo yang hobi ke diskotik yah?
Aku benar-benar bingung dengan pertanyaanya Asmirandah kali ini. Diskotik dari hongkong apa??? Cowo baik-baik kaya gini gak mungkinlah hobi ke diskotik. Tapi aku tau, ini pasti cuma triknya Asmirandah untuk menggombaliku lagi. Jadi walaupun aku sebenernya gak pernah ke diskotik, akan aku jawab “iya” aja deh
Aku: Iya, koh tau sih mba?
Asmirandah: Tau dong. Soalnya kamu sudah mendugemkan hatiku
GUBRAK…….
Dan akhirnya akupun pingsan. Nyerah deh. 3 kali digombali sama artis cantik sekaliber Asmirandah. Aku benar-benar yakin. Cewe yang satu ini pasti hobi banget deh nonton OVJ sama Raja Gombal. Atau jangan-jangan dia malah muridnya Andre Taulani???
Dan lagi-lagi hal luar biasa yang tak pernah kuduga terjadi. Selesai syuting Asmirandah mendekatiku yang sedang berdiri di belakang seorang kameramen. Dan diapun menyapaku duluan.
Asmirandah: Kamu Rahman Hidayat kan?
Aku: Iya betul
Asmirandah: Kamu yang suka nulis artikel di kompasiana itu kan?
Aku: Iya betul mba Andah. Mba kok tahu sih?
(Tanyaku sambil tersenyum bangga)
Dan Asmirandah pun menjawab
Asmirandah: Iya lah aku pasti tahu. Soalnya kamu sudah mempostingkan hatiku
JEDEERRR……….
Berasa seperti disambar petir di tengah gurun pasir. Mimpi apa yah aku semalam? Digombali sama artis cantik sekaliber Asmirandah rasanya gimana gitu.
Akupun mencoba menjawab gombalanya Asmirandah dengan sok polos
Aku: Ah mba Asmirandah ini bisa aja
Asmirandah: Eh Rahman kamu mau gak nemenin aku beli HP. Di sini ada kan tempat jual HP?
Aku: Mau banget mba. Emangnya mba Asmirandah gak punya HP apa?
(tanyaku polos)
Asmirandah: Ya punya sih. Tapi HP aku yang sekarang jelek. Aku pingin beli HP baru yang lebih bagus
Aku: Oh gitu. Kalau boleh tau HP yang sekarang jelek apanya sih mba?
Asmirandah: Ini logo emotionnya yang jelek banget
Aku: Logo emotion yang mana mba andah?
Asmirandah: Logo emotion senyum. Logo emotion senyum di HP aku itu gak ada yang semanis senyum kamu
JEDEERRR LAGI…….
Ini untuk yang kedua kalinya aku digombali sama Asmirandah. Rasanya melayang-layang seperti di luar angkasa. Bener-bener gak nyangka. Artis secantik dia pinter nggombal juga ternyata.
Aku terdiam tersipu malu. Bingung mau jawab apa. Dari tadi digombali terus sama artis cantik.
Asmirandah: Eh Rahman jangan bengong aja dong. Diajak ngobrol kok malah bengong sendiri
Aku: Hehehe maaf mba Andah. Dari tadi mba nggombal terus sih. Aku nya jadi gak bisa ngomong ini
Asmirandah: Ih siapa yang nggombal? Aku serius kali, gak lagi nggombal. Eh Rahman
Aku: Iya mba
Asmirandah: Kalau aku amati penampilan kamu, kayaknya kamu termasuk tipe cowo yang hobi ke diskotik yah?
Aku benar-benar bingung dengan pertanyaanya Asmirandah kali ini. Diskotik dari hongkong apa??? Cowo baik-baik kaya gini gak mungkinlah hobi ke diskotik. Tapi aku tau, ini pasti cuma triknya Asmirandah untuk menggombaliku lagi. Jadi walaupun aku sebenernya gak pernah ke diskotik, akan aku jawab “iya” aja deh
Aku: Iya, koh tau sih mba?
Asmirandah: Tau dong. Soalnya kamu sudah mendugemkan hatiku
GUBRAK…….
Dan akhirnya akupun pingsan. Nyerah deh. 3 kali digombali sama artis cantik sekaliber Asmirandah. Aku benar-benar yakin. Cewe yang satu ini pasti hobi banget deh nonton OVJ sama Raja Gombal. Atau jangan-jangan dia malah muridnya Andre Taulani???
Akhir Pekan Adalah Berkah, Terutama Bagi Mereka yang Tak Mencintai Pekerjaanya
Bagi orang-orang yang tak mencintai pekerjaanya,
pasti menganggap akhir pekan adalah sebuah berkah. Jadi hari sabtu dan
minggu pasti akan mereka gunakan untuk bersenang-senang, memanjakan
diri, refresing, liburan, dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa
mereka manfaatkan untuk sejenak melupakan pekerjaan dan rutinitas.
Hari sabtu pasti selalu dirindukan oleh orang-orang yang tak mencintai pekerjaanya. Maklum saja, karena mereka semua menganggap pekerjaan seperti sebuah beban berat. Apa lagi harus dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Beehh pasti rasanya seperti kerja rodi pada zaman penjajahan VOC yah?
Lain ceritanya dengan orang yang mencintai pekerjaanya. Kalau orang yang mencintai pekerjaanya pasti menganggap semua hari sama saja. Sama istimewanya maksudnya. Bersenang-senang tidak harus di akhir pekan. Di hari apa saja bisa selama dia mencintai pekerjaanya. Lalu apakah salah orang yang tidak mencintai pekerjaanya dan menganggap akhir pekan adalah sebuah berkah? Tidak sepenuhnya salah, tapi hal ini jelas akan menimbulkan suatu dampak. Ketika akhir pekan berakhir dan hari senin datang, mereka akan merasa seperti masuk kembali ke lubang penderitaan. Mereka merasa sudah dinanti-nanti oleh banyak tugas berat dan harus berkutat kembali ke dalam rutinitas yang membosankan. Orang kalau bekerja dengan setengah hati tanpa kesungguhan pasti hasilnya juga akan setengah-setengah.
Pesan saya, cintailah pekerjaanmu apapun itu. Cinta pada pekerjaan adalah salah satu bentuk syukur kita pada tuhan.
Hari sabtu pasti selalu dirindukan oleh orang-orang yang tak mencintai pekerjaanya. Maklum saja, karena mereka semua menganggap pekerjaan seperti sebuah beban berat. Apa lagi harus dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Beehh pasti rasanya seperti kerja rodi pada zaman penjajahan VOC yah?
Lain ceritanya dengan orang yang mencintai pekerjaanya. Kalau orang yang mencintai pekerjaanya pasti menganggap semua hari sama saja. Sama istimewanya maksudnya. Bersenang-senang tidak harus di akhir pekan. Di hari apa saja bisa selama dia mencintai pekerjaanya. Lalu apakah salah orang yang tidak mencintai pekerjaanya dan menganggap akhir pekan adalah sebuah berkah? Tidak sepenuhnya salah, tapi hal ini jelas akan menimbulkan suatu dampak. Ketika akhir pekan berakhir dan hari senin datang, mereka akan merasa seperti masuk kembali ke lubang penderitaan. Mereka merasa sudah dinanti-nanti oleh banyak tugas berat dan harus berkutat kembali ke dalam rutinitas yang membosankan. Orang kalau bekerja dengan setengah hati tanpa kesungguhan pasti hasilnya juga akan setengah-setengah.
Pesan saya, cintailah pekerjaanmu apapun itu. Cinta pada pekerjaan adalah salah satu bentuk syukur kita pada tuhan.
Kasihan adalah Wujud Lain dari Kesombongan
Sujiwo Tedjo adalah salah seorang publik figur yang
hobi sekali ngetwitt. Dalang gaul ini setiap hari selalu berkicau di
situs jejaring sosial berlambang burung biru.
Sayapun sebagai salah satu pengguna twiter sangat menyukai twet-twetnya. Twet-twetnya sangat sederhana namun sarat makna dan mencerdaskan. Salah satu tema yang dibahas semalam adalah mengenai kesombongan.
Penulis buku “Ngawur Karena Benar” ini memang terkenal sebagai orang yang sangat sombong namun selalu berkata apa adanya. Dia pernah berkata dalam twettnya “Kalau sombongmu nanggung, jangan berani-berani ketemu sama aku. Karena kalau kamu ketemu aku pasti kamu akan minder.”
Diapun mengamini bahwa dirinya sendiri adalah pribadi yang sombong. Tapi kata beliau lebih baik jadi orang yang sombong terang-terangan dari pada orang yang sombong tapi selalu menutupi. Orang yang sombong tetapi selalu menutupi kesombonganya itu dosanya 2 kali. Yaitu dosa sombong dan dosa munafik.
Di twitternya (@sujiwotedjo) dia juga berkata, bahwa kasihan adalah wujud lain dari kesombongan. Contohnya adalah ketika si kaya membantu si miskin karena kasihan. Berarti si kaya merasa lebih mampu dan beruntung dari si miskin. Ini adalah bentuk kesombongan. Karena kaya dan miskin keduanya itu sama-sama ujian.
Jadi pesan beliau kalau mau membantu orang jangan pakai “kasihan”.
Sayapun sebagai salah satu pengguna twiter sangat menyukai twet-twetnya. Twet-twetnya sangat sederhana namun sarat makna dan mencerdaskan. Salah satu tema yang dibahas semalam adalah mengenai kesombongan.
Penulis buku “Ngawur Karena Benar” ini memang terkenal sebagai orang yang sangat sombong namun selalu berkata apa adanya. Dia pernah berkata dalam twettnya “Kalau sombongmu nanggung, jangan berani-berani ketemu sama aku. Karena kalau kamu ketemu aku pasti kamu akan minder.”
Diapun mengamini bahwa dirinya sendiri adalah pribadi yang sombong. Tapi kata beliau lebih baik jadi orang yang sombong terang-terangan dari pada orang yang sombong tapi selalu menutupi. Orang yang sombong tetapi selalu menutupi kesombonganya itu dosanya 2 kali. Yaitu dosa sombong dan dosa munafik.
Di twitternya (@sujiwotedjo) dia juga berkata, bahwa kasihan adalah wujud lain dari kesombongan. Contohnya adalah ketika si kaya membantu si miskin karena kasihan. Berarti si kaya merasa lebih mampu dan beruntung dari si miskin. Ini adalah bentuk kesombongan. Karena kaya dan miskin keduanya itu sama-sama ujian.
Jadi pesan beliau kalau mau membantu orang jangan pakai “kasihan”.
Memberikan Label Positif Pada Anak
Satu hal yang perlu diingat oleh guru dan para orang
tua. Bahwa karakter anak itu bisa terbentuk oleh ucapan guru dan orang
tuanya. Oleh karena itu kita sebagai guru dan orang tua harus
berhati-hati dalam memberikan label pada anak.
Kalau kita melabeli anak dengan label negatif, maka dia akan mempunyai karakter yang negatif. Dan juga sebaliknya, kalau kita ingin anak kita mempunyai karakter positif maka kita harus memberikan label yang positif pada anak-anak kita.
Guru dan orang tua kadang sering sekali tidak sadar mengenai hal ini. Sehingga mereka lebih sering memberikan label negatif pada anak. Kita sebagai guru dan orang tua seharusnya bisa bertindak secara bijak, dengan cara mengganti label yang negatif itu menjadi positif.
Misalnya label anak “susah dibilangin” harus diganti menjadi “berpendirian teguh” atau “berkemauan keras”. Dan mulai sekarang gunakanlah label “kreatif” untuk anak yang sebelumnya kita labeli sebagai anak yang “nakal”. Mudah-mudahan ini bisa jadi awal dirinya menjadi lebih baik.
Tugas guru adalah mencari sisi positif dari siswanya, walaupun kecil dan sederhana tapi sangatlah bermakna.
Kalau kita melabeli anak dengan label negatif, maka dia akan mempunyai karakter yang negatif. Dan juga sebaliknya, kalau kita ingin anak kita mempunyai karakter positif maka kita harus memberikan label yang positif pada anak-anak kita.
Guru dan orang tua kadang sering sekali tidak sadar mengenai hal ini. Sehingga mereka lebih sering memberikan label negatif pada anak. Kita sebagai guru dan orang tua seharusnya bisa bertindak secara bijak, dengan cara mengganti label yang negatif itu menjadi positif.
Misalnya label anak “susah dibilangin” harus diganti menjadi “berpendirian teguh” atau “berkemauan keras”. Dan mulai sekarang gunakanlah label “kreatif” untuk anak yang sebelumnya kita labeli sebagai anak yang “nakal”. Mudah-mudahan ini bisa jadi awal dirinya menjadi lebih baik.
Tugas guru adalah mencari sisi positif dari siswanya, walaupun kecil dan sederhana tapi sangatlah bermakna.
Mencoba Bangkit
Mencoba bangkit dari keterpurukan
Menggunakan kaki sendiri kucoba tuk berdiri
Ini tidaklah mudah ketika aku hampir menyerah
Aku tak butuh bantuanmu, bantuanya dan bantuan mereka
Mencoba bangkit di tengah situasi yang semakin sulit
Aku tak pernah peduli pada bau busuk keadaan
Seberat apapun itu, pastilah masih ada celah yang bisa kutemukan
Lihatlah aku sekarang, kakiku sudah mulai kuat menapaki tajamnya batu kehidupan
Mencoba bangkit walaupun dunia tak lagi berpihak
Ini jalan hidupku, tak seharusnya aku bergantung padamu
Duka ini akan segera kuakhiri
Tanpamu aku pasti bisa berlari
Mencoba bangkit dan bersiap tuk terbang tinggi
Awan yang cerah adalah sahabat sejati
Di sini aku mampu berdiri
Menggenggam mimpi menaklukan duka di hati
Menggunakan kaki sendiri kucoba tuk berdiri
Ini tidaklah mudah ketika aku hampir menyerah
Aku tak butuh bantuanmu, bantuanya dan bantuan mereka
Mencoba bangkit di tengah situasi yang semakin sulit
Aku tak pernah peduli pada bau busuk keadaan
Seberat apapun itu, pastilah masih ada celah yang bisa kutemukan
Lihatlah aku sekarang, kakiku sudah mulai kuat menapaki tajamnya batu kehidupan
Mencoba bangkit walaupun dunia tak lagi berpihak
Ini jalan hidupku, tak seharusnya aku bergantung padamu
Duka ini akan segera kuakhiri
Tanpamu aku pasti bisa berlari
Mencoba bangkit dan bersiap tuk terbang tinggi
Awan yang cerah adalah sahabat sejati
Di sini aku mampu berdiri
Menggenggam mimpi menaklukan duka di hati
Langganan:
Komentar (Atom)