Saat menjelang akhir masa SMA, saya mulai dipusingkan
oleh sesuatu. Saya selalu sibuk untuk memikirkan mau ke mana setelah
saya lulus SMA? Lalu munculah sebuah jawaban yaitu “Kuliah”. Setelah
satu pertanyaan terjawab, muncul lagi pertanyaan berikutnya. Yaitu mau
kuliah di mana?
Itu pertanyaan yang tidak mudah bagi saya. Dan saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Akhirnya saya mencoba berdiskusi dengan orang tua untuk memutuskan jawabanya.
Sejak kecil cita-cita saya menjadi guru. Saya memang dibesarkan di keluarga guru. Ayah dan kedua kakak perempuan saya adalah seorang guru. Oleh karena itu saya pingin sekali mengikuti jejak ayah dan kakak-kakak saya.
Setelah berdiskusi dengan orang tua, pertanyaan pun terjawab. Kata orang tua saya ada 2 tempat yang bisa saya pilih. Yang pertama adalah UNY Yogyakarta dan yang kedua adalah UNNES Semarang. Dan saya lebih memilih yang kedua yaitu UNNES Semarang.
Kedua kakak saya adalah jebolan UNY Yogyakarta, oleh karena itu saya pingin mencoba sesuatu yang baru. Tempat kuliah sudah diputuskan dan selanjutnya tinggal memutuskan jurusan apa yang akan saya ambil.
Dari awal sebenarnya lebih condong ke guru SMA. Saya sangat berminat sekali menjadi guru sosiologi atau guru sejarah. Kedua pelajaran tersebut adalah pelajaran yang paling saya sukai sewaktu SMA. Tapi ayah saya menyaran untuk menjadi guru SD saja. Kata ayah saya, guru SD peluang diangkat menjadi PNSnya itu lebih besar. Soalnya jumlah sekolahan SD yang ada di kabupaten Banyumas itu lebih banyak dari pada sekolahan SMA. Sehingga bisa disimpulkan bahwa guru SD itu lebih dibutuhkan dari pada guru SMA.
Kemudian saya pun berfikir, ternyata benar juga apa yang dikatakan oleh ayah saya. Jadi saya putuskan untuk kuliah di UNNES mengambil jurusan PGSD.
Dan di pertengahan semester 2 pendaftaran mahasiswa baru di beberapa Universitas mulai dibuka. Mendaftarnya secara kolektif lewat sekolah. Pendaftaranya pun ada 2 jalur, yaitu jalur PMDK dan jalur ujian atau tes. Lalu saya mencoba mendaftar di UNNES. Kalau di UNNES pendaftaran mahasiswa baru dibuka melalui jalur ujian tulis. Dan khusus jurusan PGSD ada 2 buah tesnya. Yaitu tes tertulis dan tes wawancara. Pada saat mendaftar, saya diharuskan memilih 2 jurusan. Lalu saya pun memilih S1 PGSD pilihan pertama dan S1 Pendidikan Sejarah untuk pilihan yang kedua. Setelah proses pendaftaran selesai, beberapa minggu berikutnya saya mengikuti tes di Semarang.
Satu bulan setelah tes, hasilnya pun diumumkan. Dan saya dinyatan diterima. Tapi bukan untuk jurusan S1 PGSD, melainkan jurusan S1 Pendidikan Sejarah. Saya sedikit kecewa karena gagal masuk S1 PGSD. Dan sayapun memutuskan tidak mengambil S1 Pendidikan Sejarah. Saya akan mencoba mendaftar lagi di UNNES pada kesempatan berikutnya melalui jalur SPMB Nasional.
Itu pertanyaan yang tidak mudah bagi saya. Dan saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Akhirnya saya mencoba berdiskusi dengan orang tua untuk memutuskan jawabanya.
Sejak kecil cita-cita saya menjadi guru. Saya memang dibesarkan di keluarga guru. Ayah dan kedua kakak perempuan saya adalah seorang guru. Oleh karena itu saya pingin sekali mengikuti jejak ayah dan kakak-kakak saya.
Setelah berdiskusi dengan orang tua, pertanyaan pun terjawab. Kata orang tua saya ada 2 tempat yang bisa saya pilih. Yang pertama adalah UNY Yogyakarta dan yang kedua adalah UNNES Semarang. Dan saya lebih memilih yang kedua yaitu UNNES Semarang.
Kedua kakak saya adalah jebolan UNY Yogyakarta, oleh karena itu saya pingin mencoba sesuatu yang baru. Tempat kuliah sudah diputuskan dan selanjutnya tinggal memutuskan jurusan apa yang akan saya ambil.
Dari awal sebenarnya lebih condong ke guru SMA. Saya sangat berminat sekali menjadi guru sosiologi atau guru sejarah. Kedua pelajaran tersebut adalah pelajaran yang paling saya sukai sewaktu SMA. Tapi ayah saya menyaran untuk menjadi guru SD saja. Kata ayah saya, guru SD peluang diangkat menjadi PNSnya itu lebih besar. Soalnya jumlah sekolahan SD yang ada di kabupaten Banyumas itu lebih banyak dari pada sekolahan SMA. Sehingga bisa disimpulkan bahwa guru SD itu lebih dibutuhkan dari pada guru SMA.
Kemudian saya pun berfikir, ternyata benar juga apa yang dikatakan oleh ayah saya. Jadi saya putuskan untuk kuliah di UNNES mengambil jurusan PGSD.
Dan di pertengahan semester 2 pendaftaran mahasiswa baru di beberapa Universitas mulai dibuka. Mendaftarnya secara kolektif lewat sekolah. Pendaftaranya pun ada 2 jalur, yaitu jalur PMDK dan jalur ujian atau tes. Lalu saya mencoba mendaftar di UNNES. Kalau di UNNES pendaftaran mahasiswa baru dibuka melalui jalur ujian tulis. Dan khusus jurusan PGSD ada 2 buah tesnya. Yaitu tes tertulis dan tes wawancara. Pada saat mendaftar, saya diharuskan memilih 2 jurusan. Lalu saya pun memilih S1 PGSD pilihan pertama dan S1 Pendidikan Sejarah untuk pilihan yang kedua. Setelah proses pendaftaran selesai, beberapa minggu berikutnya saya mengikuti tes di Semarang.
Satu bulan setelah tes, hasilnya pun diumumkan. Dan saya dinyatan diterima. Tapi bukan untuk jurusan S1 PGSD, melainkan jurusan S1 Pendidikan Sejarah. Saya sedikit kecewa karena gagal masuk S1 PGSD. Dan sayapun memutuskan tidak mengambil S1 Pendidikan Sejarah. Saya akan mencoba mendaftar lagi di UNNES pada kesempatan berikutnya melalui jalur SPMB Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.