“Oh iyalah rik, kalau memang begitu besok akan ku SMS dia. Kalo
sekarang takutnya ngganggu. Jam segini mungkin di Inggris masih sore.”
“Ya ela masa cuma sms? Telpon dong. Hahahahaha”
“Mahal woy, secara ke luar negeri gitu loh”
“Namanya juga cinta rif. Butuh perjuangan.”
“Iya iya. Ya udah aku tidur dulu yah? Dah ngantuk ini.”
“Oke bro. Met istirahat yah? Sampai ketemu lagi besok pagi.”
“Sipp. Ya udah, Assalamualaikum”
“Walaikumsalam”
Setelah obrolan selesai, telpon kututup. Kutaruh HP di meja dekat kasur dan langsung deh terbang melayang menuju alam mimpi.
¤Keesokan Harinya Di Tempat Kerja¤
Saat sedang duduk di kantor satpam tiba-tiba aku dipanggil oleh seseorang.
“Syarif….”
“Saya pak” jawabku
“Ke sini, saya mau minta tolong”
“Siap pak”
Yang memanggilku ternyata adalah Pak Fandi. Dia masih muda, umurnya baru 26 tahun atau lebih tua 2 tahun dari aku. Dia salah satau pegawai di perusahaan ini. Dia bertugas di bagian keuangan.
Ternyata dia mau minta tolong foto copykan sesuatu kepadaku.
“Syarif minta tolong foto copykan ini ya? 5 rangkap, ini uangnya.”
Ucapnya sambil menyodorkan beberapa lembar kertas dan uang 20rb kepadaku.
“Siap pak”
Jawabku sambil bergegas ke luar untuk menuju tempat foto copy.
Setelah selesai memfoto copy. Aku kembali ke kantor dan segera menyerahkan hasil foto copyan tadi kepada Pak Fandi.
Tok…tok…tok
“Masuk”
Ucap pak fandi
Lalu akupun masuk dan menyerahkan hasil foto copyanya ke Pak Fandi.
“Oke, terima kasih ya rif”
“Sama-sama pak”
Aku segera keluar dan menuju pos satpam. Di sana sudah ada Erik dan Pak Junaedi yang sedang berjaga.
“Disuruh ngapain tadi rif”
Tanya Erik kepadaku
“Itu Pak Fandi minta tolong foto copy kan sesuatu”
“Ohh…”
Aku menengok ke jam dinding. Ternyata waktu sudah menunjukan puku 11.00 siang. Lalu aku mengambil HP yang ada di saku celana dan mencoba SMS Hesti.”
“Assalamualaikum. Met siang Bu Dokter. Gimana kbarnya”
Begitulah bunyi SMS yang aku kirim kepada Hesti
Sudah 20menit berlalu, tapi tetep Hesti belum membalas SMSku. Lalu akupun mencoba untuk menelponya. 3 kali aku menelpon dia, dan hasilnya nihil. Dia tidak mengangkat telpon dariku.
Lalu akupun menuju ke luar, menghampiri Erik yang sedang berdiri di dekat pintu gerbang.
“Rik tadi aku sudah SMS Hesti, tapi dia tidak membalas. Dan kucoba telpon tapi tidak diangkat.”
“Ya sabar lah rif. Mungkin di sana dia lagi sibuk. Tunggu ajalah”
Waktu terasa begitu cepat berlalu. Dan sekarang sudah menunjukan pukul 13.00 WIB.
“Rik, gimana ini Hesti? Katanya kangen dan pingin ketemu. Tapi diSMS gak bales, ditelpon gak diangkat. Apa mungkin dia sudah tidak kangen lagi yah?"
“Hahahahaha wah gak taulah rif. Coba ditunggu saja sampai nanti malam.”
“Sampai malam apa? Katanya kangen. Mungkin cuma kangen sesaat aja dia. Gak mungkinlah dia gak bales SMSku dan angkat telponku kalau memang dia benar-benar kangen. Biasanya kalau orang dapat SMS dari seseorang yang dirindukanya kan perasaanya seneng banget. Lah ini koq malah gak ada respon sama sekali. Aku jadi bingung sama dia. Sebenernya maunya apa sih?”
“Ya ela masa cuma sms? Telpon dong. Hahahahaha”
“Mahal woy, secara ke luar negeri gitu loh”
“Namanya juga cinta rif. Butuh perjuangan.”
“Iya iya. Ya udah aku tidur dulu yah? Dah ngantuk ini.”
“Oke bro. Met istirahat yah? Sampai ketemu lagi besok pagi.”
“Sipp. Ya udah, Assalamualaikum”
“Walaikumsalam”
Setelah obrolan selesai, telpon kututup. Kutaruh HP di meja dekat kasur dan langsung deh terbang melayang menuju alam mimpi.
¤Keesokan Harinya Di Tempat Kerja¤
Saat sedang duduk di kantor satpam tiba-tiba aku dipanggil oleh seseorang.
“Syarif….”
“Saya pak” jawabku
“Ke sini, saya mau minta tolong”
“Siap pak”
Yang memanggilku ternyata adalah Pak Fandi. Dia masih muda, umurnya baru 26 tahun atau lebih tua 2 tahun dari aku. Dia salah satau pegawai di perusahaan ini. Dia bertugas di bagian keuangan.
Ternyata dia mau minta tolong foto copykan sesuatu kepadaku.
“Syarif minta tolong foto copykan ini ya? 5 rangkap, ini uangnya.”
Ucapnya sambil menyodorkan beberapa lembar kertas dan uang 20rb kepadaku.
“Siap pak”
Jawabku sambil bergegas ke luar untuk menuju tempat foto copy.
Setelah selesai memfoto copy. Aku kembali ke kantor dan segera menyerahkan hasil foto copyan tadi kepada Pak Fandi.
Tok…tok…tok
“Masuk”
Ucap pak fandi
Lalu akupun masuk dan menyerahkan hasil foto copyanya ke Pak Fandi.
“Oke, terima kasih ya rif”
“Sama-sama pak”
Aku segera keluar dan menuju pos satpam. Di sana sudah ada Erik dan Pak Junaedi yang sedang berjaga.
“Disuruh ngapain tadi rif”
Tanya Erik kepadaku
“Itu Pak Fandi minta tolong foto copy kan sesuatu”
“Ohh…”
Aku menengok ke jam dinding. Ternyata waktu sudah menunjukan puku 11.00 siang. Lalu aku mengambil HP yang ada di saku celana dan mencoba SMS Hesti.”
“Assalamualaikum. Met siang Bu Dokter. Gimana kbarnya”
Begitulah bunyi SMS yang aku kirim kepada Hesti
Sudah 20menit berlalu, tapi tetep Hesti belum membalas SMSku. Lalu akupun mencoba untuk menelponya. 3 kali aku menelpon dia, dan hasilnya nihil. Dia tidak mengangkat telpon dariku.
Lalu akupun menuju ke luar, menghampiri Erik yang sedang berdiri di dekat pintu gerbang.
“Rik tadi aku sudah SMS Hesti, tapi dia tidak membalas. Dan kucoba telpon tapi tidak diangkat.”
“Ya sabar lah rif. Mungkin di sana dia lagi sibuk. Tunggu ajalah”
Waktu terasa begitu cepat berlalu. Dan sekarang sudah menunjukan pukul 13.00 WIB.
“Rik, gimana ini Hesti? Katanya kangen dan pingin ketemu. Tapi diSMS gak bales, ditelpon gak diangkat. Apa mungkin dia sudah tidak kangen lagi yah?"
“Hahahahaha wah gak taulah rif. Coba ditunggu saja sampai nanti malam.”
“Sampai malam apa? Katanya kangen. Mungkin cuma kangen sesaat aja dia. Gak mungkinlah dia gak bales SMSku dan angkat telponku kalau memang dia benar-benar kangen. Biasanya kalau orang dapat SMS dari seseorang yang dirindukanya kan perasaanya seneng banget. Lah ini koq malah gak ada respon sama sekali. Aku jadi bingung sama dia. Sebenernya maunya apa sih?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.