Sabtu, 30 Maret 2013

Ibumu Bukan Seorang Penjahat

Aku terbangun di ujung malam
Ketika hujan dan petir mencoba merusak keindahan malam
Aku segera keluar dari ruang nyaman tempatku meracik mimpi
Kulihat sebuah jam yang melekat di dinding
Dia memberitahuku bahwa malam akan segera memberikan singgasananya pada sang pagi

Aku melangkah ke ruang tamu
Kulihat di sana ada bapakku
Dia terlihat sedang menangis sambil memegang foto ibuku

Apa yang terjadi pak?
Tanyaku polos pada bapak
Tidak ada apa-apa nak
Sekedar mengenang ibumu
Yang entah kini berada di mana
Andai saja dia ada bersama kita
Mungkin kehidupan ini akan lebih berwarna

Sudahlah pak lupakan ibu
Aku sudah cukup bahagia bisa hidup bersama bapak
Mungkin ibu sudah menemukan kebahagiaan sendiri di sana
Kita tidak pantas memikirkanya

Jangan begitu nak
Sampai kapanpun dia tetap ibumu
Ibu yang sudah melahirkanmu
Kau harus tetap memanjatkan doa untuknya
Agar dia bisa kembali bersama kita

Tapi ibu jahat pak
Dia sudah meninggalkan kita berdua dalam kesengsaraan
Apa pantas kita merindukan dan mendoakan penjahat yang sudah menyengsarakan kita?

Berhentilah berkata seperti itu nak
Ibumu bukan seorang penjahat
Dia adalah seorang malaikat
Bapak yakin ibumu akan pulang di saat yang tepat
Sabar yah nak?
Bapak tahu kamu pasti marah sekali sama ibu
Tapi ingatlah nak dia surgamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.