Hari masih sangatlah gelap. Maklum Azan subuh baru saja berkumandang
sekitar 10 menit yang lalu. Sepeda ontel yang kuparkir di samping rumah
sudah siap menemaniku menaklukan dinginya udara pagi.
Aku seorang penjual koran. Pekerjaan memaksaku untuk selalu bangun lebih pagi dari yang lain. Aku harus secepatnya melesat sebelum ayam-ayam berkokok. Aku segera keluar dari rumah sambil menutup pintu. Aku sudah siap menaiki sepeda ontel kesayanganku. Tapi tiba-tiba ada suara perempuan memanggilku. Dan ternyata dia adalah kakak perempuanku. Lalu akupun segera menghampirinya.
“Ada apa memanggilku kak?”
Tanyaku pada kakak perempuanku.
“Ini de, udara di luar kan sangat dingin. Jadi kamu pakailah jaket ini. Ini jaket kakak dulu waktu masih SMA. Sudah sedikit lusuh memang. Tapi lumayan koq bisa sedikit melindungi tubuhmu dari dinginnya udara pagi.”
Jawab kakaku sambil memberi penjelasan.
“Oh iya makasih kak. Sini langsung aku pakai jaketnya.”
Setelah jaket kupakai, aku langsung mengayuh sepeda ontelku. Aku langsung menuju ke kota. Dari rumahku menuju ke kota membutuhkan waktu sekitar satu jam. Kota memang tempat favoritku menjual koran. Di sana banyak sekali kantor-kantor instansi. Dan di sana pegawainya banyak sekali yang berlangganan koranku.
Udara pagi benar-benar dingin. Wajar saja karena sekarang adalah musim kemarau. Dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakak perempuanku. Jaket lusuh ini cukup menghangatkan tubuhku dan terbukti ampuh melindungi diriku dari dinginnya udara pagi.
Aku seorang penjual koran. Pekerjaan memaksaku untuk selalu bangun lebih pagi dari yang lain. Aku harus secepatnya melesat sebelum ayam-ayam berkokok. Aku segera keluar dari rumah sambil menutup pintu. Aku sudah siap menaiki sepeda ontel kesayanganku. Tapi tiba-tiba ada suara perempuan memanggilku. Dan ternyata dia adalah kakak perempuanku. Lalu akupun segera menghampirinya.
“Ada apa memanggilku kak?”
Tanyaku pada kakak perempuanku.
“Ini de, udara di luar kan sangat dingin. Jadi kamu pakailah jaket ini. Ini jaket kakak dulu waktu masih SMA. Sudah sedikit lusuh memang. Tapi lumayan koq bisa sedikit melindungi tubuhmu dari dinginnya udara pagi.”
Jawab kakaku sambil memberi penjelasan.
“Oh iya makasih kak. Sini langsung aku pakai jaketnya.”
Setelah jaket kupakai, aku langsung mengayuh sepeda ontelku. Aku langsung menuju ke kota. Dari rumahku menuju ke kota membutuhkan waktu sekitar satu jam. Kota memang tempat favoritku menjual koran. Di sana banyak sekali kantor-kantor instansi. Dan di sana pegawainya banyak sekali yang berlangganan koranku.
Udara pagi benar-benar dingin. Wajar saja karena sekarang adalah musim kemarau. Dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakak perempuanku. Jaket lusuh ini cukup menghangatkan tubuhku dan terbukti ampuh melindungi diriku dari dinginnya udara pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.