Sabtu, 30 Maret 2013

Posisi Duduk Menentukan Prestasi Siswa

Mencoba flash back ke masa-masa SMA. Masa-masa sekolah yang penuh warna dan makna. Dulu sewaktu SMA saya mempunyai seorang teman yang cukup rajin sekali. Dia selalu berangkat lebih pagi dari pada siswa yang lainya. Namun yang membuat saya heran adalah walaupun dia berangkatnya paling pagi tetapi dia lebih memilih untuk duduk di bangku paling belakang. Dia sama sekali tidak mau duduk di bangku paling depan.

Karena merasa heran dan penasaran, sayapun mencoba bertanya kepada teman saya tersebut mengenai alasan dia berangkat sekolah paling pagi dan memilih duduk di bangku paling belakang. Dan ternyata jawaban dia sangat simpel. Dia memilih duduk di bangku paling belakang karena posisi duduk itu menentukan prestasi. Orang kalau mau punya prestasi bagus kata dia harus duduk di bangku paling belakang. Bangku paling belakang adalah bangku paling aman dan strategis. Kalau duduk di bangku paling belakang kata teman saya itu jarang sekali mendapatkan pengawasan dari guru. Sehingga kalau sedang ujian bisa nyontek tanpa harus ketahuan.

Dengan begitu maka nilai ujianpun akan bagus dan prestasipun juga mentereng. Terbukti teman saya yang satu ini jarang sekali remidi dan prestasinya cenderung memuaskan.

Hayo buat para guru harus hati-hati yah dengan strategi negatif yang pernah diperagkan oleh teman saya dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA. Mungkin dari sekian banyak siswa kita ada sebagian yang menganut aliran seperti itu. Sehingga guru harus berfikir cerdas kalau tidak mau dibodohi sama siswa.

Belajar pada Sejarah

Jangan belajar padaku nak. Tapi belajarlah pada sejarah. Karena sejarah adalah guru kehidupan. Sedangkan gurumu ini adalah orang yang sudah melupakan sejarah. Gurumu ini lupa, bahwa dulu juga pernah menjadi seorang murid sama seperti kalian.

Maafkan gurumu ini yah nak? Jika selama ini gurumu sudah sering membuat kalian menderita.

Gurumu ini cuma manusia biasa, bukan malaikat. Kalau mau jadi orang hebat belajarlah pada sejarah, pasti kalian semua akan mendapatkan banyak pelajaran berharga. Sejarah sudah membuktikan, bahwa hidup berasal dari mimpi. Jadi kalian kalau mau tetap hidup , harus punya mimpi nak. Orang hidup yang tidak punya mimpi sebenarnya ia telah mati dalam kehidupanya.

Mimpilah setinggi-setingginya nak. Tidak usah takut. Sebab kalaupun terjatuh, kamu masih tetap duduk diantara bintang-bintang.

Bermimpi itu gratis nak. Maka dari itu, mimpilah yang besar. Orang besar selalu terlahir dari seorang pemimpi.

Belajar pada sejarah. Belajar pada kekuatan mimpi.

Sang Peretak Hati

Aku tahu kau selalu menantikan potongan-potongan puisi yang selalu kutempelkan di dinding hati
Tapi perlu kau ingat, aku tak pernah sedetikpun mencoba mengingatmu
Aku dan kau sudah berakhir dalam perasaan
Waktu terus berputar matahari masih tetap bersinar

Sudah saatnya kau melangkah
Meninggalkanku yang masih terkungkung dalam kepahitan
Aku sudah memaafkan masa lalu
Dan juga rangkaian cerita yang kuukir bersamamu

Cerita kita sudah lama usai
Kutinggalkan bersama retakan hati yang tak mungkin utuh lagi
Kuharap kau mengerti
Saat kau baca puisiku ini

Hapus aku dari ingatanmu
Tinggalkan kisahku yang sudah lama layu
Berlarilah tinggalkan aku di sini
Wahai sang peretak hati

Mendewakan PTK Sama Saja Mendewakan Kebohongan

Sampai sekarang saya masih heran. Zaman sudah sedemikian majunya tapi kok masih saja banyak orang dan para guru yang mendewakan PTK atau Penelitian Tindakan Kelas.

Padahal jenis penelitian ini kan sudah ditemukan sejak puluhan tahun yang lalu. PTK atau yang bahasa Inggrisnya adalah Clasroom Action Research ini memang sekarang sedang digandrungi oleh para guru. Karena PTK menjadi syarat mutlak untuk kenaikan pangkat golongan dari IVA ke IVB.

Membicarakan soal PTK, jadi teringat dosen saya dulu ketika masih kuliah. Namanya adalah Dr.H.Y.Padmono, M.Pd. Beliau adalah seorang doctor spesialis ilmu penelitian. Jadi soal penelitian, beliaulah pakarnya. Dan saya punya catatan menarik tentang beliau. Dulu sewaktu masih kuliah, Pak Pad pernah mengharamkan yang namanya PTK kepada para mahasiswanya. Jadi bagi para mahasiswa yang ingin menjadikan beliau sebagai dosen pembimbing skripsi, jangan berani-berani membuat skripsi bergenre PTK. Karena beliau ini memang sangat anti sekali dengan yang namanya PTK. Dimata beliau PTK tak ubahnya seperti sekumpulan sampah.

Kenapa bisa begitu? Alasanya sangat logis. Karena PTK sudah mendidik mahasiswa untuk berbuat bohong. Dan mahasiswa yang notabenya adalah calon guru sangat tak pantas berlaku bohong seperti itu. Kata beliau, seorang peneliti itu boleh salah asal jangan bohong. Seorang peneliti harus mempunyai sikap ilmiah. Jujur adalah satu contoh sikap ilmiah. Dan beliau juga mengungkapkan bahwa peneliti itu berbeda dengan guru. Kalau peneliti boleh salah asal jangan bohong. Tetapi kalu guru tidak boleh salah dan juga tidak boleh bohong. Guru kalau mengajarkan pada murid 4×4=17 itu fatal sekali akibatnya.
Lalu adakah hubungan antara PTK dengan kebohongan? Jelas ada. Para mahasiswa ataupun guru rata-rata beranggapan bahwa yang namanya PTK itu harus berhasil. Padahal faktanya tidak begitu. PTK boleh saja gagal, tetapi para mahasiswa ataupun guru sering merasa malu kalau PTK yang dia lakukan gagal. Sehingga mereka mau tidak mau harus memanipulasi data hasil penelitian supaya PTKnya bisa disebut berhasil. Contohnya: ada seorang guru yang ingin meningkatkan hasil belajar matematika di kelas 6 SD tentang materi bangun ruang menggunakan metode Quantum Teaching.

Tapi setelah diadakan tindakan kelas, ternyata hasil belajar siswa itu tidak naik. Berarti PTKnya gagal. Untuk menutupi kegagalan tersebut agar terlihat berhasil. Sang guru memanipulasi data. Nilai-nilai siswa dinaikan semua sehingga terlihat ada kenaikan dan PTKnyapun bisa disebut berhasil. Disinilah letak kebohongan yang pertama.

Kemudian selain kebohongan yang pertama ternyata masih ada lagi kebohongan yang kedua. Contohnya adalah jika kasus yang sudah saya jelaskan di atas sebelumnya ternyata berhasil. Hasil belajar matematika di kelas 6 materi bangun ruang ternyata meningkat setelah diadakan tindakan kelas. Dan gurupun mengatakan dalam laporan penelitianya bahwa metode Quantum Teaching bisa meningkatkan hasil belajar matematika. Pertanyaan saya adalah apakah benar hasil belajar matematika di kelas 6 meningkat karena siswa diajar menggunakan metode Quantum Teaching?

Jawabanya adalah belum tentu. Karena masih ada variabel lain yang ikut berpengaruh. Variabel lain itu contohnya adalah guru itu sendiri. Jadi hasil belajar matematika di kelas 6 meningkat itu bisa saja karena gurunya yang mengajar berwajah tampan atau cantik. Siswa kalau diajar sama guru yang tampan atau cantik pasti akan semangat sekali belajarnya. Jika semangat belajarnya tinggi otomatis hasil belajarnyapun akan ikut tinggi atau naik. Dan jika guru masih tetap keras kepala tanpa memperhatikan variabel lain, berarti guru sudah melakukan kehobongan. Guru yang nekat mengatakan hasil belajar matematika siswa kelas 6 naik karena metode Quantum Teaching adalah guru pembohong. Hasil belajar matematika meningkat karena gurunya kok dibilang karena metode Quantum Teaching. Disitulah letak kebohongan yang kedua.

Perlu kita semua renungkan bahwa PTK itu tidak harus berhasil. Karena yang diutamakan dalam PTK bukan cuma hasilnya melainkan prosesnya juga. Dan jenis peneletian juga bukan cuma PTK, tetapi masih banyak jenis penelitian yang lain. Semoga saja pemerintah yang diwakili oleh kemendiknas, LPMP, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten dan instansi-instansi lainya mau segera membuka mata mengenai masalah ini. Jangan membatasi guru hanya untuk belajar PTK. Buatlah aturan baru, misal guru harus membuat penelitian bergenre kuantitatif kalau mau naik pangkat dari IVA ke IVB. Ini semua bertujuan agar para guru tidak lagi mendewakan kebohongan.

13627156641275377226

Ditantang Nikah Sama Asmirandah

Senin malam pukul 19.00, aku diundang oleh keluarganya Gita untuk makan malam di rumahnya. Hari ini papanya ulang tahun. Di rumahnya ada acara kecil-kecilan. Aku tentu tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini adalah moment yang tepat untuk melakukan pendekatan dengan Om Erwin papanya Gita.

Mesin mobil aku nyalakan, dan akupun langsung meluncur menuju rumahnya Gita. Gita ini adalah pacar gelapku. Aku jadian sama dia baru 3 bulan yang lalu. Dia ceweku yang kedua. Selain Gita aku masih punya cewe satu lagi. Namanya Asmirandah, pacarku yang pertama. Aku menjalankan hubungan cinta segitiga ini secara rapih. Sehingga tidak ada seorangpun yang tahu kalau aku mempunyai dua cewe. Maklum, sebagai pria aku punya segalanya.

Apapun yang cewe butuhkan aku punya. Wajahku tampan, punya pekerjaan tetap, dan aku termasuk keluarga pejabat. Papaku adalah anggota DPR. Sedangkan mamaku adalah seorang kepala rumah sakit swasta di Jakarta. Dengan bermodalkan semuanya ini aku bisa mendapatkan apa saja yang aku suka. Termasuk cewe-cewe cantik.

15 menit setelah pukul 19.00 aku nyampe di rumahnya Gita. Akupun langsung disapa oleh senyum ramah seluruh penghuni rumah.

“Selamat malam om tante”
aku langsung bersalaman dengan mama dan papanya Gita.

“Om selamat ulang tahun yah?”
Kataku sambil memberikan sebuah kado berisikan jam tangan yang berlapiskan berlian.

Acara makan malampun dimulai. Setelah selesai makan, papa dan mamanya Gita langsung pergi menuju kamar. Sedangkan aku duduk berdua bersama Gita di ruang tamu. Kami ngobrol ke sana ke mari soal hubungun cinta kita. Sampai tak terasa jam ditanganku sudah menunjukan pukul 21.00.

Akupun langsung pamit pulang kepada Gita dan keluarganya. Dengan mengendarai mobil fortuner warna silver aku menuju rumah. Tapi di tengah jalan tiba-tiba handphoneku berbunyi. Sepintas kulihat layar HP, ternyata yang menelponku adalah pacarku yang pertama Asmirandah.

Telpon langsung aku angkat.

“Sayang di mana kamu?”
Tanya Asmirandah

“E aku lagi di jalan sayang”

“Jam segini masih di jalan? Emangnya kamu dari mana?”

“Oh ini sayang. Tadi aku ada acara makan malam bersama rekan bisnis.”

“Kamu gak usah bohong !!! Coba kamu jawab jujur, kamu habis dari mana !!!”
Tanya Asmirandah dengan nada membentak.

“Iya aku gak bohong sayang. Aku memang habis ada acara makan malam sama rekan bisnisku.”

“Aku gak percaya !!! Tega kamu yah sayang? Selama ini kamu sudah membongi aku terus. Ternyata di belakangku kamu punya cewe lain !!!”

Akupun langsung tersentak mendengar jawaban dari Asmirandah. Hatiku langsung bertanya-tanya, bagaimana dia bisa tahu kalau aku punya pacar gelap.

“Maksudnya apa sayang? Aq gak ngerti apa yang kamu maksudkan. Tadi aku memang ada acara malam dengan rekan bisnis”
Jawabku pura-pura tidak tahu. Sambil menutupi apa yang sebenarnya terjadi.

“Bohong !!! Kamu kok tega banget sih ngelakui ini semua ke aku. Padahal aku kan sayang banget sama aku.”
Jawab Asmirandah sambil menangis.

“Sayang dengarkan aku dulu. Akan aku jelaskan semuanya.”

“Gak perlu !!! Aku sudah tahu semuanya !!! Sekarang aku cuma butuh bukti. Kalau kamu memang benar-benar cinta sama aku, aku mau besok kita menikah !!! Buktikan kalau kamu memang cinta !!! Nikahi aku besok. Kalau nggak, mending kita putus sekarang juga !!!”

Pengalamanku Digombali Asmirandah

Pengalaman ini kualami pada tanggal 25 Februari 2013. Waktu itu adalah hari minggu. Aku sedang jalan-jalan di Palembang Square. Aku sendirian karena memang pada saat itu statusku sedang jomblo. Dari rumah aku niatnya sih cuma mau cari buku buat bahan mengajar. Dan buku yang kucaripun akhirnya kudapat. Aku lihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Ternyata waktu menunjukan pukul 10.00. Karena merasa masih terlalu pagi untuk pulang, akhirnya akupun memutuskan untuk tetap berada di Palembang Square. Aku naik ke lantai 3. Itung-itung cuci mata. Siapa tahu ada pemandangan bagus di sana. Dan ternyata sangat luar biasa. Benar-benar ajaib. Apa yang aku harapkan ternyata menjadi kenyataan. Di sana ada pemandangan yang sangat bagus sekali. Aku melihat artis cantik favoritku “Asmirandah” sedang syuting di sana. Mungkin dia sedang syuting iklan untuk sebuah produk pakaian. Ini adalah pemandangan langka. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Akupun mencoba mendekati lokasi syuting Asmirandah. Akhirnya aku bisa juga melihat pesinetron cantik ini dari dekat.

Dan lagi-lagi hal luar biasa yang tak pernah kuduga terjadi. Selesai syuting Asmirandah mendekatiku yang sedang berdiri di belakang seorang kameramen. Dan diapun menyapaku duluan.

Asmirandah: Kamu Rahman Hidayat kan?

Aku: Iya betul

Asmirandah: Kamu yang suka nulis artikel di kompasiana itu kan?

Aku: Iya betul mba Andah. Mba kok tahu sih?
(Tanyaku sambil tersenyum bangga)

Dan Asmirandah pun menjawab
Asmirandah: Iya lah aku pasti tahu. Soalnya kamu sudah mempostingkan hatiku

JEDEERRR……….
Berasa seperti disambar petir di tengah gurun pasir. Mimpi apa yah aku semalam? Digombali sama artis cantik sekaliber Asmirandah rasanya gimana gitu.
Akupun mencoba menjawab gombalanya Asmirandah dengan sok polos

Aku: Ah mba Asmirandah ini bisa aja

Asmirandah: Eh Rahman kamu mau gak nemenin aku beli HP. Di sini ada kan tempat jual HP?

Aku: Mau banget mba. Emangnya mba Asmirandah gak punya HP apa?
(tanyaku polos)

Asmirandah: Ya punya sih. Tapi HP aku yang sekarang jelek. Aku pingin beli HP baru yang lebih bagus

Aku: Oh gitu. Kalau boleh tau HP yang sekarang jelek apanya sih mba?

Asmirandah: Ini logo emotionnya yang jelek banget

Aku: Logo emotion yang mana mba andah?

Asmirandah: Logo emotion senyum. Logo emotion senyum di HP aku itu gak ada yang semanis senyum kamu

JEDEERRR LAGI…….
Ini untuk yang kedua kalinya aku digombali sama Asmirandah. Rasanya melayang-layang seperti di luar angkasa. Bener-bener gak nyangka. Artis secantik dia pinter nggombal juga ternyata.
Aku terdiam tersipu malu. Bingung mau jawab apa. Dari tadi digombali terus sama artis cantik.

Asmirandah: Eh Rahman jangan bengong aja dong. Diajak ngobrol kok malah bengong sendiri

Aku: Hehehe maaf mba Andah. Dari tadi mba nggombal terus sih. Aku nya jadi gak bisa ngomong ini

Asmirandah: Ih siapa yang nggombal? Aku serius kali, gak lagi nggombal. Eh Rahman

Aku: Iya mba

Asmirandah: Kalau aku amati penampilan kamu, kayaknya kamu termasuk tipe cowo yang hobi ke diskotik yah?

Aku benar-benar bingung dengan pertanyaanya Asmirandah kali ini. Diskotik dari hongkong apa??? Cowo baik-baik kaya gini gak mungkinlah hobi ke diskotik. Tapi aku tau, ini pasti cuma triknya Asmirandah untuk menggombaliku lagi. Jadi walaupun aku sebenernya gak pernah ke diskotik, akan aku jawab “iya” aja deh

Aku: Iya, koh tau sih mba?

Asmirandah: Tau dong. Soalnya kamu sudah mendugemkan hatiku
GUBRAK…….

Dan akhirnya akupun pingsan. Nyerah deh. 3 kali digombali sama artis cantik sekaliber Asmirandah. Aku benar-benar yakin. Cewe yang satu ini pasti hobi banget deh nonton OVJ sama Raja Gombal. Atau jangan-jangan dia malah muridnya Andre Taulani???

Akhir Pekan Adalah Berkah, Terutama Bagi Mereka yang Tak Mencintai Pekerjaanya

Bagi orang-orang yang tak mencintai pekerjaanya, pasti menganggap akhir pekan adalah sebuah berkah. Jadi hari sabtu dan minggu pasti akan mereka gunakan untuk bersenang-senang, memanjakan diri, refresing, liburan, dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa mereka manfaatkan untuk sejenak melupakan pekerjaan dan rutinitas.

Hari sabtu pasti selalu dirindukan oleh orang-orang yang tak mencintai pekerjaanya. Maklum saja, karena mereka semua menganggap pekerjaan seperti sebuah beban berat. Apa lagi harus dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Beehh pasti rasanya seperti kerja rodi pada zaman penjajahan VOC yah?

Lain ceritanya dengan orang yang mencintai pekerjaanya. Kalau orang yang mencintai pekerjaanya pasti menganggap semua hari sama saja. Sama istimewanya maksudnya. Bersenang-senang tidak harus di akhir pekan. Di hari apa saja bisa selama dia mencintai pekerjaanya. Lalu apakah salah orang yang tidak mencintai pekerjaanya dan menganggap akhir pekan adalah sebuah berkah? Tidak sepenuhnya salah, tapi hal ini jelas akan menimbulkan suatu dampak. Ketika akhir pekan berakhir dan hari senin datang, mereka akan merasa seperti masuk kembali ke lubang penderitaan. Mereka merasa sudah dinanti-nanti oleh banyak tugas berat dan harus berkutat kembali ke dalam rutinitas yang membosankan. Orang kalau bekerja dengan setengah hati tanpa kesungguhan pasti hasilnya juga akan setengah-setengah.

Pesan saya, cintailah pekerjaanmu apapun itu. Cinta pada pekerjaan adalah salah satu bentuk syukur kita pada tuhan.

Kasihan adalah Wujud Lain dari Kesombongan

Sujiwo Tedjo adalah salah seorang publik figur yang hobi sekali ngetwitt. Dalang gaul ini setiap hari selalu berkicau di situs jejaring sosial berlambang burung biru.

Sayapun sebagai salah satu pengguna twiter sangat menyukai twet-twetnya. Twet-twetnya sangat sederhana namun sarat makna dan mencerdaskan. Salah satu tema yang dibahas semalam adalah mengenai kesombongan.

Penulis buku “Ngawur Karena Benar” ini memang terkenal sebagai orang yang sangat sombong namun selalu berkata apa adanya. Dia pernah berkata dalam twettnya “Kalau sombongmu nanggung, jangan berani-berani ketemu sama aku. Karena kalau kamu ketemu aku pasti kamu akan minder.”

Diapun mengamini bahwa dirinya sendiri adalah pribadi yang sombong. Tapi kata beliau lebih baik jadi orang yang sombong terang-terangan dari pada orang yang sombong tapi selalu menutupi. Orang yang sombong tetapi selalu menutupi kesombonganya itu dosanya 2 kali. Yaitu dosa sombong dan dosa munafik.

Di twitternya (@sujiwotedjo) dia juga berkata, bahwa kasihan adalah wujud lain dari kesombongan. Contohnya adalah ketika si kaya membantu si miskin karena kasihan. Berarti si kaya merasa lebih mampu dan beruntung dari si miskin. Ini adalah bentuk kesombongan. Karena kaya dan miskin keduanya itu sama-sama ujian.

Jadi pesan beliau kalau mau membantu orang jangan pakai “kasihan”.

Memberikan Label Positif Pada Anak

Satu hal yang perlu diingat oleh guru dan para orang tua. Bahwa karakter anak itu bisa terbentuk oleh ucapan guru dan orang tuanya. Oleh karena itu kita sebagai guru dan orang tua harus berhati-hati dalam memberikan label pada anak.

Kalau kita melabeli anak dengan label negatif, maka dia akan mempunyai karakter yang negatif. Dan juga sebaliknya, kalau kita ingin anak kita mempunyai karakter positif maka kita harus memberikan label yang positif pada anak-anak kita.

Guru dan orang tua kadang sering sekali tidak sadar mengenai hal ini. Sehingga mereka lebih sering memberikan label negatif pada anak. Kita sebagai guru dan orang tua seharusnya bisa bertindak secara bijak, dengan cara mengganti label yang negatif itu menjadi positif.

Misalnya label anak “susah dibilangin” harus diganti menjadi “berpendirian teguh” atau “berkemauan keras”. Dan mulai sekarang gunakanlah label “kreatif” untuk anak yang sebelumnya kita labeli sebagai anak yang “nakal”. Mudah-mudahan ini bisa jadi awal dirinya menjadi lebih baik.

Tugas guru adalah mencari sisi positif dari siswanya, walaupun kecil dan sederhana tapi sangatlah bermakna.

Mencoba Bangkit

Mencoba bangkit dari keterpurukan
Menggunakan kaki sendiri kucoba tuk berdiri
Ini tidaklah mudah ketika aku hampir menyerah
Aku tak butuh bantuanmu, bantuanya dan bantuan mereka


Mencoba bangkit di tengah situasi yang semakin sulit
Aku tak pernah peduli pada bau busuk keadaan
Seberat apapun itu, pastilah masih ada celah yang bisa kutemukan
Lihatlah aku sekarang, kakiku sudah mulai kuat menapaki tajamnya batu kehidupan

Mencoba bangkit walaupun dunia tak lagi berpihak
Ini jalan hidupku, tak seharusnya aku bergantung padamu
Duka ini akan segera kuakhiri
Tanpamu aku pasti bisa berlari

Mencoba bangkit dan bersiap tuk terbang tinggi
Awan yang cerah adalah sahabat sejati
Di sini aku mampu berdiri
Menggenggam mimpi menaklukan duka di hati