Aku tahu kau selalu menantikan potongan-potongan puisi yang selalu kutempelkan di dinding hati
Tapi perlu kau ingat, aku tak pernah sedetikpun mencoba mengingatmu
Aku dan kau sudah berakhir dalam perasaan
Waktu terus berputar matahari masih tetap bersinar
Sudah saatnya kau melangkah
Meninggalkanku yang masih terkungkung dalam kepahitan
Aku sudah memaafkan masa lalu
Dan juga rangkaian cerita yang kuukir bersamamu
Cerita kita sudah lama usai
Kutinggalkan bersama retakan hati yang tak mungkin utuh lagi
Kuharap kau mengerti
Saat kau baca puisiku ini
Hapus aku dari ingatanmu
Tinggalkan kisahku yang sudah lama layu
Berlarilah tinggalkan aku di sini
Wahai sang peretak hati
Tapi perlu kau ingat, aku tak pernah sedetikpun mencoba mengingatmu
Aku dan kau sudah berakhir dalam perasaan
Waktu terus berputar matahari masih tetap bersinar
Sudah saatnya kau melangkah
Meninggalkanku yang masih terkungkung dalam kepahitan
Aku sudah memaafkan masa lalu
Dan juga rangkaian cerita yang kuukir bersamamu
Cerita kita sudah lama usai
Kutinggalkan bersama retakan hati yang tak mungkin utuh lagi
Kuharap kau mengerti
Saat kau baca puisiku ini
Hapus aku dari ingatanmu
Tinggalkan kisahku yang sudah lama layu
Berlarilah tinggalkan aku di sini
Wahai sang peretak hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.