Jumat, 29 Maret 2013

Pacarku Seorang Gadis Panggilan (Chapter 1)

Ini adalah malam minggu terakhir di bulan Desember. Aku punya rencana ingin mengajak Lusi kekasih tercintaku jalan-jalan menikmati indahnya Ampera di malam hari.

Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 16.00. Saya yakin Lusi sudah pulang dari kuliah, dan pasti ada di rumah. Tanpa perlu berfikir panjang, aku langsung mencoba menghubungi Lusi untuk menyampaikan rencanaku.

“Halo, Assalamualaikum”

“Walaikumsalam”

“Sayang kamu lagi ngapain?”

“Gak lagi ngapa-ngapain sayang. Lagi nyante aja ini di kamar, sambil nonton TV”

“Wah asyik banget. Pasti belum mandi yah? Hehehehehe”

“Iya koq tau?”

“Tau dong. Soalnya bau busuknya sampai sini. Hehehehe”

“Huh enak aja. Walaupun belum mandi aku tetep wangi tau”

“Hehehehehe iya deh sayang aku percaya. Eh sayang nanti malam kamu ada acara gak?”

“Kenapa emangnya sayang?”

“Enggak kenapa-kenapa sayang. Kalau kamu gak ada acara, aku pingin ngajak kamu jalan-jalan. Ini kan malam minggu terakhir di bulan Desember. Aku pingin banget menikmati indahnya pemandangan Ampera di malam hari.”

“Heemm gimana yah sayang? Kayaknya gak bisa deh. Soalnya nanti malem aku mau ke nginep di rumah Indah. Aku mau ngerjain tugas kuliah buat hari senin. Maaf yah sayang?”
“Oh gitu yah. Ya udah deh gak papa sayang.”

“Aduh sayang sory banget yah. Aku janji deh sayang. Kalau tugasnya malem ini bisa selesai, besok minggu siang aku temani kamu jalan-jalan. Gimana sayang? Mau gak?”

“Oke deh sayang. Yang penting sekarang kerjakan dulu tugasnya sampai selesai. Karena urusan kuliah harus tetap yang utama. Kalo untuk jalan-jalan, lain waktu juga bisa”

“Oke makasih sayang atas pengertianya. Sayangku memang bener-bener pacar paling baik di dunia. Hehehehehe”

“Ah sayang lebay deh. Ya udah sayang. Aku mau mandi dulu yah? Besok aku hubungi kamu lagi.”

“Oke deh sayang”

“Ya udah, Assalamualaikum”

“Walaikumsalam”

****

Dalam hatiku masih tersimpan sedikit rasa kecewa. Karena rencanaku untuk bisa jalan-jalan menikmati indahnya pemandang Ampera di malam hari gagal terealisasi. Tapi tidak apa-apalah. Semua ini demi kebaikan Lusi. Dia masih harus bekerja keras menyelesaikan kuliahnya.
Dari pada malam minggu bengong di rumah sendirian, akhirnya aku putuskan untuk pergi refresing ke Palembang Square. Sekalian aku mau nyari sepatu baru. Sepatu kerjaku satu-satunya kayaknya sudah pingin dipensiunkan.

***

Malam minggu di Palembang Square benar-benar rame. Di sana sini banyak orang-orang berlalu lalang. Dan akhirnya sampai juga aku di lantai 2 Palembang Square. Tanpa perlu berlama-lama langsung deh aku menuju ke bagian sepatu. Pada saat aku sedang mencoba sepatu, tiba mataku tertuju kepada sosok wanita yang sedang berdiri di tangga eskalator bersama seorang pria.

Wanita tersebut sudah tidak asing lagi bagiku. Aku sangat kaget, karena wanita yang aku lihat adalah Lusi. Dia bergandengan tangan dengan seorang pria yang tak ku kenal.

Masih dalam kondisi setengah bingung, aku langsung mencoba menelpon lusi. Aku ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Aku lihat dari kejauhan dia sedang memegang handphone, tapi dia tidak mengangkat telpon dariku. Aku coba menelponya berulang kali namun dia tetap tidak mengangkatnya. Akhirnya aku putuskan untuk memata-matai mereka berdua dari belakang.

**

Dan ternyata mereka berdua menuju lantai satu. Mungkin mereka akan keluar dari Palembang Square. Kelihatan jelas kalau mereka berdua sudah selesai berbelanja. Mereka berdua sama-sama membawa sebuah tas plastik. Entah apa isinya aku tidak tahu.

Benar yang sudah kuduga. Mereka terus berjalan ke luar menuju sebuah mobil fortuner warna hitam yang ada di tempat parkir. Aku tetap mengikuti mereka. Aku langsung mengambil sepeda motorku, dan langsung melaju mengikuti mobil fortuner itu. Setelah aku ikuti terus, ternyata mereka menuju ke sebuah hotel.

Menikah Itu Bikin Kere

Sering sekali saya mendapatkan pertanyaan dari para sahabat tentang masalah pernikahan. “Man kamu sudah nikah belum?”, “Man kapan kamu mau nyebar undangan?”.

Itu adalah beberapa contoh pertanyaan tentang pernikahan yang sering diajukan oleh teman-teman kepada saya. Menanggapi pertanyaan seperti itu saya tetap santai. Itu karena memang saya belum kepikiran untuk menikah. Kalo dilihat dari berbagai variabel, bisa disimpulkan kalau saya memang belum siap untuk menikah.

Walaupun sejujurnya saya juga sering merenung soal pernikahan. Sebenarnya menikah itu enak apa tidak sih. Saya sering menanyakan hal itu kepada teman saya yang sudah menikah. Salah satu teman saya ada yang menjawab “Menikah itu enaknya tidak seberapa, tapi gurihnya itu loh”.

Saya cuma bisa tertawa saat mendengar jawaban seperti itu dari teman saya. Ya mungkin ada benarnya juga yang dikatakan oleh teman saya itu.

Karena masih penasaran soal pernikahan, sayapun berusaha mencari narasumber lain untuk dimintai keterangan. Cukup terkejut saya, karena ada jawaban dari narasumber yang cukup unik dan lain dari jawaban narasumber yang sebelumnya. Walaupun jawaban tersebut cukup menakutkan bagi saya.
“Kamu jangan cepet-cepet nikah man. Menikah itu cuma bikin kere. Mending kamu menikmati masa muda dulu. Urusan nikah itu belakangan”.

Lalu dengan cepat saya langsung mengajukan pertanyaan lanjutan kepada narasumber. “Kok bisa seperti itu? Kenapa menikah bisa menyebabkan kere?
Lalu narasumberpun menjawab “Menikah itu modalnya besar man. Setelah menikah kamu harus menghidupi istri kamu. Beban keuangan akan semakin bertambah jika kita sudah mempunyai anak”.
“Oh iya betul juga yah?” ucapku.

Jawaban dari narasumber terakhir ini sebenernya cukup membuat saya galau. Akhirnya pada suatu hari saya pergi menghadiri acara pernikahan saudara. Di acara pernikahan tersebut nampak seorang uztad sedang berdiri tegak di depan sambil menyampaikan tauziah soal pernikah.

Berikut ini adalah penggalan tauziah yang disampaikan oleh pak uztad:
Saudara-saudaraku yang belum nikah saya doakan semoga bisa cepet menikah. Jangan takut menjadi miskin hanya karena kamu sudah menikah. Orang yang sudah menikah itu rejekinya sudah dijamin oleh Allah SWT. Orang yang sudah menikah pasti rejekinya akan bertambah banyak. Tingkat kemakmuranya akan semakin meningkat. Tidak ada orang yang setelah menikah rejekinya menjadi berkurang dan hidupnya susah. Orang yang rejekinya berkurang dan hidupnya susah setelah menikah, berarti ada yang tidak beres dengan pernikahan orang tersebut.

Begitulah sekilas penggalan tauziah dari pak uztad soal pernikahan. Jawaban dari pak uztad tersebut cukup meneduhkan hati saya. Tetapi walaupun begitu sampai detik ini saya tetap belum mempunyai keberanian untuk menikah.

Jalan Berlumpur Rintangan Berat Para Guru Pedalaman

Semalaman hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah di Sumatera Selatan. Saya sendiri tinggal di kota Palembang. Di kota Palembang hujan turun sejak pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Saya adalah seorang guru. Tempat tugas saya adalah di SDN 06 PEMULUTAN SELATAN, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. Jarak dari rumah saya ke tempat tugas sekitar 50km. Dan untuk menempuh perjalanan ke sana memerlukan waktu 2 jam. Maklum saya mengajar di SD pedalaman jadi akses jalan menuju ke sana sangat buruk. SD saya berada di desa Mayapati.

Sebuah desa terpencil yang letaknya cukup jauh. Di sana belum ada listrik. Di desa ini semalaman hujan deras. Sehingga jalan menuju desa ini pun cukup hancur dan berlumpur.

Kalo biasanya saya membutuhkan waktu 2jam untuk mencapai desa Mayapati, sekarang karena jalanya hancur saya membutuhkan waktu 2jam. Butuh perjuangan berat untuk melewati jalanan berlumpur. Karena kalau tidak hati-hati pasti akan terpeleset. Jalanan berlumpur seperti ini adalah rintangan berat bagi guru-guru yang mengajar di daerah pedalaman.

Filosofi Yang Bertentangan

Saya adalah seorang javanis sejati. Saya lahir dan besar di Jawa. Tepatnya saya dilahirkan di daerah Banyumas Jawa Tengah. Sejak kecil saya sudah diajari folosofi dan nilai luhur orang-orang jawa atau lebih tepatnya Jawa Tengah. Salah satu filosofi orang Jawa Tengah yang paling terkenal adalah “Alon-alon Asal Kelakon”.

Kalau dalam bahasa Indonesia artinya adalah pelan-pelan yang penting terwujud. Pelan-pelan yang penting keturutan. Atau yang mengartikan pelan-pelan yang penting sampai. Itu sebenernya adalah filosofi yang cukup bijak. Filosofi tersebut mengajarkan kepada kita bahwa untuk mengejar mimpi itu tidak harus berlari. Dengan berjalanpun tidak apa-apa yang penting terwujud. Sekilas filosofi tersebut memang terlihat sangat pragmatis. Karena lebih mementingkan hasil akhir dari pada kecepatan prosesnya.

Kalo saya pribadi sebenernya kurang cocok dengan filosofi tersebut. Karena saya orangnya cukup ambisius. Saya akan bekerja secepat mungkin. Filosofi alon-alon asal kelakon buat saya itu adalah filosofinya orang malas. Selama 21 tahun saya hidup di Jawa saya tidak pernah menerapkan filosofi leluhur saya tersebut.

Akhirnya pada usia ke-22 saya memutuskan untuk hijrah ke Sumatra. Saya banyak belajar dari orang-orang Sumatra termasuk filosofinya. Ternyata ada yang unik di sini. Ada salah satu filosofi orang Sumatera atau lebih tepatnya Sumatera Selatan, yang bertentangan dengan filosofinya orang Jawa. Walaupun bertentangan dengan filosofinya leluhur saya tapi saya malah suka. Filosofi orang jawa adalah alon-alon asal kelakon. Sedangkan filosofinya orang Sumatera adalah ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus. Filosofi tersebut buat saya cukup bagus. Walaupun tidak sepragmatis alon-alon asal kelakon. Terlihat jelas bahwa filosofi ikan sepat ikan gabus itu menggambarkan orang yang optimis dan ambisius. Mungkin sangat cocok dengan karakter saya.

Sahabat Yang Tak Terjamah

Aku di mana saat kau sedih?

Aku di mana saat kau sendiri?

Aku di mana saat kau kesepian?

Aku di mana saat kau kedinginan?

Aku di mana saat kau kelaparan?

Aku tidak penah ada

Di saat kau benar-benar mengharapkan kehadiranku

Aku cuma ada di saat kau sedang senang

Apa ini yang namanya sahabat

Maaf sobat

Mungkin aku sudah tidak pernah lagi menjamahmu

Aku terlalu egois

Aku terlalu sombong

Dan aku sudah tidak layak disebut sahabat

Sahabat macam apa aku ini?

Cuma ada di saat kau senang

Dan pergi dikala kau sedih

Makilah aku sepuasnya sobat

Tamparlah pipiku

Dan ludahilah mukaku

Aku akan ikhlas

Jika yang melakukan semuanya itu adalah kau

Aku tak ubahnya seorang penjahat

Yang lebih pantas mati dari pada hidup

Sobat taukah engkau?

Aku tidak pernah berhenti memikirkanmu

Aku selalu bermimpi

Bisa bersamamu lagi

Bermain hujan-hujanan bersama

Dan tidur di selembar tikar yang sama

Aku tidak pernah benar-benar melupakanmu

Karena ku yakin kau juga begitu

Suka Lagu Dangdut

Ada sebagian orang yang berfirkir bahwa musik dangdut itu musik kampungan dan tidak keren. Mungkin termasuk saya. Yah itu dulu. Dulu peminat musik dangdut memang adalah kalangan orang-orang pinggiran atau marjinal. Tapi sekarang dangdut disukai oleh semua kalangan.

Dulu memang saya tidak menyukai musik dangdut. Saya lebih cenderung menyukai musik-musik POP dan Rock. Saya benci sekali kalau ada orang yang menyetel lagu-lagu dangdut. Dan sekarang ternyata berubah 180 derajat. Setelah mencoba mendengarkan lagu-lagu dangdut secara sekilas, saya mulai berfikir. Ternyata dangdut itu asyik juga, terutama untuk joged dan bergoyang.

Awalanya saya mendengarkan musik dangdut memang terpaksa. Sejak saya memutuskan untuk hijrah ke kota Palembang, saya selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di sini. Termasuk selera musik. Memang kebanyakan orang-orang Palembang itu sangat menyukai lagu-lagu dangdut atau lagu-lagu melayu. Itu terbukti ketika ada acara pesta pernikahan. Hampir di setiap acara pesta pernikahan orang-orang Palembang, pasti selalu ada orkes musik dangdutnya. Ya minim-minimnya organ tunggal. Tidak terbatas di kalangan atas saja. Tapi di kalangan orang-orang bawahpun juga begitu. Orkes musik dangdut seperti sebuah hiburan yang wajib ada di pesta pernikahan.

Suatu saat saya diundang di acara pesta pernikahan teman guru. Di situ ada orkes dangdutnya. Saya lihat, ternyata para pejabat dimulai dari kepala dinas, kepala cabdin, pengawas sekolah, kepala sekolah, kepala desa semuanya ikut menyumbangkan lagu dangdut di acara tersebut. Walaupun suaranya sumbang karena yang terpenting adalah kontribusi.

Mulai saat itu juga saya merenung. Berarti saya harus menyukai musik dangdut dan harus bisa menyanyikan lagu dangdut. Karena suatu saat kalau saya menjadi pegawai atasan, pasti akan disuruh menyumbangkan lagu dangdut juga di acara pesta pernikahan. Bahkan bukan cuma di acara pesta pernikahan. Di acara perpisahan sekolahpun ada orkes dangdutnya.
Akhirnya saya mulai browsing & downloading lagu-lagu dangdut di internet. Berawal dari itu semua, saya mulai menyukai lagu-lagu dangdut. Awalnya memang terpaksa, tapi akhirnya terbiasa.

Beberapa lagu dangdut saya sukai dan saya pelajari antara lain:

1. Rhoma Irama - Gelandangan (Ini lagu dangdut favorit saya)


2. Rhoma Irama - Kehilangan (Ini juga favorit


3. Rhoma Irama - Menunggu


4. Jaja Miharja - Cinta Sabun Mandi


5. Evie Tamala - Kandas


Kelima lagu dangdut tersebut saya pelajari. Memang kebanyakan adalah lagu dari Raja Dangdut Rhoma Irama. Karena menurut saya lagu-lagu dangdut yang tidak berat dan mudah dipelajari adalah lagu-lagu beliau.

Aplikasi Browser Terbaik Untuk HP

Aplikasi browser untuk HP memang banyak sekali. Tapi tidak semuanya memuaskan dan sesuai harapan. Kalau menurut saya yang terbaik adalah Opera Mini. Aplikasi ini memang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.
 
Opera mini juga tersedia dalam berbagai bahasa termasuk Indonesia. Untuk mendaptkanya cukup mudah. Karena bisa didapatkan secara gratis di website resminya yaitu di http://m.opera.com
Opera Mini ada banyak sekali versinya. Yang terbaru adalah Opera Mini Versi 7. Dengan fitur yang lebih lengkap dari versi-versi sebelumnya. Tapi kalo menurut saya Opera Mini terbaik adalah Opera Mini versi 4.2.

Keunggulanya antara lain: kalau untuk akses internet cepat, kecepatanya relatif stabil, bisa gonta-ganti tema/background, tampilan di layar bisa di rubah secar vertikal maupun horizontal, bisa download, bisa save page, tersedia dalam bahasa Indonesia, cocok untuk symbian maupun java.

Fiturnya masih sederhana sehingga kalau untuk akses internet cukup cepat. Sedangkan opera mini yang versinya lebih baru dari Opera Mini 4.2 itu fiturnya lebih rumit. Oleh karena itu kecepatanya lebih lambat.

HP saya NOKIA 5130 EXPRESS MUSIC. Kalau untuk browsing saya selalu pake Opera Mini 4.2
Tapi sayang di http://m.opera.com sudah tidak tersedia lagi Opera Mini 4.2

Jadi kalau mau download Opera Mini tersebut harus cari di tempat lain.

Akan saya beritahukan tempat download Opera Mini 4.2 yang paling enak. Ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Masuk ke aplikasi browser di HP anda

2. Masuk ke alamat http://peperonity.com

3. Cari kotakan yang ada tulisan “search”

4. Di situ ketiklah sebuah tulisan “berempat”

5. Kalau sudah keluar hasilnya, anda pilih yang ” berempat(site) “
 
6. Setelah itu klik tulisan Opera Mini 4.0 dan Opera Mini 4.2

7. Kalau sudah, tinggal pilih deh mau Opera Mini 4.2 yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris

¤Selamat Mencoba¤

Mie Ayam Idola (Humor Ngapak)

Ora patut banget panase yakin. Matahari siji kaya mataharine ana sanga. Ujar-ujare pilem kera sakti mbok. Bali kuliah panase ora eling, mending tuku es marimas disitlah nang warung ngarep asrama. Bar kue es’e gari digawa meng kamar.

Oh iya coy. Kenalan disit. Jenengku Karseno. Batir-batirku ngundange Seno. Enyong kue bocah paling ngganteng se-asrama pgsd. Walopun mandan tomboy stitik. Enyong kuliah nang PGSD bumen smester 3. Enyong ngekos nang asrama. Kamarku kamar C17. Kamarku nang nduwur tapi blok sing kidul. Asramane ana 2lante. Nang asrama enyong sekamar karo Slamet Murwono. Sing biasa diundang Mame. Bocah mirit pekutan. Bocaeh jorok banget yakin. Aduse kue angger lagi bombong tok. Angger lagi ora bombong ya ora gelem adus. Angger lagi turu juga seneng banget nglindur.

Kie anu nembe bali kuliah. Jam 12 dadi panase pol. Lagi enak-enak nginum es nang kamar koh enyong krungu suara bocah lagi nyanyi.

“SEMAKIN KU KEEJAR, SEMAKIN KAU JAUH, TAK PERNAH LETIH MENDAPATKANMU”

Oh jebulane si mame. Bali kuliah munggah tangga meng nduwur karo nyanyi. Geol bgt yakin nyanyi lagune five minute. Suarane mame pancen apik. Apik nek meneng maksude.

Tok…tok…tok

WU…U…U

“Mlebu bae me, lawange ora dikunci”

“Jand seno seger temen panas-panas ngombeni es. Njaluk sen”

“Mengko yah me ngger wis entong”

“Lah pelit koelah”

Ora sue maning bar kue enyong krungu suara maning.
“Ting…ting…ting…ting ting”
Oh ternyata bakul Mie Ayam Idola lewat. Mie Ayam Idola kue Mie Ayam sing biasa mangkal nang ngarep asrama ngger awan.

Ujug-ujug mame ngajak enyong tuku Mie Ayam Idola
“Sen wis madang rung? Tumbas Mie Ayam Idola bae yuh?

“Urung me. Ya ayuh tuku. Lagi males mangan sega juga enyong koh. Anu biasa mangan keju sih”
“Tapi duitku wes meh entok koh sen. Utangi senlah.”

“Enyong ra ana me. Duitku juga wis entong koh. Mau anu bar nggo tuku SALEP 88 nggo ngobati dampa ramari-mari kie.”

“Yowislah. Oh iya sen aku ndue ide ki. Kae mie ayame kan regone 3ewuan. Dewek tuku setengaeh wae yuh? Tuku sewu mangatus wae.”

“Sih gundulmu ambles apa me? Tuku sewu mangatus si olih apa? Paling ya olih kuah karo cesin seler tok.”

“Yowislah ben mandan patut, tuku 2ewu wae yuh sen?

“Ya ayuh jajal bae”

Bar kue enyong karo mame langsung mlaku meng ngisor marani bakul mie ayame.
Mame langsung ngomong meng bakule
“Mas tumbas mie ayam kalih. Blok nduwur sebelah kidul nggih?”

“Oh nggih mas”

“Tapi tumbase sing 2ewuan angsal mboten mas?”

“Angsal mas. Sante mawon kalih kulo”

“Oh matur nuwun sanget mas. Mas nek tumbas 2ewu wonten bonus cekere mboten?”

“Nggih wonten mas. Tapi cekere bakule. Purun mboten?”
Gaxgaxgaxgaxgax enyong langsung ngakak krungu jawabane bakul mie ayam.

Jawabane mame
“Ah mase iki ono2 wae. Moso bonuse ceker menungsa. Yo wegah aku toh yo?”

Bar kue yah si mame langsung ngrisiki enyong.
“Sen sen sen bakul mie ayame jebule ngganteng bgt yoh? Mirip koyo artis Fauzi Badilah. Nganggone sandal jepit swalow warna biru. Topine topi pelukis. Clana pendek kaos oblong.”

Enyong njawab
“Iya me bener banget kue. Jal kenalan me, takon jenenge sapa?”

“Oke sen”
Jawabane mame

Mame langsung takon meng bakul mie ayam.
“Mas arane sopo mas?”

Bakul Mie Ayam njawab
“Kulo arane Miftakhul Firdauz mas. Tapi biasa diundang Idoz.”

¤Bersambung¤
1353096074461651465

Penyebab Dan Cara Mengatasi Ban Motor yang ‘Kanker’

Minggu pagi sebelum mengantar keponakan latihan sepak bola, saya dikejutkan oleh sesuatu. Ternyata ban sepeda motor kesayangan saya bagian belakang terkena kanker alias benjol.

Ada satu benjolan yang cukup besar dan membuat saya khawatir. Pasalnya motor saya masih tergolong baru dan bannya pun masih bagus. Akhirnya saya putuskan untuk browsing di internet, mencari tahu penyebab ban motor kanker dan cara mengatasinya.

Dan akhirnya apa yang saya caripun ketemu. Penyebab ban motor kanker atau benjol adalah karena adanya benturan yang cukup keras saat motor melintasi jalan berlubang. Kalau benturanya cukup keras bisa menyebabkan kawat yang terdapat dalam ban luar itu putus. Sehingga benjolanya cukup besar dan bannya pun harus diganti.

Saya sempat galau sekali, kalau kawat ban motor saya beneran putus berarti harus ganti ban baru. Padahal kondisi keuangan saya sekarang sedang krisis. Untunglah ban motor saya cuma kanker biasa dan tidak begitu parah. Kawat ban tidak putus. Cuma ada udara yang terperangkap di dalam ban, sehingga menimbulkan benjolan.

Cara mengatasinyapun cukup mudah. Berdasarkan hasil browsing di internet, untuk mengatasi ban motor yang kanker itu cukup ditusuk saja pakai jarum atau peniti. Agar udara yang terperangkap di dalam bisa keluar. Tapi perlu diingat, menusuknya harus pelan-pelan supaya ban dalam tidak ikut tertusuk. Soalnya kalo ban dalam sampai tertusuk maka bisa menimbulkan kebocoran. Setelah ditusuk pake jarum, ban harus ditekan-tekan supaya udara yang terperangkap di dalam bisa keluar dan lubang yang timbul akibat tusukan jarum bisa segera tertutup.

Karena belum pede melakukanya sendiri, akhirnya saya meminta tolong kepada kakak saya yang lebih berpengalaman untuk melakukanya. Dan cuss sekali tusuk akhirnya benjolanpun secara perlahan mulai menghilang. Sambil ban terus ditekan-tekan supaya udara yang terperangkap terus keluar dan lubang yang timbul akibat tusukan jarum bisa kembali tertutup. Dan akhirnya selesai banpun sudah kembali seperti semula.

Begitulah triknya kawan. Kalau ban motormu kanker jangan panik dulu yah?

Kerudung Segi Empat Untuk Anisa

“Anisa minum susu dulu nak”

Ucap seorang ayah kepada anaknya.

“Iya pak”
Jawab Anisa.

Anisa adalah seorang gadis cantik berumur 6tahun. Ia duduk di kelas 1 SD. Sedangkan ayahnya namanya Pak Dharma. Dia adalah seorang pria berumur 40tahun yang bekerja sebagai office boy di sebuah rumah sakit swasta. Mereka cuma tinggal berdua di sebuah kontrakan yang sederhana.

Sudah setahun Pak Dharma menjadi orang tua tunggal. Istrinya yang bernama Ibu Latifah sudah meninggal setahun yang lalu. Ibu Latifah adalah seorang guru TK. Dia meninggal karena kecelakaan saat mengantar anak didiknya pergi berwisata. Bus yang dinaikinya dan anak didiknya menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang.

Sekarang tepat pukul 06.30 pagi. Pak Dharma akan segera mengantarkan Anisa berangkat ke Sekolah.

“Anisa nanti pulangnya bareng Ibu Guru Miranda saja yah? Bapak gak bisa jemput, soalnya nanti Bapak pulangnya sore.”
Ucapa Pak Dharma

“Iya Pak. Tapi bapak jangan lupa yah? Nanti kalau bapak pulang belikan kerudung segi empat. Anisa pingin pakai kerudung, biar kelihatan cantik kaya ibu.”
Jawab Anisa

Anisa memang sudah dari seminggu yang lalu minta dibelikan kerudung segi empat kepada ayahnya.
“Iya nak. Tapi Anisa belajar yang rajin di sekolah yah?”
Jawab Pak Dharma sedikit sedikit sedih mengingat almarhumah istrinya.

Lalu Pak Dharma pun mengantar Anisa ke Sekolah. Jarak dari kontrakanya ke rumah sekitar 3 KM. Setelah mengantar Anisa ke Sekolah, Pak Dharma langsung menuju ke rumah sakit tempat ia bertugas.

Menaiki sebuah sepeda butut, akhirnya Pak Dharma pun sampai di rumah sakit. Mukanya terlihat gelisah memikirkan sesuatu. Ternyata Pak Dharma sedang memikirkan permintaan Anisa yang tadi. Anisa minta dibelikan kerudung segi empat. Ia ingin memakai kerudung supaya terlihat cantik seperti almarhumah istrinya yang sudah meninggal setahun yang lalu.

“Aduh dari mana aku bisa mendaptkan uang untuk membeli kerudung segi empat. Gajian masih 3minggu lagi. Sementara uangku tinggal untuk makan sehari-hari.”
Ucap Pak Dharma dalam hati.

Akhirnya setelah lama berfikir, Pak Dharma mendaptkan sebuah ide. Dia memutuskan untuk menjual jam tangan kesayanganya kepada Ali. Ali adalah salah satu teman office boy Pak Dharma di rumah sakit.

Jam tanganya dijual dengan harga 50ribu. Jam tangan tersebut sebenarnya adalah hadiah dari alhamarhumah istrinya dulu. Pak Dharma terpaksa menjualnya karena memang sedang membutuhkan uang. Dan dia pun jug tidak mau mengecewakan anak kesayanganya itu.

Lalu di sela-sela jam istirahat, Pak Dharma pergi menuju ke pasar di dekat rumah sakit untuk mencari kerudung segi empat pesanan Anisa.