“Anisa minum susu dulu nak”
Ucap seorang ayah kepada anaknya.
“Iya pak”
Jawab Anisa.
Anisa adalah seorang gadis cantik berumur 6tahun. Ia duduk di kelas 1 SD. Sedangkan ayahnya namanya Pak Dharma. Dia adalah seorang pria berumur 40tahun yang bekerja sebagai office boy di sebuah rumah sakit swasta. Mereka cuma tinggal berdua di sebuah kontrakan yang sederhana.
Sudah setahun Pak Dharma menjadi orang tua tunggal. Istrinya yang bernama Ibu Latifah sudah meninggal setahun yang lalu. Ibu Latifah adalah seorang guru TK. Dia meninggal karena kecelakaan saat mengantar anak didiknya pergi berwisata. Bus yang dinaikinya dan anak didiknya menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang.
Sekarang tepat pukul 06.30 pagi. Pak Dharma akan segera mengantarkan Anisa berangkat ke Sekolah.
“Anisa nanti pulangnya bareng Ibu Guru Miranda saja yah? Bapak gak bisa jemput, soalnya nanti Bapak pulangnya sore.”
Ucapa Pak Dharma
“Iya Pak. Tapi bapak jangan lupa yah? Nanti kalau bapak pulang belikan kerudung segi empat. Anisa pingin pakai kerudung, biar kelihatan cantik kaya ibu.”
Jawab Anisa
Anisa memang sudah dari seminggu yang lalu minta dibelikan kerudung segi empat kepada ayahnya.
“Iya nak. Tapi Anisa belajar yang rajin di sekolah yah?”
Jawab Pak Dharma sedikit sedikit sedih mengingat almarhumah istrinya.
Lalu Pak Dharma pun mengantar Anisa ke Sekolah. Jarak dari kontrakanya ke rumah sekitar 3 KM. Setelah mengantar Anisa ke Sekolah, Pak Dharma langsung menuju ke rumah sakit tempat ia bertugas.
Menaiki sebuah sepeda butut, akhirnya Pak Dharma pun sampai di rumah sakit. Mukanya terlihat gelisah memikirkan sesuatu. Ternyata Pak Dharma sedang memikirkan permintaan Anisa yang tadi. Anisa minta dibelikan kerudung segi empat. Ia ingin memakai kerudung supaya terlihat cantik seperti almarhumah istrinya yang sudah meninggal setahun yang lalu.
“Aduh dari mana aku bisa mendaptkan uang untuk membeli kerudung segi empat. Gajian masih 3minggu lagi. Sementara uangku tinggal untuk makan sehari-hari.”
Ucap Pak Dharma dalam hati.
Akhirnya setelah lama berfikir, Pak Dharma mendaptkan sebuah ide. Dia memutuskan untuk menjual jam tangan kesayanganya kepada Ali. Ali adalah salah satu teman office boy Pak Dharma di rumah sakit.
Jam tanganya dijual dengan harga 50ribu. Jam tangan tersebut sebenarnya adalah hadiah dari alhamarhumah istrinya dulu. Pak Dharma terpaksa menjualnya karena memang sedang membutuhkan uang. Dan dia pun jug tidak mau mengecewakan anak kesayanganya itu.
Lalu di sela-sela jam istirahat, Pak Dharma pergi menuju ke pasar di dekat rumah sakit untuk mencari kerudung segi empat pesanan Anisa.
Ucap seorang ayah kepada anaknya.
“Iya pak”
Jawab Anisa.
Anisa adalah seorang gadis cantik berumur 6tahun. Ia duduk di kelas 1 SD. Sedangkan ayahnya namanya Pak Dharma. Dia adalah seorang pria berumur 40tahun yang bekerja sebagai office boy di sebuah rumah sakit swasta. Mereka cuma tinggal berdua di sebuah kontrakan yang sederhana.
Sudah setahun Pak Dharma menjadi orang tua tunggal. Istrinya yang bernama Ibu Latifah sudah meninggal setahun yang lalu. Ibu Latifah adalah seorang guru TK. Dia meninggal karena kecelakaan saat mengantar anak didiknya pergi berwisata. Bus yang dinaikinya dan anak didiknya menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang.
Sekarang tepat pukul 06.30 pagi. Pak Dharma akan segera mengantarkan Anisa berangkat ke Sekolah.
“Anisa nanti pulangnya bareng Ibu Guru Miranda saja yah? Bapak gak bisa jemput, soalnya nanti Bapak pulangnya sore.”
Ucapa Pak Dharma
“Iya Pak. Tapi bapak jangan lupa yah? Nanti kalau bapak pulang belikan kerudung segi empat. Anisa pingin pakai kerudung, biar kelihatan cantik kaya ibu.”
Jawab Anisa
Anisa memang sudah dari seminggu yang lalu minta dibelikan kerudung segi empat kepada ayahnya.
“Iya nak. Tapi Anisa belajar yang rajin di sekolah yah?”
Jawab Pak Dharma sedikit sedikit sedih mengingat almarhumah istrinya.
Lalu Pak Dharma pun mengantar Anisa ke Sekolah. Jarak dari kontrakanya ke rumah sekitar 3 KM. Setelah mengantar Anisa ke Sekolah, Pak Dharma langsung menuju ke rumah sakit tempat ia bertugas.
Menaiki sebuah sepeda butut, akhirnya Pak Dharma pun sampai di rumah sakit. Mukanya terlihat gelisah memikirkan sesuatu. Ternyata Pak Dharma sedang memikirkan permintaan Anisa yang tadi. Anisa minta dibelikan kerudung segi empat. Ia ingin memakai kerudung supaya terlihat cantik seperti almarhumah istrinya yang sudah meninggal setahun yang lalu.
“Aduh dari mana aku bisa mendaptkan uang untuk membeli kerudung segi empat. Gajian masih 3minggu lagi. Sementara uangku tinggal untuk makan sehari-hari.”
Ucap Pak Dharma dalam hati.
Akhirnya setelah lama berfikir, Pak Dharma mendaptkan sebuah ide. Dia memutuskan untuk menjual jam tangan kesayanganya kepada Ali. Ali adalah salah satu teman office boy Pak Dharma di rumah sakit.
Jam tanganya dijual dengan harga 50ribu. Jam tangan tersebut sebenarnya adalah hadiah dari alhamarhumah istrinya dulu. Pak Dharma terpaksa menjualnya karena memang sedang membutuhkan uang. Dan dia pun jug tidak mau mengecewakan anak kesayanganya itu.
Lalu di sela-sela jam istirahat, Pak Dharma pergi menuju ke pasar di dekat rumah sakit untuk mencari kerudung segi empat pesanan Anisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.