Kali ini aku datang untuk menjengukmu yang sudah lama mendekam di balik
jeruji besi. Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu. Apakah
kau masih ingat denganku? Kalau sudah lupa, akan aku coba jelaskan
kembali siapa sebenarnya aku ini.
Namaku Rahman. Aku adalah seorang pemulung. Aku yang biasanya memunguti sampah-sampah plastik yang ada di depan rumahmu. Mungkin kau kaget dengan kedatanganku ini. Tapi tenanglah, aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya sekedar memastikan bahwa keadaanmu baik-baik saja. Karena aku sangat mengagumi sosokmu yang masih sangat muda, cantik, cerdas, dan berpendidikan tinggi.
Aku datang membawa sepotong roti untukmu. Mungkin rasanya tidak seenak dengan yang ada di toko-toko roti terkenal. Tapi percayalah, bahwa roti ini kubeli dengan hasil keringatku sendiri. Bukan dari hasil korupsi.
Mba Angelina yang terhormat. Setelah kepergianmu ke dalam jeruji besi, kini rumahmu tak seramai dulu. Para pembantu, tukang kebun dan satpam yang ada di rumahmu tidak sesibuk biasanya. Rumahmu bagaikan sebuah goa di tengah hutan belantara. Sepi dan nyaris tak ada aroma kehidupan.
Aku sebagai orang yang sangat mengagumi sosokmu selalu berdoa di setiap penghujung lima waktuku. Semoga kau bisa secepatnya keluar dari balik jeruji besi. Semoga senyumu bisa kembali menghadirkan aroma kehidupan di rumahmu yang sudah sangat sepi bagaikan goa di tengah hutan belantara.
Mba Angelina yang aku kagumi. Tetaplah kuat menjalani semua ini. Hidup pasti ada masalah dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Bersabarlah dan terus berdoa. Anggap semua ini adalah pelajaran berharga. Berkah kehidupan ini sangat melimpah. Tak semestinya kau cepat menyerah.
Forza Angelina Sondakh
Namaku Rahman. Aku adalah seorang pemulung. Aku yang biasanya memunguti sampah-sampah plastik yang ada di depan rumahmu. Mungkin kau kaget dengan kedatanganku ini. Tapi tenanglah, aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya sekedar memastikan bahwa keadaanmu baik-baik saja. Karena aku sangat mengagumi sosokmu yang masih sangat muda, cantik, cerdas, dan berpendidikan tinggi.
Aku datang membawa sepotong roti untukmu. Mungkin rasanya tidak seenak dengan yang ada di toko-toko roti terkenal. Tapi percayalah, bahwa roti ini kubeli dengan hasil keringatku sendiri. Bukan dari hasil korupsi.
Mba Angelina yang terhormat. Setelah kepergianmu ke dalam jeruji besi, kini rumahmu tak seramai dulu. Para pembantu, tukang kebun dan satpam yang ada di rumahmu tidak sesibuk biasanya. Rumahmu bagaikan sebuah goa di tengah hutan belantara. Sepi dan nyaris tak ada aroma kehidupan.
Aku sebagai orang yang sangat mengagumi sosokmu selalu berdoa di setiap penghujung lima waktuku. Semoga kau bisa secepatnya keluar dari balik jeruji besi. Semoga senyumu bisa kembali menghadirkan aroma kehidupan di rumahmu yang sudah sangat sepi bagaikan goa di tengah hutan belantara.
Mba Angelina yang aku kagumi. Tetaplah kuat menjalani semua ini. Hidup pasti ada masalah dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Bersabarlah dan terus berdoa. Anggap semua ini adalah pelajaran berharga. Berkah kehidupan ini sangat melimpah. Tak semestinya kau cepat menyerah.
Forza Angelina Sondakh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.