Saat mobil fortuner warna hitam itu sudah memasuki area hotel, aku
mencoba untuk menelpon Lusi kembali. Namun kali ini hapenya
dinonaktifkan.
Hatiku sebenarnya masih diselimuti tanda tanya besar. Lusi menolak ajakanku untuk jalan-jalan dengan alasan mau mengerjakan tugas kuliah di rumah temanya. Dan yang sebenarnya terjadi, malah dia pergi berduaan dengan pria lain. Bahkan pakai acara masuk ke dalam hotel segala.
Akhirnya aku putuskan untuk pulang ke rumah.
***
Keesokan harinya aku mencoba menelpon Lusi Kembali.
“Assalamualaikum. Pagi sayang.”
“Walaikumsalam. Pagi juga sayang. Wah sudah bangun yah? Hehehehehe”
“Hahaha ya sudah dong. Ini malah sudah wangi. Sayang gimana? Tugas kuliahnya sudah selesai belum?”
“Alhamdulilah sudah selesai sayang. Kenapa? Mau aku temenin jalan-jalan hari ini apa?”
“Oh syukurlah kalau sudah selesai. Iya ini sayang dari kemarin aku pingin banget jalan-jalan. Kamu bisa nemenin kan?”
“Iya bisa sayang. Ya udah kamu langsung ke rumah aja yah? Jemput aku.”
“Oke sayang. Aku siap meluncur ke situ. Sampai ketemu lagi nanti yah? Assalamualaikum”
“Walaikumsalam”
**
Dan akupun langsung meluncur ke rumah Lusi. Aku ajak Lusi jalan-jalan naik motor keliling kota Palembang. Akhirnya sampailah kita berdua di depan sebuah hotel.
“Sayang kenapa berhenti di sini?”
“Enggak kenapa-napa sayang. Aku cuma pingin melihat hotel ini saja. Hotelnya bagus yah? Megah banget. Pasti yang menginap di sini adalah orang-orang besar.
“Eee…. Iyalah sayang. Novotel kan merupakan salah satu hotel terbaik di kota Palembang. Yang menginap di situ rata-rata pejabat dan pengusaha.”
“Kamu pernah menginap di situ gak sayang?”
“Hah ??? Maksudnya apa sayang? Koq nanyanya gitu?”
“Gak ada maksud apa-apa sayang. Aku cuma pingin tanya saja. Soalnya tadi malam aku melihat ada cewe mirip banget kamu, masuk ke dalam hotel itu bersama seorang pria.”
“Hah??? E e e e iya mungkin kebetulan dia mirip sama aku sayang.”
“Udah deh sayang. Aku gak mau kita berdua ribut hanya karena sesuatu yang belum jelas. Sekarang jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi sejelas-jelasnya. Asal kamu tau sayang, tadi malam aku pergi ke Palembang Square untuk mencari sepatu. Dan di sana aku melihat kamu berduaan bergandengan tangan dengan seorang pria. Aku berusaha menelponmu tapi kamu tidak pernah mengangkat. Lalu aku ikuti kalian berdua. Dan ternyata kalian berdua masuk ke dalam hotel ini.
COBA SEKARANG JELASKAN, NGAPAIN AJA KAMU DI DALEM BERSAMA PRIA ITU !!!!!
BUKANKAH TADI MALAM KAMU SEHARUSNYA MENGERJAKAN TUGAS KULIAH DI RUMAH TEMEN KAMU !!!!!
AYO NGOMONG JANGAN DIAM AJA !!!!
APA PERLU AKU MASUK KE DALAM HOTEL ITU DAN MENANYAKANYA KEPADA PETUGAS HOTEL HAH !!!!!
AYO JAWAB !!!!!
” I ya a a sayang aku akan jelaskan yang sebenarnya. Tapi kamu jangan marah yah?. Iya aku memang tadi malam diboking oleh pria itu untuk menemaninya tidur.”
“APAH !!! TEGA KAMU YAH LUSI MEMBOHONGI AKU KAYAK GITU !!! KENAPA KAMU MELAKUKAN SEMUANYA ITU !!! DIMANA OTAK DAN HARGA DIRI KAMU !!!”
“Sayang maafkan aku yah? Aku tak bermaksud membohongimu. Asal kamu tau sayang, aku melakukan semuanya itu bukan tanpa alasan. Aku melakukanya karena aku butuh uang untuk biaya kuliah dan untuk menyekolahkan adiku. Kamu tau kan ayahku sudah meninggal. dan ibuku lumpuh. Aku harus menanggung biaya hidup mereka semua. Kamu harus paham itu !!!!!”
Hatiku sebenarnya masih diselimuti tanda tanya besar. Lusi menolak ajakanku untuk jalan-jalan dengan alasan mau mengerjakan tugas kuliah di rumah temanya. Dan yang sebenarnya terjadi, malah dia pergi berduaan dengan pria lain. Bahkan pakai acara masuk ke dalam hotel segala.
Akhirnya aku putuskan untuk pulang ke rumah.
***
Keesokan harinya aku mencoba menelpon Lusi Kembali.
“Assalamualaikum. Pagi sayang.”
“Walaikumsalam. Pagi juga sayang. Wah sudah bangun yah? Hehehehehe”
“Hahaha ya sudah dong. Ini malah sudah wangi. Sayang gimana? Tugas kuliahnya sudah selesai belum?”
“Alhamdulilah sudah selesai sayang. Kenapa? Mau aku temenin jalan-jalan hari ini apa?”
“Oh syukurlah kalau sudah selesai. Iya ini sayang dari kemarin aku pingin banget jalan-jalan. Kamu bisa nemenin kan?”
“Iya bisa sayang. Ya udah kamu langsung ke rumah aja yah? Jemput aku.”
“Oke sayang. Aku siap meluncur ke situ. Sampai ketemu lagi nanti yah? Assalamualaikum”
“Walaikumsalam”
**
Dan akupun langsung meluncur ke rumah Lusi. Aku ajak Lusi jalan-jalan naik motor keliling kota Palembang. Akhirnya sampailah kita berdua di depan sebuah hotel.
“Sayang kenapa berhenti di sini?”
“Enggak kenapa-napa sayang. Aku cuma pingin melihat hotel ini saja. Hotelnya bagus yah? Megah banget. Pasti yang menginap di sini adalah orang-orang besar.
“Eee…. Iyalah sayang. Novotel kan merupakan salah satu hotel terbaik di kota Palembang. Yang menginap di situ rata-rata pejabat dan pengusaha.”
“Kamu pernah menginap di situ gak sayang?”
“Hah ??? Maksudnya apa sayang? Koq nanyanya gitu?”
“Gak ada maksud apa-apa sayang. Aku cuma pingin tanya saja. Soalnya tadi malam aku melihat ada cewe mirip banget kamu, masuk ke dalam hotel itu bersama seorang pria.”
“Hah??? E e e e iya mungkin kebetulan dia mirip sama aku sayang.”
“Udah deh sayang. Aku gak mau kita berdua ribut hanya karena sesuatu yang belum jelas. Sekarang jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi sejelas-jelasnya. Asal kamu tau sayang, tadi malam aku pergi ke Palembang Square untuk mencari sepatu. Dan di sana aku melihat kamu berduaan bergandengan tangan dengan seorang pria. Aku berusaha menelponmu tapi kamu tidak pernah mengangkat. Lalu aku ikuti kalian berdua. Dan ternyata kalian berdua masuk ke dalam hotel ini.
COBA SEKARANG JELASKAN, NGAPAIN AJA KAMU DI DALEM BERSAMA PRIA ITU !!!!!
BUKANKAH TADI MALAM KAMU SEHARUSNYA MENGERJAKAN TUGAS KULIAH DI RUMAH TEMEN KAMU !!!!!
AYO NGOMONG JANGAN DIAM AJA !!!!
APA PERLU AKU MASUK KE DALAM HOTEL ITU DAN MENANYAKANYA KEPADA PETUGAS HOTEL HAH !!!!!
AYO JAWAB !!!!!
” I ya a a sayang aku akan jelaskan yang sebenarnya. Tapi kamu jangan marah yah?. Iya aku memang tadi malam diboking oleh pria itu untuk menemaninya tidur.”
“APAH !!! TEGA KAMU YAH LUSI MEMBOHONGI AKU KAYAK GITU !!! KENAPA KAMU MELAKUKAN SEMUANYA ITU !!! DIMANA OTAK DAN HARGA DIRI KAMU !!!”
“Sayang maafkan aku yah? Aku tak bermaksud membohongimu. Asal kamu tau sayang, aku melakukan semuanya itu bukan tanpa alasan. Aku melakukanya karena aku butuh uang untuk biaya kuliah dan untuk menyekolahkan adiku. Kamu tau kan ayahku sudah meninggal. dan ibuku lumpuh. Aku harus menanggung biaya hidup mereka semua. Kamu harus paham itu !!!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.