Jumat, 29 Maret 2013

Kelapa di Tengah Malam

Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari, namun aku belum juga memejamkan mata. Padahal istri dan anaku sudah terjaga di tempat tidurnya.

Aku masih harus bergelut dengan dinginnya malam. Buah kelapa ini harus aku kupas kulitnya satu persatu. Ini memang pekerjaan rutinku. Kalau tidak begini mungkin anak dan istriku tidak bisa makan.

Yaech aku adalah seorang penjual kelapa. Jam-jam segini aku masih sibuk mengupas kulit kelapa sampai selesai. Entah kapan selesainya, tapi kalo bisa secepatnya. Karena pukul 03.00 tepat aku harus bergegas ke pasar untuk menjual kelapa-kelapaku ini.

Dinginya angin malam adalah sahabat setiaku. Tak lupa aku juga sesekali menyeruput kopi hitam manis buatan istriku. Yah itung-itung sebagai penawar ngantuk. Suara brisik jangkrik di semak belukar juga ikut meramaikan malamku mengupas kulit kelapa.

Beginilah nasibku. Nasib seorang penjual kelapa. Walau berat memang, tapi harus tetap bersyukur. Di luar sana masih banyak orang-orang yang nasibnya tidak lebih beruntung dari pada aku. Semua ini kulakukan demi anak dan istriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.