Fajar yang dingin menyadarkanku
Memaksaku segera beranjak
Selalu terbesit dipikiranku
Ke mana aku akan melangkah
Segarnya embun pagi
Tak pernah lagi kau menyapaku
Tatapan matamu angkuh
Seolah tak mau lagi peduli
Dinginya udara pagi
Mampu meresap sampai ke hatiku
Hatiku dingin sedingin es
Langkahku mantap tak akan menoleh
Satu tujuan tak akan bergeser
Terus melaju terus berharap
Mayapati kuyakin kau siap
Siapa yang akan menyambut hadirku
Senyum kecil para pemimpi kah?
Atau kicau berisik kelelawar kesiangan?
Aku selalu berharap yang pertama
Agar darah dan keringat ini tak merana
Mayapati ku yakin kau mengerti
Aku hadir ditemani dinginya hati
Memaksaku segera beranjak
Selalu terbesit dipikiranku
Ke mana aku akan melangkah
Segarnya embun pagi
Tak pernah lagi kau menyapaku
Tatapan matamu angkuh
Seolah tak mau lagi peduli
Dinginya udara pagi
Mampu meresap sampai ke hatiku
Hatiku dingin sedingin es
Langkahku mantap tak akan menoleh
Satu tujuan tak akan bergeser
Terus melaju terus berharap
Mayapati kuyakin kau siap
Siapa yang akan menyambut hadirku
Senyum kecil para pemimpi kah?
Atau kicau berisik kelelawar kesiangan?
Aku selalu berharap yang pertama
Agar darah dan keringat ini tak merana
Mayapati ku yakin kau mengerti
Aku hadir ditemani dinginya hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.