Jumat, 29 Maret 2013

Mayapati

Fajar yang dingin menyadarkanku

Memaksaku segera beranjak

Selalu terbesit dipikiranku

Ke mana aku akan melangkah

Segarnya embun pagi

Tak pernah lagi kau menyapaku

Tatapan matamu angkuh

Seolah tak mau lagi peduli

Dinginya udara pagi

Mampu meresap sampai ke hatiku

Hatiku dingin sedingin es

Langkahku mantap tak akan menoleh

Satu tujuan tak akan bergeser

Terus melaju terus berharap

Mayapati kuyakin kau siap

Siapa yang akan menyambut hadirku

Senyum kecil para pemimpi kah?

Atau kicau berisik kelelawar kesiangan?

Aku selalu berharap yang pertama

Agar darah dan keringat ini tak merana

Mayapati ku yakin kau mengerti

Aku hadir ditemani dinginya hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.