Jumat, 29 Maret 2013

Arjuna Si Pengecut

Bambang Ekalaya adalah seorang Raja di Kerajaan Paranggelung. Dia adalah seorang raja yang sangat bijaksana. Wataknya yaitu tekun, tabah, jujur dan setia kepada istri.

Dia adalah satria yang menguasai ilmu olah keprajuritan. Dia juga menguasai Ilmu Danurwenda. Ilmu memanah yang sangat sakti namun sulit untuk dipelajari. Namun ia mempelajarinya secara otodidak. Dia sempat meminta Resi Drona (Sang Pemilik Ilmu Danurwenda) untuk menjadi gurunya. Tapi sang resi tidak berkenan dan akhirnya Bambang Ekalaya pun belajar sendiri.

Ia belajar di sebuah hutan dan membangun patung Resi Drona di sana. Karena kegigihanya akhirnya dia berhasil menguasai Ilmu Danurwenda dengan sangat baik. Bahkan kemampuan memanahnya itu lebih hebat dari pada Arjuna. Selain menguasai ilmu tersebut Bambang Ekalaya juga mempunyai cincin sakti bernama Mustika Ampal. Cincin tersebut melingkar di jempol tangan kananya. Selama cincin Mustika Empal melekat di jari kananya, Bambang Ekalaya tidak bisa dibunuh.

Bambang Ekalaya mempunyai istri yang sangat cantik dan setia. Istrinya bernama Dewi Angraini, putri bidadari Hapsari. Kecantikan Dewi Angraini ternyata mampu membuat Arjuna Kepincut. Arjuna pun berusaha untuk mendapatkanya walaupun sudah tau kalau Dewi Angraini adalah istri Bambang Ekalaya. Arjuna tidak pernah berhenti mengejar Dewi Anggraini.

Namun Dewi Angraini adalah istri yang sangat setia, sehingga ia tidak mudah terpengaruh oleh rayuan Arjuna. Lalu Dewi Anggraini pun melaporkan tindakan Arjuna kepada suaminya. Bambang Ekalaya marah besar, lalu ia mendatangi Arjuna.

Lalu terjadilah pertempuran antara Bambang Ekalaya melawan Arjuna. Arjuna pun kalah dan terbunuh. Jasadnya diambil oleh Betara Sri Kresna dan dihidupkan kembali karena keluarga Pandawa masih sangat membutuhkan Arjuna. Tapi Arjuna tidak akan pernah bisa hidup tenang selama Bambang Ekalaya masih hidup. Akhirnya Arjuna dan Sri Kresna merencanakan sebuah rencana pembunuhan Bambang Ekalaya. Mereka menggunakan strategi tipu muslihat.

Sri Kresna menyamar menjadi Resi Drona dan mendatangi Bambang Ekalaya yang sedang bertapa di depan patung Drona di dalam hotan. Bambang Ekalaya senang sekali melihat Resi Drona mendatanginya. Namun ia tidak tahu kalau yang datang adalah Resi Drona palsu. Resi Drona marah-marah karena murid kesayanganya Arjuna dibunuh ole Bambang Ekalaya. Resi Drona menuntut pertanggung jawaban dari Bambang Ekalaya. Ia meminta Bambang Ekalaya memotong jempol tanganya sendiri.

Bambang Ekalaya sangat hormat terhadap Resi Drona. Sehinga ia tidak keberatan menuruti permintaan Resi Drona. Ia memotong jempol kananya, tempat melingkarnya cincin Mustika Ampal. Lalu Resi Drona pun mengambil keris milik Bambang Ekalaya dan menghujamkanya ke perut Bambang Ekalaya. Sehingga Bambang Ekalaya pun mati seolah-olah bunuh diri.

13528732611719939467

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentarnya ya sobat? Kritik dan saran dari sobat semuanya akan sangat bermanfaat bagi penulis.